Archive for the ‘Article’ Category

(more…)

IMG_20160614_175749[435]

Selamat datang kembali sodara-sodara sebangsa dan setanah air 😊. Kali ini saya akan menjelaskan mengenai EDC (Every Day Carry) yang umumnya dipersiapkan pada saat di tugaskan pada masa tanggap darurat. Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering muncul, manakala saya bercerita kepada orang bahwa saya bekerja di lembaga kemanusiaan.

Sebelumnya harap dibedakan antara pekerja kemanusiaan dan relawan, karena kedua istilah ini seringkali rancu di lapangan. Relawan adalah pekerja kemanusiaan yang memanfaatkan waktu dan tenaganya untuk melakukan kegiatan kemanusiaan, tanpa melihat latar belakang pendidikan ataupun pekerjaan dan tidak memperoleh bayaran profesional. Mereka biasanya mempunyai pekerjaan tetap sehari-hari, namun pada satu kesempatan dibutuhkan (pada saat masa tanggap darurat misalnya), mereka akan meninggalkan aktivitas rutin mereka dan ikut serta dalam kegiatan tersebut. Contoh paling sering terlihat dilapangan adalah teman-teman TAGANA atau relawan kampus misalnya. Secara pribadi saya menaruh hormat yang amat sangat besar bagi teman-teman relawan, karena meninggalkan keluarga, pekerjaan, meluangkan waktu untuk membantu orang yang membutuhkan dan tidak mengharapkan bayaran adalah suatu tindakan yang amat sangat mulia menurut saya. SALUTE!

Nah, sedang pekerja kemanusiaan adalah sekelompok orang selain relawan yang di rekrut secara profesional karena memiliki keahlian yang amat dibutuhkan dalam membantu proses kegiatan kemanusiaan dilapangan, baik itu ada masa tanggap darurat, transisi, rehabilitasi maupun sebelum bencana terjadi. Keduanya dibutuhkan dilapangan, untuk saling melengkapi. Dan sejak akhir 2005, saya telah diklasifikasikan sebagai spesies yang ini. 😊. Jadi intinya, relawan sudah pasti adalah pekerja kemanusiaan, namun pekerja kemanusiaan belumlah tentu rela-rela banget karena memang merupakan pekerjaan mereka dan memperoleh bayaran profesional.. hehehehe.

Kemudian, dilapangan sendiri, teman-teman dilapangan di bagi kembali menjadi beberapa kelompok besar:

  1. Pelaksana (operator) lapangan

Jumlahnya amat banyak, biasanya terlihat melakukan tindakan penyelamatan dan evakuasi (Search And Rescue), distribusi logistik, pengobatan massal, pendampingan psikologis bagi para korban, instalasi infrastruktur atau sistem (shelter, MCK, de el el), pengambilan data dan pekerjaan fisik lainnya dilapangan. Mereka inilah sebagai ujung tombak proses pelaksanaan tanggap darurat dan sayangnya yang memiliki resiko paling besar, baik terpapar penyakit (bila tanggap darurat wabah), resiko keamanan, kelelahan fisik maupun ancaman bencana susulan (longsor di jalan pada saat akan melakukan distribusi, misalnya).

  1. Analisis, administratif ataupun manajemen

Tidak sebesar operator dilapangan, tugas utamanya adalah memastikan roda operasi kemanusiaan berjalan dengan baik, memberikan analisis untuk pengambilan keputusan ataupun malahan adalah pengambil keputusan. Biasanya secara berkala meninjau lapangan, sehingga dibandingkan dengan operator, tingkat resiko yang di hadapi lebih kecil, walaupun tetap ada.

IMG_20151113_153818[437]

Kembali pada topik semula, perlengkapan pendukung atau daily carry apakah yang biasanya dipersiapkan manakala akan bertugas ke lokasi yang terdampak oleh bencana? Sebelum saya menjawab, ada hal-hal yang perlu teman-teman perhatikan manakala akan bertugas sebagai bagian dari tim tanggap darurat:

relawan [499]

  1. Kondisi lingkungan sekitar tempat bertugas

Apakah teman-teman bertugas di lokasi yang terdampak bencana wabah? Bila wabah, bagaimanakah penularannya? Konflik? Bencana alam? Bila bencana alam, bencana alam apakah yang telah terjadi di situ? Termasuk didalamnya yang wajib diperhatikan adalah kondisi geografis, cuaca, infrastruktur pendukung, dll.  Ini jelas akan menentukan peralatan yang akan teman-teman bawa. Selalu berusaha memperoleh informasi selengkapnya mengenai kondisi dilapangan sebelum berangkat ke lokasi, termasuk didalamnya seperti apa akses keluar-masuk lokasi, titik kumpul bilamana terjadi bencana susulan, rumah sakit terdekat, de el el. Knowledge is power, sodara-sodara 😊. Satu hal yang perlu diingat, banyak resiko yang timbul dilapangan pada kondisi yang tidak stabil seperti ini, seperti kemungkinan merebaknya wabah dilokasi bencana alam karena penanganan yang terlambat ataupun bencana alam di lokasi konflik bersenjata yang tingkat kerawanannya amat tinggi. Memahami resiko, dampak yang mungkin timbul, kerentanan yang dimiliki beserta cara mengurangi resiko adalah bagian penting yang harus dipahami (risk management).

  1. Kondisi fisik dan mental

Ini hal yang paling utama. Kunci nya adalah ‘SAFETY IS PARAMOUNT’ yang bila dijelaskan, bahwa keselamatan diri sendiri yang terpenting. Kita tidak akan dapat menolong orang lain namun kemudian justru membahayakan diri sendiri. Pastikan bahwa secara fisik teman-teman siap untuk bertugas dan secara psikologis teman-teman siap untuk berada di lingkungan dengan kodisi ekstrim yang baik langsung maupun tidak langsung akan sangat mempengaruhi teman-teman.

Seeperti dijelaskan diatas, ada baiknya memperhatikan tipe bencana yang akan dihadapi dan mempersiapkan diri baik itu vaksin, obat-obat pribadi (terutama bila memiliki sejarah penyakit yang membutuhkan penangan khusus) maupun perlengkapan P3K pribadi, walaupun biasanya organisasi ataupun Lembaga yang menaungi teman-teman telah menyediakan misalnya. Satu fakta yang menarik (walaupun miris..) adalah, angka kematian terbesar pekerja kemanusiaan dilapangan di sebabkan oleh kecelakaan lalu lintas dan keletihan. Ini dapat menjadi catatan penting saya harap. Selalu laporkan pada penanggung jawab operasi bilamana teman-teman memiliki riwayat penyakit yang membutuhkan penanganan khusus.

Khusus untuk vaksin, ada beberapa vaksin yang biasanya disarankan untuk teman-teman yang akan berangkat bertugas di wilayah yang terdampak bencana, contohnya untuk bencana dimana kemungkinan kualitas air dan sanitasi yang tersedia buruk, vaksin kolera, tifoid, hepatitis A, meningitis amat sangat disarankan, vaksin tetanus bagi teman-teman yang terjun langsung untuk melakukan operasi penyelamatan dengan resiko terluka akibat benda-benda tajam dilapangan. Penugasan ke wilayah afrika mensyaratkan teman-teman untuk mendapatkan vaksinasi yellow fever dan tertera dalam buku kuning vaksin (International Certificate of Vaccination or Prophylaxis) yang biasanya akan diperiksa di bandara saat kedatangan. Untuk malaria, vaksin yang ada masih pada tahap uji coba, jadi membawa pil kina biasanya disarankan dalam kondisi ini. Namun pada akhirnya yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter sebelum berangkat bertugas. Lembaga-lembaga kemanusiaan internasional mensyaratkan pemeriksaan kesehatan dan memberikan check list vaksin wajib sebelum tim dapat diturunkan ke lokasi.

IMG_20200203_084646_364[453]

Bagi yang belum tau, seperti apa sih kerja vaksin dalam tubuh? Vaksin adalah bahan antigen yang digunakan untuk menghasilan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Nah, pemberian vaksin atau imunisasi ini dimaksudkan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh seseorang terkena infeksi penyebab penyakit.

Dengan menyuntikkan antigen ke dalam tubuh melalui imunisasi, maka sistem kekebalan tubuh dapat mengenali organisme asing, misalnya virus sebagai penyebab penyakit dan kemudian  menghasilkan antibodi. Antibodi tersebutlah yang nantinya akan melawan patogen sebelum menyebar dan menyebabkan penyakit.

Durasi pengulangan pemberian vaksin:

  • Yellow Fever, tetanus, difteria, diulang setiap 10 tahun
  • Kolera, Meningitis diulang setiap 2 tahun
  • Tifoid, diulang setiap 3 tahun

Ada banyak Rumah Sakit atau Klinik yang menyediakan jasa vaksinasi (Kecuali beberapa vaksin seperti vaksin Yellow Fever yang biasanya hanya tersedia di Klinik Kesehatan Pelabuhan – KKP) Seperti Rumah Vaksinasi Pusat, tetapi tidak semua dapat menyediakan buku International Certificate of Vaccination or Prophylaxis yang merupakan buku yang digunakan untuk mendata semua vaksin yang teman-teman terima dan menjadi persyaratan wajib bilamana teman-teman bertugas di Afrika, atau mungkin akan melakukan perjalanan Haji atau Umrah. Buku ini dapat diperoleh di klinik-klinik pemerintah di Bandara atau Pelabuhan. Klinik yang saya tahu menyediakan buku dan vaksinasi antara lain adalah KKP Kelas 1 Soekarno-Hatta, KKP Halim Perdana Kusumah atau KKP Kelas 1 Tanjung Priok.

Hal yang biasa terjadi dilapangan (untuk penugasan selain di lokasi bencana wabah) adalah luka terbuka akibat terkena benda tajam, penyakit kulit, pernafasan ataupun keletihan, jadi menurut pengalaman saya, membawa obat-obat dan suplai untuk pengobatan luka seperti betadine, antiseptik, pembalut luka, kemudian obat-obat influenza dan vitamin adalah wajib. Untuk antiseptik, saya biasanya membawa larutan Dettol karena selain dapat mencuci luka, Dettol dapat digunakan sebagai desinfektan lantai (dicampur dengan air untuk mengepel lantai misalnya) dan bisa untuk desinfektan pakaian yang digunakan teman-teman (untuk merendam baju setelah dicuci).

  1. Tugas dan kewajiban

Apa yang akan menjadi kewajiban utama teman-teman saat dilapangan (walaupun rangkap tugas sudah menjadi kebiasaan, apalagi bila budget operasi yang minim)? Apakah operator atau lebih banyak berkutat di bidang administrasi dan analisis, misalnya? Bilamana operator tentunya perlegkapan APD (Alat Pengaman Diri) sesuai dengan spesifikasi tugas adalah keharusan. Banyaknya perlengkapan yang teman-teman bawa akan mempengaruhi kemampuan mobilitas teman-teman, terutama bila harus melakukan perjalanan ke lokasi terpencil.

  1. Durasi tugas

Tidak perlu rasanya harus membawa semua pakaian yang teman-teman punya (termasuk baju lebaran taun kemaren.. 😊) bila teman-teman hanya ditugaskan dalam periode yang singkat, walaupun yang sering terjadi adalah perpanjangan waktu tugas dari jangka waktu tertentu menjadi ‘hingga maut evakuasi memisahkan kita’ 😊 (ini sebenernya curcol teman-teman relawan yang seringkali diberangkatkan tanpa diberi kejelasan berapa lama penugasan mereka dilapangan..)

  1. Peralatan ataupun support dari lembaga / organisasi

Berkaitan dengan banyaknya peralatan yang akan teman-teman bawa dan kemampuan mobilitas teman-teman, ada baiknya berdiskusi dengan pimpinan mengenai peralatan ataupun support perlengkapan yang disediakan oleh Lembaga atau organisasi teman-teman. Misalnya organisasi menyediakan APD lengkap bagi teman-teman (terutama bila ditugaskan ke lokasi yang terkena wabah), saya rasa tidak perlu juga teman-teman membawa sendiri beberapa set lengkap, kecuali hal-hal kecil yang sifatnya pribadi seperti masker wajah.

  1. Kultur

Indonesia terdiri dari 34 propinsi dengan ratusan suku dan bahasa, tentunya dengan kultur yang berbeda-beda, jadi hal-hal yang mungkin wajar di daerah teman-teman belum tentu dapat diterima di daerah lain. Walaupun ini tidak berpengaruh banyak pada topik yang akan kita bahas, tetapi saya merasa ini amat penting disampaikan pada kesempatan ini, karena banyak kejadian, terutama pergesekan antar pekerja kemanusiaan dari luar daerah dengan penduduk lokal dikarenakan adanya perbedaaan pandangan ataupun kultur di kedua belah pihak yang berujung pada eskalasi situasi keamanan. Satu hal yang harap diingat, kedatangan kita untuk membantu jangan diartikan bahwa kita wajib memperoleh perlakuan istimewa.  Ada kode etik dan rambu-rambu, baik yang tertulis maupun tidak, yang mengatur tindak tanduk dan sikap kita dilapangan.

IMG_3099

Setelah teman-teman mengerti poin-poin diatas, kita akan mulai membahas peralatan seperti apa yang sebaiknya dipersiapkan dan di bawa. Namun harap diingat, ini bukanlah standar baku yang menjadi kewajiban, namun hanya panduan untuk memberikan gambaran dan ini diambil dari pengalaman saya pribadi.

versi cetak disaster

  1. Tas

Umumnya teman-teman akan membawa minimal 2 tas, yaitu tas untuk memuat kebutuhan teman-teman selama di lapangan (pakaian, dan peralatan lainnya) serta tas yang digunakan sehari-hari saat bertugas dilapangan.  Satu persyaratan wajib yang sebaiknya dimiliki oleh tas yang akan dipilih, mengingat alam tropikal Indonesia serta kepulauan yang dapat hujan kapan saja, dan pergerakan dengan moda transportasi air adalah tahan terhadap percikan air (water repellent dimana air tidak menempel ataupun meresap pada permukaan tas) atau malahan waterproof dimana tas memiliki ketahanan terhadap air atau setidaknya memiliki rain cover yang baik.

  • Travel bag

Banyak sekali travel bag yang di jual dipasaran sesuai dengan kebutuhan ataupun kemampuan finansial teman-teman, dari carrier hingga koper cantik (ayoooo… mana mataaa genitnyaaaaaa…) 😊. Namun kembali  lagi, bertugas pada masa tanggap darurat, apalagi bila ditugaskan di lokasi yang terpencil, memilih travel bag yang tepat amatlah penting karena ini amat mempengaruhi mobilitas teman-teman. Hindari membawa travel bag terlalu banyak, membawa travel bag jenis koper yang tidak memiliki roda misalnya, karena akan menyusahkan saat bergerak dan akan memakan tempat, mengingat beberapa kendaraan ke lokasi-lokasi terpencil adalah kendaraan kecil dan memiliki tempat yang terbatas.

  • Daily carry

Jenis tas ransel atau backpack adalah tas yang umum dipilih karena nyaman untuk dibawa, dimana beban di bagi diantara kedua bahu (berbeda dengan tas model messenger bag, misalnya). Namun kembali lagi sesuaikan dengan kebutuhan teman-teman, baik ukuran maupun modelnya. Kelemahan sebagian besar backpack adalah pada yang ditimbulkan di punggung bila dibawa pada waktu lama karena tidak adanya ventilasi udara yang cukup disitu. Untuk lebih jelasnya, teman-teman dapat mengacu pada tulisan saya mengenai tas sebelumnya (klik disini).

  1. P3K pribadi

Terlepas apakah Lembaga/organisasi menyediakan kotak P3K di tempat anda bertugas atau menginap, ada baiknya tetap membawa sendiri kotak P3K pribadi yang tentunya juga memuat obat-obatan tertentu bila anda memiliki sejarah penyakit. Untuk detil standar P3K, teman-teman mungkin dapat melihat tulisan saya sebelumnya dengan judul First Aid Kit (klik disini). Selain itu, mosquito repellent atau lotion pengusir nyamuk juga sebaiknya di bawa, karena nyamuk juga merupakan ‘musuh’ utama teman-teman dilapangan mengingat masalah dengan kebersihan lingkungan di wilayah yang sedang mengalami kerusakan, terutama jika sedang dalam musim penghujan dengan genangan air yang bertebaran dimana-mana.

FAK 01

  1. Makanan

Makanan adalah salah satu tantangan saat teman-teman akan bertugas, terutama pada beberapa hari awal setelah terjadinya bencana dalam skala menengah-besar. Beberapa Lembaga atau organisasi menyikapi kondisi ini dengan menyediakan makanan bagi tim nya, namun yang sering menjadi masalah biasanya pada saat bertugas dilapangan. Membawa makanan kecil yang ringan, dapat di makan langsung dan mengandung nilai gizi yang baik menjadi penting, Untuk ini, makanan seperti energy bar adalah salah satu solusi yang realistis. Konsep dasar energy bar sangat sederhana, dimana sebagai tambahan / pengganti sementara yang mengandung sereal dan makanan berenergi tinggi yang ditargetkan untuk orang-orang yang membutuhkan energi cepat tetapi tidak punya waktu untuk makan. Selain itu, membawa coklat batangan juga dapat menjadi opsi. Selalu membawa 2 atau 3 batang energy bar atau coklat, yang tidak memakan tempat banyak, saya rasa tidak merugikan teman-teman (apalagi kalau bisa diberikan topping nasi padang lengkap diatasnya… hahahahaha).

  1. Air

Banyak sekali literatur yang menyatakan bahwa orang dewasa sebaiknya meminum 8 gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan akan air, namun hal ini kembali lagi tergantung kepada aktifitas teman-teman dan kondisi dimana teman-teman berada. Hal ini mungkin akan meningkat bilamana teman-teman melakukan aktifitas berat di lokasi yang memiliki suhu tinggi terpapar matahari langsung. Yang terpenting adalah tetap menjaga jangan sampai tubuh mengalami dehidrasi. Salah satu tips yang dapat saya bagikan, hal paling mudah untuk mengetahui apakah tubuh teman-teman telah memperoleh asupan air cukup adalah dengan melihat warna air seni pada saat teman-teman berkemih. Semakin keruh warnanya (kuning tua atau bahkan coklat), berarti tubuh semakin kekurangan cairan dan membutuhkan penggantian atau rehidrasi secepatnya. Salah satu tantangan di lapangan adalah memperoleh air minum yang bersih dan aman, jadi selain mengkonsumsi air mineral dari perusahaan besar, menggunakan botol minuman yang mempunyai water filter juga dapan menjadi opsi. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai water filter dapat dilihat di tulisan saya sebelumnya (klik disini).

  1. Pakaian

Selalu membawa pakaian yang sesuai dengan kondisi dan iklim, menyediakan paling tidak satu setel pakaian bersih didalam tas teman-teman saat akan melakukan trip ke lokasi-lokasi yang terisolasi, bilamana teman-teman terpaksa harus menginap. Segera ganti pakaian bilamana telah basah, karena menggunakan pakaian basah dalam jangka waktu lama selain tidak nyaman juga akan berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit kulit. Satu yang paling penting adalah selalu mengganti pakaian dalam teman-teman bila berada dilapangan. Bilamana tidak memungkinkan untuk mencuci, membawa dan menggunakan disposable underwear yang banyak dijual dipasaran juga dapat menjadi opsi. Jadi jangan dibiasakan menggunakan side A dan side B bergantian ya teman-teman.. (ayo teman-teman angkatan 90an yang tau apa itu side A /B, mana suaranyaaaaaaa!!  😊)

  1. Jaket / rain coat

Mengingat Indonesia adalah negara tropikal yang memiliki curah hujan tinggi, membawa jaket ataupun raincoat adalah satu keharusan pada saat akan bertugas. Saat ini banyak sekali model jaket dan raincoat yang ditawarkan dipasaran dengan range harga yang amat sangat bervariatif. Satu hal yang harus diingat, jaket atau raincoat bukanlah pakaian pengganti, jadi kebiasaan menggunakan jaket atau raincoat tanpa menggunakan pakaian didalamnya bukanlah suatu kebiasaan yang baik, karena selain akan membuat suhu tubuh semakin dingin (walaupun menghalangi air), karena keringat karena jaket atau raincoat dirancang untuk memiliki pori-pori yang kecil sehingga panas tubuh ridak keluar dan akan semakin menaikkan temperatur didalam tubuh, mengakibatkan keringat dan pada akhirnya tubuh akan semakin dingin. Menggunakan jaket yang memiliki banyak layer (jaket dengan lapisan seperti sweater didalamnya, yang dapat dilepas) didaerah yang bersuhu tinggi juga, walaupun terlihat keren di poto dan dapat menjadi profile Instagram, bukan solusi yang baik, kecuali bila teman-teman melakukan tugas di Bromo atau puncak Jaya Wijaya.. 😊

  1. Penutup kepala

Walaupun saya bukan orang yang suka menggunakan topi, tapi penutup kepala merupakan salah satu perlengkapan yang sebaiknya di bawa pada saat bertugas (TIDAK! Apapun yang tertulis disini, kamu tidak boleh menggunakan jilbab!! Lepaskan jilbabnya segera, Bambang!!!). Selain untuk melindungi dari paparan panas, juga dapat menjaga mata dari kelelahan akibat selalu melihat dalam cahaya yang menyilaukan ataupun terlalu terang.

  1. Masker wajah

Salah satu peralatan wajib bilamana bertugas di wilayah yang mengalami bencana wabah atau erupsi gunung Merapi yang debunya amat sangat berbahaya bagi kesehatan. Ini juga dapat digunakan untuk teman-teman yang tidak dalam kondisi yang baik, sedang mengalami influenza, misalnya, dan tidak ingin menularkan pada orang-orang lain. Selain itu, bagi teman-teman yang bertugas untuk melakukan proses penyelamatan dan evakuasi, masker digunakan untuk mengurangi bau tidak sedap yang timbul dilapangan. Satu tips ringan untuk mengurangi bau, bila tidak memiliki masaker bagus yang dapat mengurangi bau dengan baik, gunakan 2 lembar masker tipe surgery (masker tipis dan biasanya berwarna hijau) dan taburkan bubuk kopi diantara masker tersebut. This is it! Selamat mencoba! 😊  Penjelasan lebih lengkap mengenai masker dapat dilihat di tulisan saya sebelumnya (klik disini).

  1. Sarung tangan

Sarung tangan adalah pelindung wajib bagi teman-teman yang akan melakukan pekerjaan fisik seperti SAR, konstruksi, logistik di gudang maupun tenaga kesehatan, dengan spesifikasi yang berbeda-beda tentunya. Sarung tangan berbahan latex tipis untuk teman-teman petugas kesehatan, berbahan kulit atau kevlar (material tahan api dan dapan memberikan perlindungan maksimal dari bahaya terpotong) untuk teman-teman konstruksi, ataupun sarung tangan latex tebal selengan untuk teman-teman tim SAR. Sesuaikan dengan kebutuhan teman-teman dilapangan, bahkan sah-sah saja bilamana dirasa tidak perlu karena teman-teman hanya bertugas sebagai tim administratif, misalnya.

  1. Alas kaki

Alas kaki yang baik dan tepat merupakan keharusan karena kemampuan mobilitas teman-teman amat sangat bergantung pada anggota gerak ini. Bahaya mengancam bilamana menggunakan alas kaki yang tidak tepat, seperti misalnya menggunakan sendal jepit tipis saat berada diwilayah yang masih banyak bertebaran puing-puing bangunan dengan kemungkinan banyak paku berkarat bertebaran atau di wilayah banjir yang penyebaran leptospirosis dapat dengan mudah terjadi melalui air tergenang, atau bahaya tertimpa kotak pada saat berada di gudang. Pilih alas kaki yang dapat melindungi teman-teman secara maksimal, namun tetap memberikan kenyamanan. Penjelasan lebih lengkap mengenai alas kaki dapat dilihat di tulisan saya sebelumnya (klik disini).

  1. Sleeping bag / matras

Ini juga menjadi salah satu pengalaman saya, betugas di lokasi yang tidak menyediakan akomodasi yang layak, sehingga harus menggunakan sleeping bag ataupun matras sendiri. Memang, membawa matras atau sleeping bag terkadang menyulitkan karena ukurannya yang jelas memakan tempat, namun harus diingat, istirahat yang baik adalah satu hal yang wajib diperoleh untuk memastikan teman-teman dapat beraktifitas maksimal setiap harinya, belum lagi resiko terkena penyakit akibat istirahat yang tidak cukup. Untuk sleeping bag, kembali lagi, perhatikan ketebalan dan bahan pada saat akan membeli, terutama beberapa sleeping bag di rancang untuk melindungi teman-teman dari suhu yang sangat rendah atau dingin (sleeping bag dengan bahan bulu angsa didalamnya misalnya), namun justru tidak efektif untuk dipergunakan di wilayah yang memilihi suhu tinggi. Belum lagi sleeping bag tipe ini biasanya lebih tebal dan berat.

  1. Alat penerangan

Sebagaimana umumnya yang terjadi setelah bencana alam, ketiadaan listrik dan cahaya adalah satu hal yang akan teman-teman hadapi dilapangan. Membawa senter atau headlamp sudah menjadi satu standar yang tidak dapat dipisahkan, bahkan dalam kehidupan normal, dimana terkadang kita membutuhkannya untuk men tackle kondisi seperti mati lampu, de el el. Kembali pada kondisi dilapangan, memilih senter yang baik tentunya akan mentukan efisiensi alat tersebut dalam membantu tugas teman-teman.

Satu hal yang sering ditanyakan pada saat akan membeli senter / headlamp (selain harga..) adalah lumen dari senter tersebut. Binatang model apakah lumen ini? 😊

Lumen (simbol: lm) adalah satuan turunan SI untuk fluks cahaya, mengukur jumlah total cahaya terlihat yang dipancarkan sebuah sumber. Secara umum, semakin besar lumen, semakin besar atau terang cahaya yang dihasilkan.Namun tidak semua kegiatan membutuhkan senter dengan lumen besar, paramedik misalnya, untuk pemeriksaan mata sebaiknya menggunakan senter yang dapat disetel hingga hanya mengeluarkan cahaya sebesar 5 lumen untuk menghindari kerusakan pada mata pasien. Pada senter biasanya ini merupakan output paling minimum dan tidak semua senter memiliki cahaya minimum seperti ini.

Secara garis besar, berdasarkan model keluaran cahaya, senter / headlamp dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Throw

         Dimana cahaya yang dikeluarkan lebih fokus dengan jarak pandang yang biasanya lebih jauh. Biasanya ini efektif untuk teman-teman yang bertugas untuk melakukan kegiatan Search and Rescue luar ruangan seperti water rescue, dimana membutuhkan cahaya yang lebih terfokus dengan jarak pandang yang lebih jauh.

         Cara paling mudah mengidentifikasikan bahwa senter / headlamp yang teman-teman gunakan adalah dengan melihat reflektornya (bagian dalam senter yang mengelilingi lampu senternya), dimana senter thrower akan memiliki reflektor yang mulus, atau biasa diistilahkan smooth, dan lebih dalam, membentuk parabola. (Gambar kanan bawah)

  • Flood

         Dimana cahaya yang dikeluarkan lebih melebar dengan jarak pandang yang lebih pendek dibandingkan senter thrower dengan lumen yang sama. Ini amat efektif untuk penggunaan di dalam ruangan, contohnya bagi teman-teman yang melakukan operasi CSSR (Collapse Structure Search and Rescue) dan melakukan pencarian dalam gedung.

         Berbeda sengan thrower, senter / headlamp menggunakan reflektor yang biasa disebut orange peel, karena bertekstur keriput seperti kulit jeruk. (Gambar kanan atas)

IMG_20200203_090000_843[452]

Selain keluaran cahaya nya, sumber energi dari senter / headlamp itu sendiri harus diperhatikan, apakah itu menggunakan solar cell yang menggunakan tenaga matahari, dimana untuk mengisi daya cukup dengan menjemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan batere. Hampir sebagian besar senter/headlamp yang bagus menggunakan batere dengan model 18650 atau CR 123 yang rechargeable atau dapat diisi ulang, namun dilokasi yang terpencil dengan listrik yang benar-benar tidak dapat diharapkan kehadirannya, ini bukanlah suatu pilihan yang amat tepat. Membawa beberapa batere dapat menjadi solusi, namun itu pastinya akan menambah beban teman-teman, belum lagi kerumitan di pesawat udara bilamana membawa terlalu banyak batere. Saya menyarankan agar senter dengan batere AAA atau AA dapat menjadi pilihan, karena dapat dijual dengan bebas dipasaran. Pemilihan senter dan batere sendiri amat kompleks, sehingga sebaiknya akan dijelaskan lebih detil di artikel terpisah (mohon bantuannya, wahai para suhu Flasholic! 😊). Ada satu tulisan di blog teman saya, Mas Yeni Setiawan, yang mungkin dapat membantu teman-teman. (klik disini).

Satu tips, kesalahan para pemula pada saat menggunakan senter LED adalah menyetel senter pada maksimum brightness untuk segala kondisi yang mengakibatkan batere lebih cepat habis dan senter lebih cepat panas. Untuk kondisi normal seperti berjalan malam atau mencari sesuatu di dalam tas misalnya, menggunakan settingan rendah atau menengah sudah cukup seharusnya. (Terima kasih Mas Yeni buat sumbangan tipsnya!)

  1. Multi tools / pisau lipat

Sebelum kita mulai lebih jauh, harap dimengerti peraturan pemerintah mengenai membawa pisau lipat di muka umum (klik disini) dan menggunakannya secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Satu poin yang paling penting diingat, multitools dan pisau lipat hanyalah alat bantu yang digunakan dalam kondisi terdesak, dimana alat yang sebenarnya tidak tersedia. Contohnya adalah menggunakan tang pada multitools, bilamana pekerjaan teman-teman memang diketahui selalu membutuhkan tang, sebaiknya membawa tang yang memang dikhususkan untuk itu. Penggunaan multi tool dalam jangka waktu lama tidak disarankan karena memang tidak nyaman dan terkadang tidak terlalu efektif.

Banyak sekali jenis dan ukuran pisau dan ukuran multitools yang dijual dipasaran. Terutama multitools, selain ukuran, peralatan pendukung yang tersedia didalamnya juga amat bervariasi, dari gunting, bebagai tipe obeng, gergaji, gunting de el el. Kalau saya pribadi, alat yang harus selalu ada didalam multitools saya adalah obeng, tang dan gunting, karena ketiga alat inilah yang selalu saya butuhkan baik sehari-hari maupun pada saat bertugas. Beberapa tipe multitools juga mencoba mengakali berat totalnya dengan menggunakan bahan yang kuat namun ringan, seperti Leatherman Charge TTi yang walaupun berukuran gambot, tetapi ringan karena menggunakan bodi titanium.

20131201_090928[439]

Untuk pisau sendiri, secara garis besar, berdasarkan permukaan bagian tajamnya, pisau sendiri terbagi 2, yaitu plain edge (permukaan bagian tajamnya halus dan rata) dan serrated edge (permukaan tajamnya bergerigi seperti gergaji).

  • Perbedaan utama antara keduanya adalah bagaimana teman-teman menggunakan pisau teman-teman. plain edge biasa unggul bila memotong sambi menekan sedang serrated edge unggul di pemotongan irisan. Contoh terbaik dari gerakan irisan adalah ketika mengiris sepotong roti dimana teman-teman tidak mendorong bilah melainkan menyeret ujungnya (seperti menggunakan gerakan menggergaji) di atas roti.
  • Secara umum serrated edge akan lebih unggul ketika mengiris bahan tebal, keras dan berserat. Tepi bergerigi cenderung ‘mencengkeram’ permukaan apa yang dipotong dengan mudah. Ini akan memungkinkan gerigi untuk menusuk dan merobek objek lebih cepat. Bahkan gerigi yang tumpul lebih unggul dalam mengiris objek dan ini sering menjadi alasan orang sering lebih memilih gerigi dan percaya bahwa mereka tetap lebih tajam, lebih lama. Biasanya tipe ini digunakan untuk pekerjaan seperti memotong tali.
  • Plain edge adalah yang pilihan terbaik saat membutuhkan ketelitian dan akurasi. Plain edge unggul dalam tugas-tugas seperti mengukir, atau mengupas buah seperti apel. Keuntungan utama dari pisau tepi ini adalah fleksibilitasnya.
  • Saat ini, pisau bermata kombo menjadi semakin populer. Idealnya bilah kombo adalah yang terbaik karena menggabungkan kedua jenis tepi. Ia akan dapat mengiris secara efektif tetapi juga memiliki bagian tepi yang polos untuk potongan yang mebtuhkan tekanan. Namun pisau tipe ini memiliki kelemahan, dimana penempatan serrated edge ke arah sudut dekat pegangan membuat irisan sedikit lebih berbahaya. Dan tepi terpisah antara keduanya menyusutkan bagian yang berguna untuk setiap jenis tepi. Belum lagi fakta bahwa tepi kombo secara khusus dibuat agar serbaguna, sehingg bukanlah menjadi alat terbaik untuk melakukan pekerjaan.

Detil mengenai jenis pisau berdasarkan bentuk dan anatomi nya dapat mengacu pada tulisan saya sebelumnya. (klik disini).

Yang terakhir, pisau maupun multitool harus selalu dibersihkan dan dikeringkan setelah dipergunakan untuk menghindari karat (karena tidak semua alat menggunakan baja berbahan anti karat seperti Baja H1), dan bilamana sudah terasa kurang tajam agar di stropping atau asah untuk menghindari kecelakaan karena menggunakan pisau yang tumpul (yang seringkali terjadi adalah orang akan menggunakan tenaga yang lebih besar pada saat menggunakan pisau yang tumpul, mengakibatkan kemungkinan tergelincir dan melukai yang lebih besar).

  1. Powerbank / solar panel

Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan kebutuhan powerbank dan solar panel dalam tugas teman-teman. Namun kali ini saya akan menyoroti Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Nomor 15 tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portabel (Powerbank) dan Baterai Lithium Cadangan pada Pesawat Udara, terutama bagi teman-teman yang akan menggunakan pesawat udara pada saat akan melakukan tugasnya.

  • Powerbank tidak boleh dimasukkan kedalam bagasi
  • Kapasitas powerbank yang tidak boleh dibawa ke kabin adalah lebih dari 32,000 mAh (160 Wh) dan kapasitas yang tidak dapat diidentifikasi. Kapasitas yang tidak dapat diidentifikasi ini maksudnya tulisan daya powerbank terhapus atau buram, atau tidak ada keterangan sama sekali.
  • Adapun kapasitas powerbank yang boleh dibawa ke dalam kabin adalah kurang dari 20,000 mAh (100 Wh). Kalaupun membawa powerbank dengan kapasitas antara 20,000 sampai 32,000 mAh (100 – 160 Wh), maka perlu persetujuan maskapai dan hanya boleh membawa maksimal dua buah powerbank.

Jadi harap dipatuhi ya teman-teman, demi keselamatan bersama.

  1. Kompas / GPS / peta

Saat ini, kebutuhan akan peta dan kompas dapat di tackle dengan mudah dengan adanya aplikasi-aplikasi pada smartphone teman-teman. Namun permasalahannya adalah sebagian aplikasi ini tergantung pada jaringan dan kuota yang dimiliki teman-teman, sehingga ada baiknya tetap membawa peralatan yang khusus untuk ini bilamana pekerjaan teman-teman memang amat tergantung pada akurasi lokasi dan pemetaan seperti SAR dan pengeboran. Saya sendiri mengakali kebutuhan akan paralatan cadangan dengan membuat gelang paracord yang kemudian diaplikasikan dengan kompas model button atau kancing, dan buckle yang memiliki pluit, mirror dan fire starter. Doa saya adalah semoga saya tidak perlu menggunakannya…  😊

IMG_20200203_111646_240[454]

  1. Peluit

Peluit ini sendiri merupakan bagian dari peralatan tidak terpisahkan dari peralatan wajib untuk para penggila kegiatan alam bebas ataupun rescuer. Memiliki peluit dapat digunakan lebih efektif untuk mendapatkan perhatian dan bantuan, terutama bila teman-teman terjebak dan membutuhkan alat untuk menarik perhatian tim penyelamat. Berada di depan umum, peluit bisa menjadi teman terbaik jika teman-teman dalam kesulitan atau diserang. Ketika dalam kesulitan atau diserang, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah meniup peluit itu jika teman-teman tidak memiliki cara lain untuk membela diri.

  1. Signal mirror

Signal mirror atau cermin sinyal secara khusus dirancang untuk memberi sinyal jika terjadi kesulitan. Tidak seperti cermin lainnya, cermin sinyal hadir dengan permukaan mengkilap bersama dengan lubang yang diletakkan tepat di tengah.

Teman-teman dapat memberi sinyal SOS menggunakan cermin atau bahan apa pun yang memantulkan sinar matahari. Ditujukan menuju pesawat terbang, kapal atau kendaraan penyelamat apa pun akan membuat teman-teman lebih terlihat. Lebih dari itu memantulkan cahaya tiga kali pendek, tiga kali panjang, tiga kali pendek (SOS) akan membiarkan mereka tahu bahwa teman-teman dalam kesulitan.

  1. Pemantik api

Selalu bawa pematik api sekalipun teman-teman mungkin bukan perokok, karena pematik api dapat berguna bilamana teman-teman bertugas dilapangan, dari untuk membakar ujung-ujung benang pada pakaian atau tas untuk mencegah benang tersebut terurai lebih jauh ataupun untuk membakar ujung jarum untuk mengeluarkan duri dari kulit, misalnya.

  1. Waterproof case

Walaupun istilahnya terdengar canggih, namun waterproof case ini bisa mengacu pada wadah kedap seperti Pelican ataupun Otterbox atau justru hanya plastic ziplock tebal. Fungsi wadah ini adalah untuk menyimpan kopi dokumen, uang kontan ataupun barang-barang penting yang amat rentan terhadap air. Bahkan saya pribadi selalu menggunakan plastic ziplock ukuran besar untuk menyimpan pakaian ganti saya saat sedang melakukan tugas ke lokasi project untuk menjaga agar tetap kering pada saat akan digunakan.

  1. Foto kopi dokumen pribadi

Biasakan menyimpan kopi dokumen dan tanda pengenal pribadi seperti KTP, SIM, ataupun Passport dan Visa (bila sedang bertugas diluar negeri) untuk mempermudah pengurusan dan pelaporan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan ataupun kehilangan.

  1. Buku catatan dan pulpen/pensil/permanent marker

Saya selalu menuliskan informasi-informasi penting kedalam buku catatan untuk menjaga bilamana telepon genggam ataupun laptop yang saya gunakan kehabisan daya, rusak atau bahkan hilang. Informasi penting yang biasanya saya tuliskan adalah nomor telpon penting (keluarga terdekat, kantor, kantor polisi terdekat atau rumah sakit), kemudian alamat lokasi proyek (terutama bila saya berada di lokasi yang baru dan belum mengenal dengan baik lingkungan sekitarnya. Selalu menyiapkan rencana cadangan, teman-teman..

  1. Uang kontan

Dengan ATM yang mungkin tidak berfungsi dan jaringan telepon yang mungkin tidak menunjang teman-teman untuk melakukan tansaksi online, membawa uang kontan adalah solusi paling realistis, namun harap diingat bahwa membawa uang kontan terlalu banyak juga memberikan resiko keamanan, terutama bila dikatahui oleh orang banyak. Usahakan disimpan dalam tempat tersembunyi dan dipecah menjadi beberapa bagian, jadi bilamana terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, teman-teman tidak kehilangan semua uang teman-teman pada saat yang bersamaan. Misalnya sebagian disimpan dalam dompet, sebagian diselipkan dalam buku catatan, sebagian lagi ada dalam tas.

  1. Tali paracord

Tali paracord adalah tali nilon kernmantle ringan yang awalnya digunakan di jalur suspensi parasut militer. tali ini sekarang digunakan sebagai kabel utilitas keperluan umum. Salah satu contoh penggunaan yang paling fantastis dan pernah dicatat oleh sejarah adalah digunakan oleh para astronot selama misi Space Shuttle ke-82 untuk memperbaiki Teleskop Luar Angkasa Hubble. Tali ini kemudian menjadi perlengkapan survival wajib bagi para penggila kegiatan alam bebas karena kekuatan dan fungsinya. Sebagai contoh, Paracord Tipe III (jenis paracord yang paling sering diperjualbelikan dan digunakan) memiliki kekuatan untuk mengangkat beban hingga 550 lbs atau + 250 kg, bagian dalamnya berisi kepangan dari 32 helai nilon yang menjadi tujuh benang dua lapis, yang setiap benang dapat digunakan baik untuk mengikat, membuat jerat binatang atau untuk memancing, misalnya. Biasanya tali ini dibawa dalam bentuk gulungan atau di jalin menjadi gelang tangan agar mudah di bawa sekaligus menjadi aksesoris (obat gantenglah kira-kira.. 😊)

Selain peralatan diatas tentu saja peralatan yang mendukung tugas dilapangan harus di listing dengan baik dan di bawa dengan packaging yang benar seperti stetoskop bagi tenaga paramedik, mini chainsaw bagi tim SAR, de el el.

Di lokasi yang memiliki resiko bencana lanjutan seperti aftershock pada gempa bumi, longsor pada bencana banjir atau lokasi dimana tinggkat resiko keamanannya tinggi dan membuka kemungkinan teman-teman harus dievakuasi kapan saja, mempersiapkan Bug Out Bag atau sering disebut BoB sepertinya merupakan suatu keharusan. BoB sendiri sendiri mengacu pada satu set perlengkapan yang dibutuhkan dalam masa lebih kurang 72 jam setelah terjadinya bencana. Dikenal dengan nama lain seperti Bail Out Bag, Grab Bag, Personal Emergency Relocation Kit, sistem ini sendiri pada awalnya digunakan dikalangan militer hingga akhirnya dipergunakan luas dengan konsep yang sedikit berbeda sesuai kebutuhan. BoB sendiri sebenernya adalah versi compact dari list diatas, tetapi mengkhususkan diri pada evakuasi, bukan kepada penugasan, sehingga peralatan yang dikemas sedemikian rupa agar mudah di bawa dan tidak mengurangi mobilitas adalah suatu keharusan.

IMG_20140912_225229

Pada akhirnya, pilihlah peralatan yang sesuai dengan kebutuhan, dan memiliki bentuk dan ukuran yang dapat memudahkan teman-teman untuk mengaturnya dalam kompartemen tas teman-teman, sehingga tidak akan menyulitkan pada saat akan di bawa. Hal yang paling penting adalah menyelaraskan kebutuhuan dilapangan dengan kemampuan teman-teman untuk membawa dan bergerak. Salah satu rumusan paling mudah, berat ransel yang di bawa sebaiknya tidak lebih dari sepertiga berat badan teman-teman.

Semoga tulisan yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi teman-teman.

Yogi_Mahendra - QR Code

 Yogi Mahendra

 

IMG-20200201-WA0047[441]

Nah, kali ini kita akan membahas versi hardcore dari tentengan wajib warga jaman now, terutama bagi para penggemar kegiatan outdoor ataupun pekerja kemanusiaan di lingkungan yang tidak ideal. Bukan kamera G*P*o dan tripodnya teman-teman (yang sambil dadah-dadah n tereak-tereak ‘Hai GAES!!’ 😊), tapi water filter portable, dengan berbagai macam bentuk dan metode penyaringannya.

Sebelum kita mulai, ada baiknya kita mulai menjelaskan alasan dan dasar-dasar logis penggunaan peralatan ini, mengingat harganya yang lumayan mahal dan pastinya memakan tempat pada saat teman-teman memasukkannya menjadi bagian dari Bug out Bag teman-teman.

Dasar penggunaan peralatan ini dikarenakan semenjak dulu air adalah salah satu kebutuhan pokok manusia (dan belum tergantikan oleh kebutuhan kuota internet, pastinya.. hehehehehe). Tubuh manusia mengandung 60% – 70% air dan menurut Piramida Maslow, manusia hanya dapat bertahan 3 hari tanpa air. Oleh karena itu, ketersediaan air bersih, terutama untuk minum menjadi salah satu keharusan dalam hidup manusia. Namun tidak selamanya kondisi tersebut ideal, dikarenakan satu dan lain hal, adanya ancaman kesehatan akibat konsumsi air telah terkontaminasi menjadi salah satu alasan water filter portable menjadi bagian penting dari peralatan untuk survival maupun kegiatan alam bebas.

IMG-20200202-WA0000[443]

Bahaya mengkonsumsi air mentah yang telah terkontaminasi adalah jelas, dan mungkin teman-teman amat sangat familiar istilah water borne disease, namun selain itu ada juga istilah-istilah yang berhubungan dengan penularan penyakit melalui atau dengan air (saya akan menjelaskan secara garis besar dan dengan Bahasa yang mudah dipahami, karena ini bukan jurnal kedokteran, sodara-sodara.. 😊):

  1. Water Borne Disease

Merupakan penyakit yang ditularkan ke manusia akibat adanya kontaminasi baik berupa mikroorganisme ataupun zat kimia beracun pada air. Biasanya penyakit ini ditimbulkan oleh bakteri, protozoa dan cacing. Untuk penyakit dengan penyebab bakteri dan protozoa, salah satu gejala yang paling umum adalah diare, yang bilamana tidak ditangani dengan benar akan mengakibatkan dehidrasi atau kekurangan cairan parah, yang akan menimbulkan kerusakan system organ karena ketidakseimbangan asam-basa tubuh dan dapat berujung pada kematian. WHO memperkirakan bahwa water borne disease merupakan 4,1%  dari total penyebab kematian atau sekitar 1,8 juta jiwa pertahunnya, umunya diderita oleh anak-anak dan sering terjadi di daerah-daerah yang memliki sanitasi buruk. Penyakit yang sering dikategorikan sebagai water borne disease adalah kolera, kriptosporidiosis dan tipus.

  1. Water Based Disease

Adalah penyakit yang ditularkan oleh bibit penyakit yang sebagian besar siklus hidupnya di air seperti schistosomiasis (note: memang susah menyebutkannya, jangan khawatir 😊). Schistosomiasis (bilharziasis) adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing pipih (cacing pita). Ini seringkali menyebabkan ruam, demam, panas-dingin, dan nyeri otot dan kadangkala menyebabkan nyeri perut dan diare atau nyeri berkemih dan pendarahan.

  1. Water Washed Disease

Adalah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya air untuk pemeliharaan higienis perseorangan dan air bagi kebersihan alat-alat terutama alat-alat dapur dan alat makan. Penyebab dan penyebarannya juga beragam, dari Infeksi melalui alat pencernaan, Infeksi melalui kulit dan mata ataupun penyakit yang di bawa oleh binatang pengerat. Salah satu contoh penyakitnya adalah kriptosporidiosis dan askariasis atau penyakit yang disebabkan oleh cacing gelang.

  1. Water – Related Vector – Borne Disease

Adalah penyakit yang ditularkan melalui vektor penyakit yang sebagian atau seluruhnya perindukan hidupnya tergantung pada air misalnya malaria, demam berdarah, filariasis, yellow fever, dan sebagainya.

Mengingat bahaya yang telah di jabarkan diatas, berbagai cara dilakukan oleh manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih baik melalui proses kimiawi maupun biologis. Secara garis besar, ada 2 cara untuk memperoleh air bersih yaitu Water Treatment (Pengolahan Air) dan Water Purification (Penjernihan Air). Adapun perbedaaan paling mendasar dari keduanya, dimana :

Water Treatment adalah satu proses pengolahan air sehingga mencapai persyaratan yang diinginkan, seperti misalnya proses penyaringan dan flokulasi (pengolahan limbah cair untuk menghilangkan partikel-partikel yang terdapat didalamnya) dari air sungai untuk kebutuhan industri,

Sedangkan Water Purifier sendiri adalah proses yang mensyaratkan penghapusan bakteri patogen dan bahan kimia beracun untuk dapat memenuhi spesifikasi air minum.

Water purifier sendiri bisa menjadi bagian dari water treatment selama persyaratan yang dibutuhkan terpenuhi.

Lebih dalam lagi, kita akan membahas mengenai proses water purifier atau penjernihan air, sesuai dengan topik tulisan ini sendiri, dimana secara umum, ada 6 macam proses penjernihan air, hingga dapat digunakan sebagai air minum:

  1. Memasak air

Memasak air merupakan metode paling murah dan mudah dari keseluruhan proses yang ada, namun permasalahannya adalah sumber air yang digunakan untuk memasak karena mikroba patogen tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Dalam metode ini, air bersih harus dididihkan dan didiamkan selama 1-3 menit. Untuk orang yang tinggal di daerah dataran tinggi, disarankan untuk merebus air Anda lebih lama dari air yang direbus di ketinggian lebih rendah. Ini karena air mendidih pada suhu lebih rendah di ketinggian yang lebih tinggi. Air rebusan harus ditutup dan dibiarkan dingin sebelum diminum. Untuk air yang diambil dari sumur, biarkan senyawa mengendap sdan kemudian disaring sebelum digunakan.

  1. Filtrasi

Filtrasi adalah salah satu cara efektif untuk menjernihkan air dan ketika menggunakan filter multimedia yang tepat sehingga efektif dalam membersihkan air dari senyawa berbahaya. Metode ini menggunakan proses kimia dan fisik untuk menjernihkan air dan membuatnya aman untuk dikonsumsi manusia. Filtrasi menghilangkan senyawa besar dan kecil, kontaminan berbahaya yang menyebabkan penyakit dengan proses penyaringan sederhana dan cepat. Karena penyaringan tidak menghabiskan semua garam mineral, air yang telah disaring dianggap lebih sehat dibandingkan dengan air yang dijernihkan menggunakan metode lain. Ini adalah salah satu metode penjernihan air yang efektif yang memanfaatkan proses penyerapan bahan kimia yang secara efektif menghilangkan senyawa yang tidak diinginkan dari air.

Dibandingkan dengan reverse osmosis (proses pengolahan air yang menghilangkan kontaminan dari air dengan menggunakan tekanan untuk memaksa molekul air melalui membran semipermeable. Selama proses ini, kontaminan disaring dan disiram, meninggalkan air minum yang bersih), filtrasi dianggap efektif ketika mengeliminasi secara selektif senyawa molekul yang jauh lebih kecil seperti klorin dan pestisida. Faktor lain yang membuat penyaringan lebih murah adalah tidak memerlukan banyak energi yang diperlukan dalam penyulingan dibandingan dengan proses reverse osmosis. Ini adalah metode ekonomis pemurnian air karena sedikit air yang hilang selama proses berlangsung. Tetapi harap diingat bahwa peralatan filtrasi portable yang di jual dipasaran saat ini kebanyakan hanya mampu menyaring mikroorganisme seperti protozoa ataupun bakteri, tetapi tidak mampu untuk menyaring virus, kecuali yang memiliki penyaringan hingga 0.1 mikron.

  1. Destilasi

Distilasi adalah metode pemurnian air yang memanfaatkan panas untuk mengumpulkan air murni dalam bentuk uap. Metode ini efektif mengingat bahwa air memiliki titik didih lebih rendah daripada kontaminan dan elemen penyebab penyakit lainnya yang ditemukan dalam air. Air menjadi sumber panas sampai mencapai titik didihnya untuk kemudian dibiarkan pada titik didih sampai menguap. Uap ini kemudian diarahkan ke kondensor agar dingin. Saat didinginkan, uap dibalik menjadi air cair yang bersih dan aman untuk diminum. Zat lain yang memiliki titik didih lebih tinggi dibiarkan sebagai sedimen dalam wadah.

Metode ini efektif dalam menghilangkan bakteri, kuman, garam, dan logam berat lainnya seperti timbal, merkuri, dan arsenik. Penyulingan sangat ideal untuk orang-orang yang memiliki akses ke air baku yang tidak diolah. Metode ini juga memiliki kekurangan dimana proses pemurnian air yang lambat. Selain itu, membutuhkan sumber panas agar purifikasi dapat berfungsi. Meskipun sumber energi murah sedang dikembangkan, penyulingan tetap merupakan proses pemurnian air yang mahal. Ini hanya ideal (efektif dan paling murah) ketika memurnikan air dalam jumlah kecil (Tidak ideal untuk pemurnian skala besar, komersial atau industri).

  1. Klorinasi

Klorin adalah bahan kimia keras yang telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mengolah air untuk konsumsi rumah. Klorin adalah metode pemurnian air yang efektif yang membunuh kuman, parasit, dan organisme penyebab penyakit lainnya yang ditemukan di tanah atau air ledeng. Air dapat dimurnikan menggunakan tablet klorin atau cairan klorin. Sebagai produk pemurnian air alternatif, klorin murah dan efektif. Namun, harus berhati-hati saat menggunakan cairan klorin atau tablet untuk mengolah air minum. Misalnya, orang yang menderita masalah tiroid harus berkonsultasi dengan praktisi medis sebelum menggunakan produk ini. Saat menggunakan tablet klorin, penting untuk mengaplikasikannya dalam air panas, karena larut dalam air yang berada pada 21 derajat Celcius atau lebih tinggi. Tablet klorin membunuh semua bakteri sehingga air bersih dan aman. Contoh paling terkenal bagi teman-teman pekerja kemanusiaan adalah tablet penjernih air keluaran Aquamira yang mengandung klorin dioksida, Katadyne Micropur maupun Aquatabs yang berbahan aktif bentuk klorin berbasis garam yang dikenal sebagai NaDCC (Sodium Troclosene)

  1. Iodine Solution

Ini adalah salah satu metode yang efektif dan lebih nyaman. Ini juga tersedia dalam berbagai bentuk baik cairan atupun kristal dan teman-teman akan menemukan satu yang sesuai dengan anggaran yang dimilki. Memiliki kemampuan untuk membunuh virus dan bakteri, bahan ini juga ringan dan mudah digunakan. Namun, dibutuhkan sekitar tiga puluh menit sebelum dapat diminum dan bebahaya untuk wanita hamil. Selain itu, kelemahannya adalah memiliki rasa yang mungkin tidak teman-teman sukai. Setelah memasukkan tablet ke dalam wadah air, kocok wadah dan pegang botol terbalik dan tutup sedikit agar yodium mengalir ke tipis melalui tutup botol. Salah satu contoh produknya adalah Potable Aqua yang berbahan dasar tetraglycine hydroperiodide

  1. Cahaya Ultraviolet

Membutuhkan alat sepeti senter namun memancarkan cahaya ultraviolet. Teman-teman cukup mengaduknya di dalam air selama beberapa menit dan bakteri sudah dapat dibunuh. Ini sangat mudah untuk dibawa dan sangat mudah digunakan. Namun, akan membutuhkan baterai untuk mengoperasikannya dan baterai bisa habis. Selain itu, partikel padat di dalam air tidak disaring.

PORTABLE WATER FILTER – FILTER AIR PORTABEL

Nah, sekarang kita memasuki bagian utama dari tulisan ini, mengenai filter air portabel  yang umumnya di bawa dan digunakan teman-teman pada saat beraktifitas di alam bebas maupun saat kondisi darurat. Namun, satu hal yang harus diingat, hampir semua filter air portabel yang dijual di pasaran, diperuntukkan untuk kegiatan alam bebas, bukan untuk penggunaan di wilayah yang mengalami wabah penyakit yang diakibatkan oleh virus yang dapat mengkontaminasi air seperti polio, hepatitis A, maupun ebola. Sebaiknya menggunakan metode berlapis bilamana teman-teman betugas di lokasi seperti ini, misalnya dengan tetap memasak air yang akan dimasukkan kedalam filter air portable dan diminum, melakukan proses penjernihan air secara kimiawi selain memfilter air. Bukan overkill sodara-sodara, tetapi lebih baik mencegah daripada mengobati.

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan manakala teman-teman akan memilih filter air portabel yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan teman-teman:

  1. Kode pada filter air portabel

Seperti pada tulisan sebelumnya, adalah sangat penting untuk mengerti kode-kode yang dituliskan pada produk yang dijual, terutama bila hal ini menyangkut masalah kesehatan:

  • BPA Free Plastic

BPA mengacu pada senyawa Bisophenol A, yang merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mengeraskan wadah makanan dari plastik dan digunakan juga dalam kaleng logam untuk mencegah terjadinya korosi. BPA memiliki komponen aktif seperti hormon estrogen. Bahan tersebut jika larut dalam air sangat berbahaya, dapat menjadi akar penyakit kesehatan. Penyakit yang ditimbulkan yaitu jumlah sperma yang rendah, risiko obesitas, pubertas dini, bahkan kanker. Produsen di seluruh dunia telah beralih ke plastik bebas BPA (BPA Free) karena dianggap aman. Wadah plastik bebas BPA ternyata belum sepenuhnya aman, karena masih dilaporkan adanya gangguan kesehatan setelah menggunakan produk-produk ini.

  • NSF/ANSI 53

Filter disertifikasi untuk mengurangi kontaminan dengan efek kesehatan. Efek kesehatan ditetapkan dalam standar ini sebagaimana diatur oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) dan Health Canada. Standar ini  mencakup adsorpsi / filtrasi yang mana adalah proses yang terjadi ketika cairan, gas, atau zat terlarut / tersuspensi melekat pada permukaan, atau di dalam pori-pori, media adsorben. Filter karbon adalah contoh dari produk jenis ini.

  • NSF/ANSI 58

Filter ini disertifikasi menggunakan sistem reverse osmosis yang mana menggabungkan proses yang menggunakan tekanan balik untuk memaksa air melalui membran semi-permeable. Sebagian besar sistem reverse osmosis menggabungkan satu atau lebih filter tambahan di kedua sisi membran. Sistem ini mengurangi kontaminan yang diatur oleh Health Canada dan EPA.

  1. Ukuran pori pada filter yang digunakan

Saat ini beragam ukuran pori yang digunakan oleh produk-produk filter air portabel dengan kisaran 1 hingga 0.1 micron. Yang terbaik adalah menggunakan filter dengan ukuran pori-pori sebesar 0.1 micron, karena dapat menyaring hampir semua mikro organisme yang dapat membahayakan kesehatan.

  1. Berat dan volume filter air portabel

Saya rasa ini merupakan suatu keharusan, karena amat sangat tidak efektif membawa filter air portabel yang terlalu besar dan berat. Hal ini misalnya dapat menjadi pertimbangan, ketika memilih antara voleme air yang dihasilkan dengan kebutuhan, tidak perlu rasanya membawa filter air yang mampu menghasilkan puluhan gallon permenit, sedangkan ini untuk keperluan pribadi saja.

  1. Kecepatan filtrasi

Setiap filter air portabel menghilangkan kontaminan dari air pada tingkat tertentu. Beberapa produk menghasilkan beberapa ons air bersih setiap menit, sedangkan yang lain dapat menghasilkan hampir 20 ons air dalam jangka waktu yang sama. Menggunakan produk yang mampu menyaring air dengan cepat bisa menjadi keuntungan jika teman-teman berencana bepergian atau berkemah dengan sekelompok besar orang (kembali lagi, mengacu pada poin 3). Jadi, pilihlah yang menghasilkan air bersih dengan laju aliran yang memadai karena cukup penting untuk memuaskan dahaga teman-teman dengan cepat dan efektif.

  1. Umur dari alat penyaring

Setiap alat penyaring memiliki umur yang terbatas dan datang dalam berbagai ukuran. Beberapa model mungkin bertahan selama beberapa minggu, sementara yang lain dapat digunakan dengan hasil yang baik bahkan untuk beberapa bulan. Ini tentunya mempengaruhi efisiensi produk tersebut pada saat digunakan teman-teman dilapangan.

  1. Kemudahan dalam penggunaannya

Terlepas dari kenyataan bahwa filter air portabel kecil dan ringkas, tidak semua filter air portabel nyaman dan mudah digunakan. Beberapa model produk dilengkapi dengan instalasi terperinci dan instruksi pengarahan, dan teman-teman mungkin harus membawa pamflet petunjuk saat bepergian untuk memastikan teman-teman memasang filter air dengan benar ke mana pun teman-teman pergi. Di sisi lain, beberapa model sangat mudah digunakan, dan teman-teman hanya perlu mengambil air dan meminumnya, seolah-olah Anda menggunakan sedotan.

  1. Daya tahan

Pastikan produk yang dibeli memiliki ketahanan terhadap penggunaan yang sedikit ‘kasar’, terutama mengingat penggunaanya rata-rata adalah di alam bebas ataupun di kondisi ekstrim.

  1. Perawatan

Perawatan dan pembersihan adalah aspek lain yang sangat penting untuk diperhatikan saat membeli produk terbaik yang menghilangkan bahan kimia dan mikroorganisme. Filter membuat air lebih bersih dan lebih aman untuk diminum. Penggunaan terus menerus tanpa pembersihan menyebabkan penyumbatan kotoran dan kontaminan lainnya dapat secara negatif mempengaruhi efisiensi produk. Itulah mengapa sangat penting untuk mengetahui bagaimana proses membersihkan filter air portabel yang teman-teman beli dan seberapa sering harus dibersihkan dan seberapa sering kontainer diharapkan diganti sebelum membeli produk tertentu.

IMG-20200201-WA0048[442]

Adapun jenis-jenis filter air portable yang ditawarkan di pasaran:

  1. Filter dalam bentuk botol air

Filter botol adalah filter air portabel yang cukup populer karena memiliki keuntungan menjadi berguna bahkan ketika teman-teman tidak perlu menyaring air yang akan diminum. Selain karena mudah digunakan, filter botol juga dapat digunakan hanya sebagai botol ketika yakin bahwa sumber airnya aman dan sehat. Meskipun sebagian besar filter botol menggunakan filter fiber untuk mendekontaminasi air, namun beberapa model tertentu sebagai alternatif menggunakan filter karbon aktif blok padat.

Beberapa model bekerja seperti filter berbentuk sedotan yang tergantung pada daya isap teman-teman untuk menginduksi air yang terkontaminasi melalui filter. Filter botol juga merupakan filter air portabel yang menghilangkan bahan kimia.

Kelebihan:

  • Secara efektif mengurangi logam berat, arsenik, dan kontaminan berbahaya lainnya di dalam air.
  • Secara efektif memblokir bakteri dan virus dari air yang akan di minum.
  • Mineral bermanfaat tetap berada di dalam air

Kekurangan:

  • Garam terlarut seperti fluorida dan nitrat tidak berkurang
  • Tidak mengurangi cadmium

Salah satu contoh dari filter portabel tipe ini adalah Lifestraw Go, Grayl Ultralight Water Purifier,

IMG-20200202-WA0001[444]

  1. Filter berbentuk sedotan (Straw Filter)

Filter air sedotan adalah solusi penyaringan air portabel paling ringan yang tersedia di pasar. Sama seperti namanya, tidak seperti sedotan biasa, filter sedotan portabel ini biasanya terlihat seperti sedotan yang terlalu besar, tetapi mereka bekerja persis seperti sedotan biasa. Selain itu, sangat mudah digunakan, karena yang harus teman-teman lakukan adalah mendekat ke sumber air dan mengambil air di mulut menggunakan filter sedotan.

Tidak seperti sedotan biasa, filter ini membutuhkan daya sedot yang lebih kuat untuk membuatnya bekerja, tetapi proses penyaringannya relatif cukup mudah dan mudah. Filter umumnya terbuat dari membran serat berlubang selebar 0,2 mikron. Serat-serat ini tergabung dengan erat, sehingga air harus melewati banyak lapisan serat sebelum mencapai sedotan yang sebenarnya. Seratnya juga sangat keropos namun kecil. Ini juga merupakan filter air portabel yang andal yang menghilangkan bahan kimia.

Kelebihan:

  • Menghapus semua sedimen dan puing secara efisien
  • Menghilangkan partikel yang menyebabkan air terasa dan berbau tidak enak.
  • Menghilangkan bakteri, virus, protozoa, parasit secara efisien

Kekurangan:

  • Lubang-lubang di membran gampang tersumbat oleh material kecil seperti kerikil, sedimen, dan bakteri seiring waktu, jadi tidak terlalu tahan lama.
  • Tidak terlalu efisien untuk menghilangkan kontaminan terlarut seperti klorin, logam berat, dan obat-obatan

Salah satu contoh dari filter portabel tipe ini adalah Lifestraw

  1. Filter berbentuk pompa

Meskipun tidak terlalu kecil seperti filter sedotan dan botol, tetapi saringan pompa masih cukup kecil untuk hanya memakan sedikit ruang di ransel teman-teman. Dengan metode filter pompa, saluran timah kecil dihubungkan dari filter ke sumber air dan lainnya dari filter ke penerima sedangkan air diambil menggunakan pompa tangan kecil. Beberapa produsen menggunakan filter serat, sementara yang lain menggunakan filter keramik saat menggabungkan teknik filtrasi dengan filter karbon aktif. Filter pompa ini berpori dan memiliki ukuran mikron 0,5-1. Namun, karena ukuran mikron, beberapa bakteri dan virus dapat melewati filter dan karena alasan ini, beberapa produsen menggabungkannya dengan metode karbon aktif. Nah, ini adalah filter air portabel andal yang menghilangkan bahan kimia.

Kelebihan:

  • Rasa dan bau air terjaga seperti alami.
  • Biasanya, filter karbon aktif harus diganti hanya setahun sekali
  • Mineral bermanfaat dalam air tidak hilang.

Kekurangan:

  • Filter itu sendiri dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang terperangkap jika tidak dirawat dan diganti pada saatnya
  • Pori-pori di butiran karbon besar, dan mereka tidak akan menghentikan beberapa spesies bakteri.

Salah satu contoh dari filter portabel tipe ini adalah Katadyn Pocket Water Filter, Survivor Filter Pro.

  1. Filter gravitasi (Gravity Filter)

Filter gravitasi sangat ideal untuk kondisi darurat karena tidak memerlukan pasokan air yang konstan untuk berfungsi. Ini juga sangat bermanfaat bagi para pelancong yang bepergian ke daerah-daerah terpencil di mana air bersih sulit ditemui. Untuk filter gravitasi, ada beberapa opsi yang merupakan salah satu ulasan filter air portabel terbaik. Dalam jenis filter gravitasi ini, dua wadah ditempatkan di atas satu sama lain. Air dibuang ke wadah yang ditempatkan di atas yang lain dan tarikan gravitasi kemudian menyebabkan air melewati filter ke wadah di bawah ini. Di bagian bawah wadah di bawah ini ada keran yang kemudian terbuka untuk mengakses air yang disaring. Filter gravitasi menggunakan campuran keramik dan filter karbon aktif dan karena kombinasi ini, air yang disaring bebas dari kontaminan berbahaya dan aman untuk diminum.

Kelebihan:

  • Secara efisien menghilangkan bakteri, virus, protozoa, dan parasit dari air
  • Dapat menghilangkan beberapa herbisida, pestisida, dan kontaminan buatan lainnya yang dapat mempengaruhi air
  • Dapat menyaring klorin dari air
  • Cartridge filter dapat bertahan hingga satu tahun penggunaan

Kekurangan:

  • Berukuran lebih besar dari jenis filter air lainnya
  • Terdiri dari beberapa bagian, dan membutuhkan waktu untuk instalasi.
  • Wadah pertama dapat mencemari wadah kedua jika tidak disimpan dengan benar

Salah satu contoh dari filter portabel tipe ini adalah Clatterans, Lifestraw Flex.

  1. Filter ultraviolet

Meskipun filter UV tidak terlalu sering digunakan, namun ada beberapa filter air portabel UV yang baik dijual dipasaran. Model filter ini beroperasi dengan baterai, sehingga harganya lebih tinggi. Salah satu keuntungan menggunakan filter UV adalah filter ini relatif cukup efektif melawan bakteri dan parasit.

Kelebihan:

  • Menjaga aroma dan rasa air
  • Bekerja dengan cepat
  • Mineral yang bermanfaat tidak dihilangkan dari air
  • Efektif melawan bakteri, virus, protozoa, dan parasit

Kekurangan:

  • Membutuhkan baterai
  • Efektivitasnya berkurang karena airnya lebih kotor.
  • Sedimen dan puing-puing di dalam air dapat memengaruhi efek filter secara negatif
  • Tidak mampu menghilangkan logam berat atau bahan kimia seperti klorin

Salah satu contoh dari filter portabel tipe ini adalah Katadyn Adventurer Opti.

Berikut ini adalah sedkit tips dari teman saya, Putomo Sulistiyo (Thanks bro!): Untuk menjaga performa filter portabel agar tetap bekerja secara optimal maka kita harus menjaga kebersihan filter portabel dan menyimpan nya dengan benar.

Setiap filter portabel akan memiliki cara membersihkan yang mungkin berbeda beda antara merk satu dengan yang lain nya, pada umum nya cara yang dapat diaplikasikan untuk membersihkan filter portabel adalah:

  1. Rendam bagian inlet filter portabel di air bersih selama beberapa saat untuk mengeluarkan sedimen2 yang terakumulasi di inlet, dapat juga dibantu dengan sikat/kuas untuk kotoran yang tidak larut.
  2. Beberapa filter portabel mempunyai fitur backwash yaitu proses untuk membalik metode penyaringan untuk membersihkan nya, hal ini juga perlu dilakukan untuk menjaga filter portabel tetap prima dan memperpanjang masa pakai.
  3. Apabila diperlukan, dapat juga dilakukan pembersihan filter portabel dengan menggunakan cairan disinfektan Iodine 1% yang dilarutkan dengan air, jangan lupa untuk membilas nya dengan air bersih beberapa kali dan keringkan.
  4. Setelah langkah2 diatas, yang juga tidak kalah penting adalah cara penyimpanan filter portabel, usahakan untuk menyimpan filter portabel di tempat yang terkontrol kelembaban nya dan usahakan pula di tempat yang tertutup agar filter portabel tifak menyerap bau/ uap air yang tidak bersih. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyimpan filter portabel di dalam kontainer plastik rapat dan disimpan didalam kulkas. Kantong plastik dengan segel klip (zipper bag) juga bisa dipakai.

Demikianlah ulasan saya yang (tidak) singkat ini, semoga memberikan manfaat bagi teman-teman. Pada akhirnya, bagaimanapun, semua produk memiliki kelebihan dan kekurangan dan banyak metode tambahan untuk mencegah teman-teman mengalami masalah kesehatan pada saat mengkonsumsi air dengan kualitas yang kurang baik seperti vaksinasi dan lain sebagainya.

Bahan diambil dari berbagai sumber.

Yogi_Mahendra - QR Code

Yogi Mahendra

Setelah sekian lama tidak menulis di blog ini, kali ini saya akan mencoba mengulas mengenai barang yang sudah menjadi perlengkapan wajib bagi teman-teman pengendara sepeda motor, maupun yang menggunakan transportasi publik (saya amat jarang melihat orang yang membawa mobil pribadi dan menggunakannya, hehehe…). Ya, masker wajah. Namun karena ini bukan blog kecantikan, maka kita tidak akan membahas mengenai masker bangkuang ataupun masker lidah buaya (maap ya ibu-ibu.. 😊), tetapi kita akan membahas mengenai masker wajah yang digunakan untuk mencegah masuknya partikel-partikel jahat (apa yang uda kamu buat itu jahaaad, partikel! – AADC Mode: ON) melalui saluran pernapasan ataupun untuk menghindari orang lain terkontaminasi oleh penyakit yang sedang kita derita.

Secara umum, tujuan utama penggunaan masker adalah sebagai penutup mulut dan hidung, yang berfungsi sebagai barrier atau pembatas untuk menghindari kontaminasi agar tidak keluar dari mulut orang yang sakit dan menyebar ke lingkungan atau dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Mengenakan masker wajah sekali pakai biasanya dianggap sebagai praktik kesehatan yang dianjurkan bagi penderita penyakit untuk mencegah penyebaran penyakit. Masker dianggap efektif ketika orang yang terinfeksi mengenakannya dan tidak memiliki kontak langsung dengan orang-orang di sekitarnya, namun kasusnya berbeda dengan petugas kesehatan yang rentan terinfeksi karena mereka sering terpapar penyakit. Orang dengan kondisi medis seperti emfisema atau asma disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengenakan masker karena dapat memperburuk kondisi pernapasan mereka.

3M Mask

Seperti yang telah dijelaskan diatas, penggunaannya pun meluas, dari fungsi kesehatan, juga digunakan bagi teman-teman yang bekerja di lingkungan yang rentan dengan bahaya yang dapat masuk melalui saluran pernapasan.

Ada banyak sekali jenis masker wajah yang ditawarkan di pasaran, dari mulai disposable mask tipis yang biasa digunakan oleh tenaga medis dan ditawarkan oleh pengemudi ojek online saat mereka akan mengantar kita sampai masker wajah yang berspesifikasi tinggi dan digunakan sebagai perlengkapan wajib pada saat ditugaskan di wilayah-wilayah yang mengandung resiko kontaminasi bahan-bahan berbahaya.

Secara umum, saya akan mencoba menjelaskan bagaimana filter pada masker dapat memberikan perlindungan bagi penggunanya:

  1. Memfiltrasi partikel yang masuk

Ketika teman-teman memegang kain atau sapu tangan di atas mulut untuk mencegah debu keluar dari paru-paru, teman-teman telah membuat filter partikel yang diimprovisasi. Dalam masker gas yang dirancang untuk melindungi dari ancaman biologis, filter partikulat yang umumnya memiliki kemampuan menyaring hingga 0.3 mikron berguna karena bakteri atau spora antraks yang mungkin memiliki ukuran minimum 1 mikron.

  1. Penyerapan atau adsorpsi kimia

Ancaman bahan kimia membutuhkan pendekatan yang berbeda, karena bahan kimia datang sebagai kabut atau uap yang sebagian besar kebal terhadap penyaringan partikel. Pendekatan yang paling umum dengan bahan kimia organik (apakah itu asap cat atau racun saraf seperti Sarin) adalah arang aktif atau karbon. Arang aktif adalah arang yang telah diolah dengan oksigen untuk membuka jutaan pori-pori kecil di antara atom-atom karbon.

Kata penyerapan penting di sini. Ketika suatu bahan menyerap sesuatu, ia melekat pada bahan lain oleh daya tarik kimia. Luas permukaan arang aktif yang besar membuatnya menjadi situs ikatan yang tak terhitung jumlahnya. Ketika bahan kimia tertentu lewat di sebelah permukaan karbon, material tersebut menempel pada permukaan dan ‘terjebak’ disitu.

Arang aktif mampu menangkap kotoran berbasis karbon (bahan kimia “organik”), dan juga hal-hal seperti klorin. Banyak bahan kimia lain tidak dapat diikat oleh karbon sama sekali – natrium dan nitrat contohnya. Ini berarti bahwa filter arang aktif akan menghilangkan kotoran tertentu saja. Ini juga berarti bahwa, setelah semua situs pengikatan terisi, filter arang aktif berhenti bekerja dan pada saat itu teman-teman harus mengganti filter masker teman-teman. Kadang-kadang, arang aktif dapat diolah dengan bahan kimia lain untuk meningkatkan kemampuan adsorpsi untuk racun tertentu.

  1. Reaksi kimia untuk menetralisir suatu bahan berbahaya

Misalnya, selama serangan gas klorin pada Perang Dunia I, tentara menggunakan masker yang mengandung bahan kimia yang dirancang untuk bereaksi dengan dan menetralkan klorin. Dalam respirator industri, teman-teman dapat memilih dari berbagai filter tergantung pada bahan kimia yang perlu Anda hilangkan. Di Amerika, filter yang berbeda diberi kode warna oleh standar NIOSH (The National Institute for Occupational Safety and Health) untuk material seperti asam dan amonia.

Filter disposable mask / with valve

Kala kita akan memilih masker yang tepat, kita seringkali bingung dengan banyaknya model dengan kode-kode yang ajaib, yang terkadang membingungkan, seperti teman-teman jones yang terjebak di friendzone kelihatannya.. 😊. Untuk itu saya akan mencoba menguraikan lebih lanjut kode-kode yang ada pada masker hingga diharapkan teman-teman dapat memilih masker yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

  1. N

Ini kode yang paling sering ditemui pada masker-masker yang dijual dipasaran. Umumnya kode yang digunakan adalah N95, N99 dan N100. Kode ini mengacu pada efisiensi masker tersebut dalam menyaring partikel-partikel berbahaya yang ada di udara. Contohnya, masker dengan kode N95, berarti masker tersebut dapat menyaring 95% partikel berbahaya, sedang N99 berarti masker tersebut dapat menyaring 99% pertikel berbahaya. Akan tetapi selain kode ini, ada kode-kode lain yang wajib teman-teman perhatikan.

  1. D

Kode ini artinya masker tersebut telah lolos uji dolomite, yang artinya masker ini lebih tahan terhadap resiko penyumbatan pada saat pengguna bernafas, yang tentunya berpengaruh terhadap kenyamanan pengguna.

  1. V

Kode ini mengacu pada kata ‘valve’ yang artinya masker tersebut memiliki katup untuk pernafasan, yang tentunya untuk memastikan kenyamanan, dimana level CO2 dan kelembaban dalam masker ada dalam level serendah mungkin.

  1. Dv

Ini artinya masker tersebut telah lolos uji dolomite dan memiliki katup pernafasan.

  1. R

Mengacu pada kata ‘reusable’, ini artinya masker tersebut dapat digunakan berulang kali.

  1. NR

Mangacu pada kata ‘non-reusable’ yang artinya masker ini hanya dapat digunakan sekali. Kode ini harus diterakan pada kotak ataupun pembungkus masker, dan bilamana tidak tertera, sebaiknya masker hanya digunakan sekali saja.

  1. EN 149

Kode ini mengacu pada sebuah standar, dimana masker tersebut telah melalui pengujian tersertifikasi dan dapat melindungi dari debu, uap maupun serat, kemudian filternya telah melalui uji efisiensi dan kebocoran pada bagian ujung-ujung masker maupun kapasitas udara yang dapat keluar masuk telah lolos uji juga.

  1. OEL (Occupational Exposure Limit)

Standard ini merupakan acuan untuk jumlah ataupun konsentrasi bahan berbahaya yang masih dapat diterima di lokasi perkerjaan. Amat banyak daftar bahan-bahan berbahaya tersebut dan biasanya diatur oleh pemerintah negara masing-masing dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

  1. APF (Assigned Protection Factor)

Kode ini mengindikasikan seberapa baik masker ini melindungi pengguna dari material berbahaya. Masker dengan kode AFP 4 misalnya, berarti masker ini dapan mengurangi konsentrasi material berbahaya diudara dan akan terhirup oleh pengguna sebanyak 4 kali.

  1. FFP (Filtering Face Piece)

FFP mengacu pada kemampuan masker untuk melindungi pengguna dari debu, asap dan kabut yang mengandung uap air seperti aerosol, tetapi harap diingat, masker dengan spesifikasi ini tidak memberikan perlindungan terhadap uap air dan gas.

Secara umum, FFP dibagi atas 3 kelas, yaitu FFP 1, FFP 2 dan FFP 3.

  • FFP 1

Melindungi dari partikel-partikel yang besar dan solid. Hanya beguna untuk melindungi dari substansi yang mengiritasi, bukan material berbahaya. Minimum efesiensi filternya adalah 78%.

  • FFP 2

Melindungi dari partikel-partikel yang lebih kecil dan uap berbentuk seperti aerosol.  Minimum efesiensi filternya adalah 92%.

  • FFP 3

Melindungi dari partikel-partikel yang lebih kecil dan uap berbentuk seperti aerosol dan beracun.  Minimum efesiensi filternya adalah 98%.

Di bawah ini adalah table yang mungkin dapat membantu teman-teman untuk memilih masker yang tepat sesuai dengan pekerjaan teman-teman. Namun harap diingat, bahwa table ini hanya panduan dan sebaiknya mengecek kondisi lingkungan dan kemungkinan kontaminasi sebelum memutuskan untuk memilih. Dan dalam kondisi ekstrim, penggunaan perlengkapan keamanan tambahan seperti kaca mata, sepatu boot karet amat sangat diwajibkan.

Tabel FFP 01

Akhirnya, semoga tulisan yang saya rangkum dari berbagai sumber ini dapat memberikan manfaat kepada teman-teman.

Foto dan tulisan dirangkum dari bebagai sumber.

Yogi_Mahendra - QR Code

 Yogi Mahendra

Writer : Muhammad Rasyad Bisma Wiratara 

HT01

Selamat pagi rekan-rekan EDC Indonesia, setelah beberapa waktu tidak mengirim tulisan ijinkan kali ini saya berbagi tulisan, yang pada akhirnya menjadi pelajaran bagi saya pribadi agar jangan minder dan jangan dengarkan perkataan miring orang lain mengenai peralatan / gear yang kita bawa dalam EDC harian. Kisah ini bagi saya pribadi menjadi titik balik / turning point  saya, mengenai kesadaran akan kesiapsiagaan sebagai dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum memulai lebih lanjut, izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Muhammad  Rasyad Bisma Wirata, biasa dipanggil Bisma, seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan  kelas 2.  Dalam keseharian saya selalu membawa peralatan EDC ringan seperti obat-obatan, Leatherman Micra dan senter di tas, bersama printilan lain. Namun, semenjak 5 bulan lalu ada satu gear yang saya tambahkan yaitu sebuah handheld transceiver atau biasa di sebut HT keluaran Alinco dengan seri DJ-W500. Beberapa komentar iseng dan miring sudah sering saya dengar, seperti  “Ngapain bawa HT?”, “Buat apa? Kayak satpam aja sih?”, dan masih banyak lagi, yang keluar dari teman-teman sekeliling saya.

HT03Gambar 1. Bagian depan HT

Bagian depan HT ini memiliki layar dan keypad, memudahkan kita untuk melihat dan menginput frekuensi yang kita kehendaki. Kenapa saya memilih HT seperti ini, karena tipe ini bukan tipe profesional yang mengharuskan input melalui komputer, mengingat saya adalah pengguna amatir yang menginginkan dapat melakukan perpinadahan frekuensi dimana saja tanpa harus bergantung pada komputer. Fungsi-fungsi dasar HT juga terdapat pada shortcut  dibagian keypad. Layar depan HT ini bisa menampilkan dua  frekuensi (digambar frekuensi sudah di save dan diberi nama) agar dalam situasi yang perlu standby pada 2 frekuensi dapat dilakukan.

HT04Gambar 2. Bagian kiri HT

Pada bagian kiri HT terdapat tombol PTT (fungsi transmisi) dan tombol untuk mengecek voltase baterai.

HT05Gambar 3. Bagian kanan HT

Pada bagian kanan HT terdapat slot untuk handsfree / ekstra microphone yang bertujuan untuk mempermudah penggunaan disaat kita membutuhkan mobilitas yang tanggi.

HT06Gambar 4. Bagian belakang HT

Sedangkan pada bagian belakang HT terdapat pocket clip yang kuat ( ini wajib, agar HT tidak terlepas). HT ini juga memiliki 2 knop rotari diatas , satu untuk volume dan satu lagi berfungsi sebagai memory switch.

Berikut ini saya akan coba berbagi sebuah pengalaman saya yang juga menjadi alasan kenapa saya yakin bahwa HT menjadi bagian penting dari EDC gear saya sehari-hari.

Pada 10 Maret 2018, saya diajak mendaki ke Gunung Panderman yang berlokasi di Batu, Jawa Timur. Saya beserta ketiga teman saya (salah satunya membawa HT juga) berangkat dari kota Malang dan dari awal memang memiliki niat untuk melakukan uji coba HT di gunung tersebut sembari berkemah. Kami berangkat pada pukul 22.00  WIB dan tiba di sana pada pukul 23.30 WIB. Setelah melakukan registrasi, naiklah kami dengan tujuan Latar Ombo sebagai titik dimana kami dapat berkemah. Pendakian relatif sedikit licin karena hujan yang mengguyur. Pada saat kami tiba di Latar Ombo, salah satu adik kelas yang sudah berangkat lebih dulu melaporkan ke kami mereka menemukan satu penyintas di salah satu jalur sebelum Latar Ombo. Saat kami temukan, pria itu  dalam kondisi basah dan tanpa alas kaki dan tanpa tas. Rupanya dia adalah solo hiker, berangkat dari sore namun  di tengah trek dia tersesat dan terkena hujan, tergelincir jatuh dan mengalami memar serta luka. Tas carriernya tertinggal di jalur pendakian dan pada saat ditemukan hanya membawa tas slempang.

Mengingat kondisinya yang sedikit memprihatikan, kami pun segera memasang tenda, memasak air sembari mencoba menstabilkan kondisi korban dan bertanya mengenai kejadin sesungguhnya. Setalah bertanya dan melihat kondisi korban, dugaan awal kami korban menderita Hipotermia, yang artinya membutuhkan perawatan lebih lanjut. Kamipun segera coba mengontak nomor yang ada di tiket registrasi, yang ternyata  adalah nomor PERHUTANI dan tidak dapat dihubungi. Tak putus asa, saya keluarkan HT saya dan coba mengontak frekuensi RJT Kota Malang yang diterima Mas Dandi Widhi. Ternyata karena kami berada di Batu rekan rekan RJT tidak dapat mengkondisikan, maklum saat mengkontak kami lupa menyebutkan lokasi di Batu (karena panik mungkin), setelah itu kami mencoba frekuensi RAPI lokal daerah Batu yang diterima dengan baik biarpun kami tidak menggunakan 10 kodenya RAPI, tapi sedikit kode bisa saya pahami yang menanyakan identitas saya sebagai operator.

Setelah identtitas kami dan penyintas jelas kami diberi kabar bahwa rekan BPBD Kota Batu yang dipimpin oleh Ockta Hero akan segera meluncur ke lokasi kami berkemah. Hati kami lega mendapatkan kabar tersebut. Setelah beberapa waktu menunggu, rekan-rekan BPBD datang (sejumlah 9 personel) dan langsung melakukan pengecekan kondisi korban dan melakukan penanganan dan kemudian pada pukul 02.00WIB korban di bawa kembali untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Kami sangat berterima kasih kepada RAPI dan BPBD Kota Batu atas responnya yang sangat cepat.

HT07

Berkaca dari kejadian tersebut, saya sangat bersyukur membawa HT pada saat itu dan memahami harus mengkomunikasikan berita kejadian dan siapa yang harus dihubungi pada saat terdesak. Bisa dibilang satu nyawa telah terselamatkan dari HT Alinco hitam ini. Teman-teman seregu saya juga lega dan banyak bersyukur dapat membantu sesama. Semenjak itu tidak ada keraguan saya dalam membawa HT ini dan ingin segera memiliki ijin resmi agar semakin legal dan nyaman dalam menggunakan jalur komunikasi ini.

Terimakasih banyak rekan rekan RJT Kota Malang untuk kesediaan frekuensinya darurat di wilayah Kota Malang (Mas Dandi Widhi), Besar harapan saya bisa saling membantu sesama seperti rekan RJT (hehehe). Rasa salut juga saya berikan kepada rekan BPBD Kota Batu (Om Ockta Hero) dan rekan RAPI se Nusantara khususnya kota Batu atas frekuensi dan bantuan hubungan ke BPBD.

HT08Penulis

Spesifikasi Teknis Alinco DJ-W500

General
Frequency range: [T: TX] 144 – 148MHz, 420 – 450MHz
[T: RX] 136 – 174MHz, 400 – 480MHz
Modulation: F3E (FM)
Frequency step: 2.5, 5, 6.25, 8.33, 10, 12.5, 20, 25, 30 and 50KHz
Memory channel: 200 memory channels in total
Antenna impedance: 50ohm unbalanced
Frequency stability: +/- 2.5ppm
Supply voltage: DC 7.4V (Battery)
Current consumption: 1400mA TX / 300mA receive at Max audio output
70mA squelched
Battery-save ON: average 27mA
Temperature range: Unit -20 ~ +55digC (-4 ~ 131digF)
Battery packs: -10digC to +45digC (+14 to +113digF)
Dimensions: 59.0W~98.0H~35.0D mm or 2.32W~3.86H~1.38D inches w/o projection
Weight: Approx.227g or 8.01oz inclusive of battery pack and antenna
Transmitter
Power Output:
(Approx.value)
Approx.5 / 2.5 / 1W
Modulation: Variable reactance FM
Spurious emission: -60dB or less
Max. deviation: FM : +/- 5KHz NFM: +/- 2.5KHz
Receiver
System: Direct-conversion
Sensitivity: Wide -12dBu / Narrow -9dBu
Intermediate frequency: 1st IF 38.85MHz, 2nd IF 450 KHz
Selectivity: -6dB : Wide 12kHz /Narrow 10kHz or more
-60dB :Wide 30kHz / Narrow 24kHz or less
AF output: 1W (10% distortion)

 

 

Forging For Dummies

Posted: April 23, 2018 in Article, Knife, Pengenalan EDC

 

Forging for Dummies

20180423_201555

Source : Cornelius Rusandhy , Writer : Yogi Mahendra

Kepada teman-teman pembaca setia blog ini pasti pernah mengingat salah satu tulisan saya pada beberapa tahun lalu, Knives For Dummies. Nah, kali ini sebagai kelanjutannya saya akan mencoba untuk mengulas sedikit mengenai proses penempaan pisau, atau dengan biasa juga disebut forging. Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bro Cornelius yang menyempatkan waktunya menjadi narasumber dan mempraktekkan dasar-dasar penempaan agar saya dapat dengan mudah mengerti materi yang akan saya jabarkan di bawah ini. Harap diingat, materi yang saya jabarkan di bawah ini adalah garis besar agar para pemula dapat mengerti istilah dan konsep dasar penempaan pisau. DIbutuhkan pembelajaran lebih lanjut agar dapat mengerti lebih detail proses pembuatan pisau dan karakteristik baja itu sendiri.

Secara garis besar teknik forging atau penempaan terbagi atas 2, yaitu :

  1. Stock Removal

= Pembuatan pisau dengan metode pemotongan, grinding tanpa melalui proses tempa pada umumnya. Biasanya bahan yang digunakan sudah berbentuk plat yang sesuai dengan ukuran pisau dan langsung di gambar dan kemudian dipotong sesuai bentuk designnya.

  1. Forging / penempaan

= Proses pembuatan pisau dengan menggunaka suhu panas dan dibentuk melalui beberapa proses penempaan yang akan dujelaskan lebih lanjut dibawah ini.

20180423_202117

Istilah-istilah umum pada penempaan (beberapa istilah yang berkaitan dapat ditemukan di tulisan Knives For Dummies) :

  1. Heat Treatment atau HT : adalah proses pemanasan pada baja untuk mendapatkan struktur atom yang kita inginkan.
  • Anilling : proses mengembalikan kondisi baja kepada kondisi terempuk untuk mempermudah pembentukan dalam proses dingin (gerinda, bor, kikir, dll)
  • Normalizing : proses mengembalikan struktur baja pada kondisi stabil dan merata. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terjadinya warping (pembengkokan).
  • Hardening : proses pengerasan pada baja dengan merubah struktur.
  • Quenching / penyepuhan : proses pendinginan mendadak dari suhu tinggi yang dicapai pada proses hardening untuk menghasilkan struktur terkeras yang bisa dihasilkan sebuah baja.
  • Tempering : proses yang dilakukan dengan menggunakan suhu panas untuk menurunkan kekerasan dan menambah ‘keuletan’ baja.
  1. Profile Forging : proses pembentukan material menjadi bentuk yang kita inginkan
  2. Bevel Forging : penempaan pada mata bilah untuk mendapatkan sudut bevel yang kita inginkan
  3. Hardness Rockwell : satuan kekerasan yang umumnya digunakan pada logam. Ada beberapa skala yang biasa digunakan yaitu :
  • HRA : dulunya digunakan untuk menentukan kekerasan material pada logam non-ferrum
  • HRB : biasanya digunakan untuk menentukan kekerasan material pada logam dengan kandungan ferrum
  • HRC : umumnya digunakan untuk mengukur kekerasan material pada bahan bahan baja atau Ferrum-Carbon
  1. Anvil : landasan tempa
  2. Tongs / Capit : alat bantu untuk ‘memegang’ material yang akan di tempa. Harap dingat, bahwa pemilihan capit yang tepat dan cara memegang yang benar amat penting diperhatikan karena cara memegang yang tidak tepat dan capit yang kurang baik dapat menyebabkan baja yang akan di tempa dapat terlepas dengan mudah dan akan membahayakan penempa dan orang-orang disekitarnya.
  3. Forge / Tungku : alat yang digunakan untuk memanaskan logam. Secara garis besar berdasarkan bahan bakar atau sumber energy yang digunakan tungku terbagi 3 :
  • Solid Fuel Forge : tungku dengan bahan bakar seperti arang, batu bara, bricket, dll. Ketelitian dibutuhkan dikarenakan bahan bakar ini memiliki tingkat panas yang sulit dikendalikan.
  • Gas Forge : tungku yang menggunakan bahan bakar gas seperti Propane, Butane atau campuran. Kelebihannya adalah pengaturan panas lebih mudah dan material yang dihasilkan lebih ‘bersih’ tanpa terlalu banyak kerak.
  • Electric Forge : Tungku yang menggunakan bahan bakar listrik. Kelebihannya adalah konsumsi panas yang lebih merata namun tidak efisien karena membutuhkan daya yang amat besar.

20180423_213228

Untuk Quenching, material yang umum digunakan secara garis besar terbagi 3 :

  1. Udara, merupakan media yang paling lambat dalam melakukan proses pendinginan. Berdasarkan tekanannya udara terbagi dua :
  • Udara bebas / suhu ruangan
  • Udara bertekanan tinggi
  1. Minyak (oil), berdasarkan cooling rate, flash point dan viskositasnya minyak terbagi 2 jenis (Semakin kental minyak, semakin lambat proses pendinginannya) :
  • Slow oil
  • Medium oil
  • Fast oil
  1. Air, media tercepat dibandingkan media lainnya dalam melakukan proses pendinginan. Bedasarkan kandungannya air terbagi tiga :
  • Air asin
  • Air yang mengandung ion
  • Air yang ditambahkan dengan campuran lain seperti cornstarch agar tidak terlalu cair dan menghindarkan perubahan suhu yang ekstrim dalam proses pendinginan.

20180423_213603

Material yang umum digunakan pada proses pembuatan pisau (Notes : untuk proses penempaan pisau, baja yang digunakan harus memiliki kandungan Carbon diatas 0.25%, yang berguna untutk mingkatkan kekerasan dan kekuatan pada baja tersebut hingga mampu di ‘dikeraskan’ pada saat proses heat treatmenthardening. Namun kandungan Carbon yang terlalu tinggi atau diatas 1.5% dapat menyebabkan baja menjadi sangat ‘getas’, oleh karena itu untuk jenis High Alloy Steel yang memiliki kandungan Carbon tinggi harus diseimbangkan dengan kandungan-kandungan alloy lainnya seperti Silicone, Nickel atau Chromium.) :

  1. Spring steel / baja per: ideal karena mudah dikerjakan (proses penempaan lebih mudah, termasuk proses HT), mudah didapat dengan harga yang relatif murah dan memiliki tingkat toughness yang lebih baik sehingga tidak mudah patah dan memiliki level hardness yang cukup untuk mempertahankan ketajaman. Kandungan Carbon pada material ini berkisar antara 0.35% sampai 0.9%.
  2. Tool steel : contoh material ini adalah kikir, O1, dll. Kelebihan dari material ini adalah dapat mencapai kekerasan / edge retention diatas spring steel pada umumnya, namun lebih mudah berkarat. Kandungan Carbon pada material ini berkisar antara 0.75% sampai 1.1%.
  3. Dies Steel : contoh material ini adalah D2, alat pemotong pada industri kertas, dll. Kelebihannya adalah umumnya lebih tahan karat dan memiliki kekerasan yang tinggi. Adapun kekurangannya adalah toughness yang tidak sebaik spring steel dan tool steel. Kandungan Carbon pada material ini berkisar antara 1% sampai dengan 2%.
  4. Ball Bearing Steel : memiliki karakter yang hampir sama dengan tool steel, dengan ketahanan karat yang lebih baik daripada tool steel. Kandungan Carbon pada material ini berkisar antara 0.8% sampai 1.5%.
  5. Stainless Martensitic Steel : contoh material ini adalah 440C (atau bisa didapatkan pada bearing stainless steel yang biasa digunakan pada industri maritim). Varian dari Stainless Steel yang dapat dikeraskan melalui proses heat treatment. Kelebihannya adalah lebih tahan karat. Umumnya memiliki kandungan Carbon diatas 1%.
  6. High alloy steel : Biasanya digunakan sebagai bahan untuk pisau premium, control material ini adalah CPM S30V, Elmax, de el el. Dapat mencapai kekerasan yang tinggi dan umumnya lebih tahan terhadap karat. Kekurangannya adalah, mahal, susah didapat dan poses penempaannya membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap karakter masing-masing baja tersebut. Kandungan Carbon umumnya diatas 0.7%
  7. Nickel steel : contoh material ini adalah mata chainsaw dan bensaw. Memiliki karakter lebih tangguh, namun memiliki edge retention yang tidak sebaik tool steel. Nickel steel yang digunakan untuk menjadi bahan pembuatan pisau harus umumnya memiliki kandungan Carbon diatas 0.5%, namun harus memiliki kandungan Nickel diatas 1%.

20180423_201905

Beberapa material handle yang umum digunakan (Notes : belum ada aturan baku antara hubungan material baja, jenis pisau yang akan ditempa dan jenis handle yang digunakan. Pada akhirnya ini lebih kepada preferensi masing-masing) :

  1. Kayu
  2. Tulang
  3. Tanduk
  4. Plastic Engineering : G10, micarta, UHMW, CF
  5. Resin Based

20180423_201819

Alur proses penempaan :

  1. Designing : proses pembuatan design pisau, dari proses gambar hingga pembuatan ‘mal’ pembantu.
  2. Profile Forging : proses penempaan untuk mendapatkan bentuk kasar pisau sesuai dengan design yang diinginkan

20180423_202208

  1. Normalizing
  2. Rough Grinding / Beveling : Untuk merapikan dan memperoleh bentuk dasar pisau
  • Profile grinding : Untuk memperoleh profile sesuai design yang diinginkan
  • Bevel grinding : Untuk memperoleh bentuk dasar bevel.

20180423_202337

  1. Hardening
  2. Quenching
  3. Final Grinding

20180423_202425

  1. Hand sanding
  2. Pembuatan gagang
  3. Finishing

20180423_202504

Pada akhirnya yang terbaik untuk dapat mengerti proses secara keseluruhan adalah melakukan praktik dan memahami proses tersebut secara langsung. Anyway, mohon abaikan orang yang menjadi model dalam foto-foto di tulisan ini.. hehehehehe

Persistence is to the character of man as carbon to steel – Napoleon Hill

Coffee Corner

Posted: April 21, 2018 in Article

Author : Pautomo Sulistio, Editor : Yogi Mahendra

EDCiD-Coffee Corner

IMG-20180420-WA0008

Beberapa teman-teman akan bertanya mengapa kopi menjadi bagian dari EDC, yang tentunya sedikit ganjil terdengar. Namun ini sesuai dengan perkembangan jaman dimana kopi bagi sebagian orang sudah menjadi bagian dari gaya hidup, kebiasaan dan kultur, serta banyak teman-teman yang menjadikan perlengkapan membuat kopi sebagai bagian tak terpisahkan dari tool wajib sehari-hari, terutama dengan alasan klasik untuk menjaga ‘kewarasan’ setelah lelah bekerja 🙂

Siapa yang tidak tahu tentang kopi, tentunya kita semua pernah mencoba ataupun malah menggemarinya. Kopi adalah minuman terbanyak kedua yang diminum orang-orang setelah air putih. Hampir disetiap penjuru kota-kota di Indonesia maupun luar negeri terdapat warung kopi baik tradisional ataupun modern dengan segala teknik pengolahan dan peralatannya.

Tulisan ini akan mencoba mengulas kopi secara ringan dan mendasar agar pembaca yang baru mencoba mendalami seni pengolahan kopi dapat mengikutinya dengan mudah.

IMG-20180420-WA0012

Secara umum, jenis kopi yang paling banyak diminum adalah jenis Arabica dan Robusta dimana masing masing mempunyai perbedaan rasa dan juga yang pasti mempunyai penggemar fanatiknya masing-masing.

Perbedaan yang paling mendasar dari keduanya adalah dari karakter rasa yang dihasilkan. Secara umum Robusta mempunyai tekstur (body) yang lebih kental dibandingkan dengan Arabica. Rasa juga dapat dengan mudah dikenali dari kedua jenis kopi ini, Robusta cenderung lebih pahit dan creamy (gurih) sedang Arabica cenderung lebih asam.

Perbedaan umum antara Robusta dan Arabica:

  • Robusta memiliki tingkat kafein yang lebih tinggi (2.7%) dibandingkan Arabica (1.5%), sehingga Robusta lebih terasa pahit dibandingkan Arabica. Ini pulalah yang menyebabkan bagi sebagian pecinta kopi sering kita mendengar ungkapan bahwa Robusta memiliki efek yang lebih ‘nendang’ dibandingkan Arabika
  • Robusta memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan dengan
  • Bentuk biji kopi Robusta cenderung lebih membulat, sedangkan Arabica cenderung lebih oval
  • Kadar asam di Robusta lebih tinggi dibanding dengan Arabica. Ini ditunjukan dengan prosentase kadar Chlorogenic Acid (CGA) Robusta 7-10% CGA sedangkan pada Arabica hanya 5.5-8% CGA.

Oleh karena itu untuk peminum kopi yang memiliki riwayat asam lambung, disarankan untuk memilih kopi Arabica.

IMG-20180420-WA0009

Setelah itu kita akan membahas tentang alat alat yang digunakan untuk brewing, mulai dari yang sederhana sampai yang lebih lanjut dan spesifik.

  • Sumber Air Panas

Bisa berupa teko listrik ataupun teko konvensional dengan kompor.

  • Penggiling Kopi (Grinder)

Penggiling kopi saya anggap salah satu alat kopi terpenting karena grinder ini adalah jembatan antara biji kopi dan air (panas).

Roasted coffee beans and hot water to make a cup of coffee, and the grinder is THE mediator to make a good one.

Grinder ini pada dasarnya ada dua model, Electric dan Manual Grinder, yang penggunaan nya disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.

  • Coffee maker (French Press, PourOver)

French Press ini bekerja dengan cara merendam bubuk kopi dengan air sampai waktu tertentu dan kemudian menekan tangkai tuas (plunger) untuk memisahkan kopi dan ampas nya. French Press ini sesuai nama nya ditemukan di Prancis dan dipatenkan pertama kali tahun 1958 oleh Faliero Bondanini.

PourOver bekerja dengan cara mengalirkan air diatas kopi dengan cara memutar, menetes ataupun kombinasi. Dalam metode PourOver ini, air hanya melewati kopi sajam tidak merendam seperti pada French Press. PourOver sendiri ada beberapa macam model yang akan dibahas di jenis jenis media penyaring. PourOver pertama kali ditemukan oleh seorang ibu rumah tangga di Jerman bernama Mellita Bentz tahun 1908.

  • Ketel leher angsa

Ketel ini mempunyai leher yang panjang dan menyempit sehingga aliran air dapat dengan mudah diatur seberapa deras diperlukan dan juga memudahkan untuk mengarahkan aliran air pada saat dituangkan.

  • Media penyaring (kertas, kain, kasa kain atau metal)

Media Penyaring (filter) ini sering digunakan para penikmat kopi sesuai dengan selera mereka masing masing. Metal filter umumnya digunakan pada French Press. Metal filter ini menyaring ampas kopi tetapi masih membawa minyak dari kopi yang mempunyai rasa yang dicari beberapa orang yang menyukainya.

Cloth Filter atau filter dari kain, biasanya kain katun dengan kerapatan yang cukup untuk menyaring sebagian minyak dan ampas halus dari bubuk kopi. Beberapa orang menyebut Cloth Filter ini sebagai filter ‘Hybrid’ alias penengah antara Metal Filter dan Paper Filter. Cloth Filter ini dapat dipakai berulang kali selama tidak sobek.

Paper Filter merupakan filter dengan kerapatan paling tinggi dan karena terbuat dari kertas maka kemampuan menyaring minyak kopi juga lebih tinggi sehingga kopi lebih bersih dan terbebas dari sedimen halus sekalipun.  Paper filter ini mempunyai beberapa model yang biasanya terbagi kedalam tiga kategori yaitu Kerucut (cone V60), Trapesium dengan bagian datar dibawahnya (Flat Bottom) dan Wave dengan model keranjang dan memiliki lipatan lipatan disekeliling dindingnya.

  • Thermometer (penunjuk suhu air)

Peran Thermometer disini adalah untuk mengetahui suhu air yang diinginkan, kita bisa mendapatkan hasil yang berbeda dengan suhu yang berbeda.

Pengaruh suhu air terhadap kopi adalah karena semakin tinggi suhu, semakin banyak partikel kopi yang akan larut kedalam minuman. Alangkah baiknya apabila suhu air berkisar antara 80-950 Celcius karena apabila dibawah 800 Celcius, kopi tidak akan larut sempurna (under-extracted) dan apabila menyentuh 1000 Celcius maka keseluruhan partikel kopi (termasuk yang tidak diinginkan) akan ikut masuk kedalam minuman kita (over-extracted). Suhu ideal itu akan didapat apabila kita telah mencoba beberapa kopi yang diseduh dengan suhu yang berbeda.

  • Timbangan dan penunjuk waktu

Timbangan dipakai untuk menakar jumlah kopi, air yang digunakan untuk brewing serta penunjuk waktu (timer) untuk menentukan berapa lama proses brewing itu sendiri.

Timbangan dan timer ini sangat membantu untuk mencapai hasil yang konsisten di setiap proses brewing, dengan bantuan kedua alat ini dapat dengan mudah mengulangi seduhan yang menurut kita enak dan pas tanpa harus menduga duga. Sebagai contoh, kopi yang terlalu cepat diseduhnya akan terasa hambar cenderung asam, sebaliknya kopi yang terlalu lama diseduh akan muncul rasa ‘getir’ atau pahit yang tidak nyaman dimulut.

  • Wadah penampung minuman (Server, Cup, Tumbler)

Setelah kopi jadi ini adalah pilihan tentang bagaimana kita akan menikmati kopi ini, langsung diminum sendiri, bersama sama (server) ataupun untuk dibawa di perjalanan.

Setelah pembahasan diatas mari kita mencoba untuk brewing dengan salah satu metode yang saya pilihkan untuk keperluan artikel ini yaitu dengan PourOver, mengapa PourOver, karena metode ini sedang banyak digandrungi oleh penikmat kopi di dunia.

Alat alat dan bahan yang diperlukan adalah:

  • V60 brewer
  • V60 filter
  • Grinder
  • Ketel Leher Angsa
  • 20 gram kopi
  • Air panas (900 Celcius sebanyak 300 ml/gram)
  • Timbangan
  • Timer

Cara penyeduhan:

  1. Lipat filter pada sambungan hingga berbentuk kerucut dan tempatkan pada penetesnya, bilas seluruh permukaan filter hingga basah merata. Tujuan nya adalah untuk menghilangkan bau kertas yang mungkin masih tertinggal, dan juga untuk menghangatkan alat seduh hingga suhu ideal (alat seduh yang dingin dapat menurunkan suhu yang ingin dicapai) setelah itu jangan lupa untuk membuang air bilasannya.
  2. Giling kopi dengan tingkat kehalusan sedang (tidak terlalu halus dan tidak terlalu kasar) kemudian tuang secara merata kedalam filter. Ada baiknya kita mengetuk penetes satu dua kali agar bubuk kopi rata.
  3. Langkah selanjutnya adalah membasahi kopi dengan air sampai seluruh permukaan kopi basah (Blooming). Tujuan dari proses ini adalah menghilang kan karbondioksida dari kopi dan membuka pori pori kopi agar siap untuk seduhan selanjutnya. CO2 ini penting untuk dihilangkan karena berpotensi untuk membuat ‘halangan’ bagi air untuk membasahi kopi. Beberapa orang juga menyebut Blooming dengan istilah Degassing (proses menghilangkan gas CO2). Banyaknya air yang digunakan ini bisa beragam, tetapi agar mudah diingat, biasanya menggunakan rasio dua kali dari jumlah kopi yang digunakan. Disini kita menggunakan 20 gram kopi, jadi air yang dipakai untuk membasahi kopi ini adalah 40 gram. Waktu yang diperlukan untuk Blooming adalah sekitar 30-45 menit tergantung jenis kopi dan kesegaran kopi. Semakin segar (freshly roasted) kopi, semakin lama waktu yang diperlukan untuk
  4. Tuang air dengan gerakan memutar, target waktu yang kita ingin capai adalah 3 menit. Kita dapat menyesuaikan aliran air dengan waktu yang ingin dicapai, semakin sering kita menyeduh, pola aliran air akan dikuasai dengan mudah. Peran timbangan dan timer disini sangat membantu karena kita dapat membandingkan antara target waktu dan jumlah air yang telah dituang.
  5. Setelah target waktu 3 menit tercpai, dan angka di timbangan menunjukkan angka 300 gram, proses penyeduhan selesai, dan penetes dapat dipindahkan ke tempat lain. Kertas penyaring dan bubuk kopi sebaiknya dibuang ke tanaman karena ampas kopi yang kaya akan nutrisi sangat baik untuk menyuburkan tanaman.
  6. Selamat menikmati minuman para dewa 🙂

IMG-20180420-WA0011

Didalam dunia kopi yang sangat luas ini, terlalu sulit untuk menuangkan seluruhnya kedalam artikel singkat ini, harapan saya adalah agar teman-teman dapat mulai untuk mengenal kopi secara singkat dan dapat mendalami nya sediri kemudian.

Mohon diperhatikan tentang alat dan metode yang disebutkan diatas bukanlah sesuatu yang absolut atau paling benar, itu hanyalah dari sudut pandang dan kebiasaan saya sebagai penikmat kopi, yang tentunya akan berbeda satu dengan yang lainnya. Justru dengan perbedaan itulah kita akan semakin terpacu untuk menggali lebih dalam.

Apabila ada pertanyaan atau komentar, bisa dituliskan dibawah ini dan saya akan mencoba menjawab sesuai pengetahuan saya yang masih belajar ini.

Coffee is a lot more than just a drink; it’s something happening. Not as a hip, but like an event, a place to be, but not like location, but somewhere within yourself. It gives you time, but not actual hours or minutes, but a chance to be, like be yourself, and have a second cup.                                                      – Gertrude Stein –

Sebagai bagian dari upaya mengkampanyekan EDC sebagai bagian dari gaya hidup, dan menciptakan media yang mudah diterima oleh masyarakat, maka kami mencoba memindahkan beberapa tulisan yang pernah di muat kedalam blog ini ke dalam bentuk infografis yang lebih simple, berwarna dan mudah di aplikasikan ke dalam media cetak.

Kesempatan untuk mencoba media baru ini datang manakala EDC Indonesia mendapat kesempatan untuk membuka booth edukasi pada Gathering Nasional Indonesian Blades di Gedong Songo Semarang, 14 – 15 April 2018 lalu.

Melihat animo dan permintaan dari teman-teman pada acara tersebut, maka kami akan membagi infografis yang telah kami buat agar dapat disebarluaskan untuk kepentingan yang lebih besar.

Pengenalan Pisau kepada Anak-anak

Untitled-1

First Aid Kit

Untitled-1

Bug Out Bag

Untitled-2

Kamipun memberikan kesempatan bagi teman-teman yang ingin memperbanyak infografis ini dalam bentuk hard copy selama tidak menghilangkan logo EDC Indonesia karena bagaimanapun ini merupakan kekayaan intelektual bagi kami, admin EDC Indonesia. Salam 🙂

 

 

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan ke saya dan teman-teman admin group Facebook EDC-iD mengenai seller ataupun maker pernak-pernik EDC, maka saya dan teman-teman berinisiatif membuat vendor/maker list yang diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan tersebut selain juga nantinya dapat membantu seller ataupun maker lokal untuk dapat bersaing dengan seller ataupun maker dari luar negeri. Disisi lain, list ini juga dapat membantu teman-teman yang ingin memiliki pernak-pernik EDC dengan harga yang lebih terjangkau dan dengan resiko seperti pengiriman internasional yang lebih kecil, barang hilang pada saat proses pengiriman, dan lain sebagainya.

So, happy shopping kepada para buyer dan wish you good fortune kepada para seller! 🙂

Catatan Penting :
Apapun deal yang dibuat ataupun permasalahan dikemudian hari yang timbul antara maker/seller dan buyer diluar tanggung jawab EDC Indonesia. Harap teliti dan bertanya kepada teman-teman yang punya pengalaman membeli di maker/seller yang dimaksud sebelum memutuskan untuk bertransaksi.
Terima kasih kepada Asa Munandri, CovenantEquator KnivesGoldy ShopParacraftz, Ruby Defense dan Strong Cow & Co. untuk sumbangan foto-fotonya.

 

  1. Nama Lapak : Alat Petualang
    Nama Seller: Sutjipto Huang
    Klasifikasi barang: EDC dan outdoor equipment
    Link Tokopedia : Klik disini
    Website : www.alatpetualang.com
    Email : alatpetualang@gmail.com
    No. Telp. : +62.858.8871.8181
    IG: alatpetualang
    Rating : Good seller
  2. Nama Lapak : Asa Munandri
    Nama Seller : Muhammad Asa Munandri
    Klasifikasi barang : EDC gear dan outdoor equipment, mengkhususkan diri untuk menjual pernak-pernik dengan brand Victorinox.
    Link Bukalapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Page FB : EDC Victorinox
    Email : asa.muh@gmail.com
    No Telp. : +62.878.3925.0599
    WA : +62.898.4917.219
    Alamat : Perumahan Sidoarum 2, Jalan Cereme B.9, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
    Rating : Good seller
  3. Nama Lapak: Banteng Wulung Tactical
    Nama Seller: Purnama Giri
    Klasifikasi barang: EDC, tactical dan outdoor equipment
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email : asephadianadipradja@gmail.com
    Link FB : Banteng Wulung Indonesia
    No. Telp. : +62.812.2171.1952
    IG: bantengwulungtactical
    Alamat (toko offline): Banteng Wulung Indonesia, Jl. Sukajadi Atas BLK 227, Bandung – 40153
    Rating : Good seller
  4. Nama Lapak : Covenant
    Nama Seller : Albert / Lius
    Klasifikasi barang : Beads, leather-craft, silver goods
    Website : http://www.covenantgears.com
    Email : covenant.gears@gmail com
    No. Telp. / WA : +62.812.3625.6000
    IG: covenant.gears
    Alamat (toko offline): Jl. M. Yamin VI no 6, Renon, Denpasar – Bali
    Rating: Recommended seller / maker
  5. Nama lapak : Contour Paracord
    Nama Seller: Dwi Kurniawan
    Klasifikasi : Bead, lanyard bead, bracelet.
    Web : Dwek Contour
    No Telp./ WA : +62.813.2534.9133
    Instagram : contourparacord
    Alamat (toko offline) : Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta
    Rating: Good seller
  6. Nama Lapak : –
    Nama Seller : Danang Amyluhur
    Klasifikasi barang: EDC, tactical dan Outdoor Equipment
    Page FB : Danang Amyluhur
    No. Telp: +62.878.0806.5021
    IG: d17_ ind
    Rating: Recommended Seller
  7. Nama Lapak : EDC Store Indonesia
    Nama Seller : Welly
    Klasifikasi barang : Senter & EDC equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Website : www.edc-store.com
    Email : info@edc-store.com
    No. Telp: +62.819.0116.0128
    IG: edcstore
    Rating: Good seller
  8. Nama Lapak: Eko Hobby’s Corner
    Nama Seller: Eko Nur
    Klasifikasi barang: EDC dan Outdoor Equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email: izula@gmail.co.id
    No. Telp. : +62.819.0405.7878
    IG: hobbyscorner
    Rating: Recommended Seller
  9. Nama Lapak : Entong
    Nama Seller : Renaldy
    Klasifikasi barang: EDC dan Outdoor Equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Email: the_renaldy@yahoo.com
    No. Telp: +62.813.8208.0668
    Line: @renaldy
    IG: entong2593
    Alamat (toko offline): Jl. Kapuk Raya Gg. Las No.17 RT.006/05 Kel. Kapuk Kec. Cengkareng, Jakarta Barat –  11720
    Rating: Good seller
  10. Nama Lapak : Equator Knives
    Nama Seller : Pautomo Sulistio
    Klasifikasi barang : Pisau, accessories EDC dan outdoor equipment, authorized seller untuk pisau merk SpydercoChris Reeve dan Enzo Knives
    Website : www.equatorknives.com
    Email : pts652003@yahoo.co.uk
    No. Telp. / WA : +62.813.1053.1981
    IG : equatorknives
    Alamat (toko offline) : Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok, Lantai 1 Blok. B2 No.2-3 Jakarta Barat
    Rating: Recommended seller
  11. Nama Lapak : Goldy Shop
    Nama Seller : Yudi
    Klasifikasi barang : Flashlight/Headlamp
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Website : G0ldyShop
    No. Telp. / WA : +62.838.800.9908
    IG : g0ldys
    Rating : Recommended seller
  12. Nama Lapak : Mangpran Outdoor
    Nama Seller : Joseph Darajat Rachman
    Klasifikasi barang : EDC dan Outdoor equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Link Olx : Klik disini
    No. Telp. : +62.812.2322.6497
    IG: mangprangoutdoor
    Alamat : Jl. Kapten Harsono Sudiro No.152 RT.01/30 Babakan Karang, Ciamis, Jawa Barat
    Rating: Good seller
  13. Nama Lapak : Otel_Leathergoods
    Nama Seller : Hendra Wijaya
    Klasifikasi barang : Leather-craft, leather goods
    Email : gombong_otel@yahoo.com
    No. Telp. / WA : +62.813.3980.8130
    IG : otel_leathergoods
    Alamat (toko offline): Jl. Batas Kangin GA 14, Jimbaran – Bali
    Rating: Recommended maker
  14. Nama Lapak : Paracraftz
    Nama Seller : Sonny
    Klasifikasi barang : EDC gear, paracord stuff dan outdoor equipment
    Website : www.paracraftz.com
    Email : mawla01@gmail.com
    No. Telp. / WA : +62.812.230.6107
    Line/IG/FB : paracraftz
    Alamat (toko offline): Paracraftz Workshop
    Jl. Waruga jaya 203/24 RT.03/12, Ciwaruga, Bandung – 40559
    Rating: Recommended seller
  15. Nama Lapak : Project Alpha
    Nama Seller : Firmandana
    Klasifikasi barang: EDC dan Outdoor equipment
    Website: Project Alpha
    Email: projectalphadesign@gmail.com
    No. Telp: +62823-2103-9223
    Line: coming soon
    IG: project4lpha
    Rating: Good seller
  16. Nama Lapak : R Fahary
    Nama Seller : Rolly Fahary
    Klasifikasi barang : EDC equipment
    Email: rollyfahary@gmail.com
    No. Telp. : +62.838.9609.1170
    Alamat (toko offline) : Griya Sawangan Asri Blok E1/12 Pasir Putih, Sawangan Depok
    Rating: Good seller
  17. Nama Lapak : Rieco Rinaldi
    Nama Seller: Rieco Rinaldi
    Klasifikasi barang : EDC dan Outdoor equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Email: riecorinaldi95@gmail.com
    No. Telp: +62.857.4665.7899
    IG: riecrieco
    Rating: Recommended seller
  18. Nama Lapak : Ruby Defense
    Nama Seller: Danny Rahardian / Aryo Dewabrata
    Klasifikasi barang : EDC dan kydex holster
    Email : danny.rahardian@gmail.com
    No. Telp. : 08111552123
    IG : rubydefense
    Alamat (toko offline) : Menteng Residence, Bintaro.
    Rating : Good seller
  19. Nama Lapak : Strong Cow & Co.
    Nama Seller : Raymond Tambayong
    Klasifikasi barang : Leather works / leather crafts / leather Supply / leather enthusiast
    Email: sapikuat@gmail.com
    No. Telp: 081.333.505080
    IG: strongcow
    Alamat (toko offline): Perum. Villa Puncak Tidar, Blok U – 90.A, Malang, Jawa Timur
    Rating : Good seller
  20. Nama Lapak : Tokonline Jakarta
    Nama Seller : Halim Putra
    Klasifikasi barang: EDC equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email: t0k0nline@yahoo.com
    No. Telp: +62.878.8768.6678
    IG: tokonline_jakarta
    Rating: Good seller
  21. Nama Lapak: WGGEAR
    Nama Seller: Raymon
    Klasifikasi barang: EDC equipment, carabiner, Tactical Pouch, Multitools, dll
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email: raymontanaka@yahoo.com
    No. Telp.: +62.818.0690.8352
    IG: wggear 
    Rating: Good seller
  22. Nama Lapak : YS93 Shop
    Nama Seller: Yusuf Kurnia Steven Wijaya
    Klasifikasi barang: Tas tactical , pouch (brand : 5.11, Maxpedition, dll)
    Web : Yusuf Kurnia Steven Wijaya
    LinkTokopedia : Klik disini
    Email: yusuf_steven93@yahoo.com
    No. Telp. / WA : +62.857.4022.7229
    Line: yusufsteven93
    IG: yusufsteven
    Alamat (toko offline):  Semarang
    Rating: Recommended seller

 

Telapak Kaki dan Sepatu

Posted: August 13, 2017 in Article, Pengenalan EDC
Tags:

Setelah sekian lama ‘tidur’ akhirnya saya kembali mencoba untuk memberikan tambahan materi pada blog ini… Terima kasih kepada teman-teman, yang rajin mengingatkan dan menyindir-nyindir agar saya kembali menampilkan artikel…hehehehehehe..

Untuk kali ini saya akan mencoba mengulas tentang sepatu. Mungkin saya bukan satu-satunya orang yang seringkali kebingungan pada saat akan memilih sepatu. Membeli langsung, kebingungan untuk memilih sepatu yang tepat, mencoba membeli online, tetap kebingungan karena selain banyaknya pilihan, juga pada istilah-istilah yang digunakan pada uraian spesifikasinya . Saya menyadari bahwa materi yang akan saya uraikan berikut ini belum terlalu lengkap karena (ternyata!! :)) banyak sekali hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipelajari. Tapi setidaknya ini dapat sedikit membantu teman-teman kedepannya.

Sebagai awalan mungkin kita dapat melihat seperti apa bentuk anatomi telapak kaki teman-teman untuk kemudian dapat menentukan tipe sepatu seperti apa yang tepat. Harap diingat, telapak kaki kita menahan beban tubuh selama kita melangkah ataupun berlari, membentuk mekanisme penahan guncangan dan mekanisme penyeimbang agar kita dapat tetap berdiri tegak. Oleh karena itu amat sangat penting untuk dapat menjaga bagian ini agar tetap sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Secara garis besar, ada tiga jenis istilah/kondisi yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan telapak kaki pada saat digunakan untuk berdiri atau melangkah dan berlari :

  1. Pronation / Eversion

Ini untuk menggambarkan kondisi normal telapak kaki pada saat digunakan untuk melangkah, dimana beban tubuh dibagi rata keseluruh jari kaki, dengan sedikit tambahan beban pada ibu jari dan telunjuk, yang memang dapat menampung beban lebih dibandingkan jari-jari lainnya.

  1. Overpronation

Ini untuk menggambarkan kondisi dimana pada saat melangkah seluruh berat beban tubuh hanya di tumpukan pada ibu jari dan telunjuk, sehingga pergelangan kaki mengalami kesulitan untuk dapat mengatur keseimbangan. Pada kasus yang parah dimana telapak kaki rata menyebabkan tertariknya otot, urat dan ligament yang ada di telapak kaki. Untuk orang-orang yang cenderung bergerak seperti ini atau umumnya orang-orang yang memiliki telapak kaki rata disarankan menggunakan sepatu yang memiliki spesifikasi motion control, dimana sepatu jenis ini didesain untuk dapat mengurangi dan mengontrol efek dari gerakan kaki yang bergerak terlalu kedalam. Jenis sepatu ini biasanya lebih berat dan lebih kaku, namun lebih tahan lama. Pada kasus telapak kaki rata juga disarankan memakai orthotic atau insole yang dirancang khusus untuk dapat memperbaiki bentuk telapak kaki.

  1. Supination

Ini untuk menggambarkan kondisi dimana pada saat melangkah beban tubuh ditumpukan pada kelingking dan jari manis kaki yang secara struktur tidak kuat untuk menahan beban sedemikian besar dan mengakibatkan tegangan berlebihan pada otot dan urat yang ada pada pergelangan kaki dan mata kaki. Pada kasus yang yang parah atau kejadian dimana kita salah dalam melangkah dan melakukan gerakan ini secara mendadak dapat mengakibatkan terkilir atau patah pergelangan kaki. Untuk orang-orang yang memang cenderung mengalami pergerakan seperti ini, atau memiliki telapak kaki yang tinggi (telapak kaki melengkung), disarankan menggunakan sepatu yang memiliki spesifikasi cushioned, atau sepatu yang memiliki bantalan tinggi pada bagian insole nya yang memang di desain untuk meredam benturan antara kaki dengan lantai/tanah pada saat melangkah atau berlari.

Untuk dapat melihat bentuk telapak kaki melalui pertipisan pada sol sepatu dan bentuk telapak kaki teman-teman dapat mengacu pada gambar di bawah ini:

Telapak Kaki

Telapak Sepatu

Ilustrasi oleh : Bugsy Kepik

Tips untuk memilih sepatu yang tepat :

  1. Identifikasi akan jenis sepatu yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas teman-teman:
  • Hiking : Untuk jenis ini sebaiknya memilih sepatu jenis boot yang tidak terlalu tinggi, mungkin 5 atau 6 inci dengan bahan upper yang kokoh, traction sole atau daya cengkeram sol dengan tanah yang kuat dan pendukung pergelangan kaki yang baik.
  • Kegiatan alam bebas di suhu yang rendah atau cenderung basah : untuk jenis ini dapat memilih sepatu yang memiliki traction sole yang baik, memiliki insulasi udara dan bahan luarnya tidak mudah tertembus air, seperti Gore-tex Bila sepatu yang memiliki insulasi terlalu panas untuk dipakai pada saat biasa, mungkin dapat memilih sepatu yang berukuran lebih besar sehingga pada saat udara dingin dapat memakai lebih dari satu pasang kaus kaki namun bila udara panas dapat dengan mudah disesuaikan.
  • Sepatu olah raga : Salah satu jenis sepatu yang amat banyak model dan jenisnya, mulai dari sepatu untuk lari, basket, sepak bola, dll. Untuk jenis ini mungkin dapat dikonsultasikan dengan pemilik toko atau petugasnya pada saat teman-teman akan memilih sepatu.
  • Sepatu kerja ataupun sepatu pesta : Disini, seringkali model sepatu yang menjadi pilihan utama tetapi harap diingat bentuk telapak kaki teman-teman, seberapa sering digunakan untuk melangkah dan berjalan dan harus tetap nyaman dipakai.
  1. Pertimbangkan kondisi telapak kaki teman-teman seperti yang sudah dijelaskan diatas.
  2. Semakin banyak support yang ada pada sepasang sepatu (arch support, insulated, steel toe, dll), maka akan semakin berat pula sepatu tersebut. Bila anda banyak berjalan atau berlari pada kondisi alam yang ringan, sebaiknya memilih sepatu yang ringan agar dapat mengurangi beban pada kaki.
  3. Sebaiknya membeli sepatu pada saat sore atau malam hari, karena telapak kaki agak membesar pada saat siang hari yang panas.
  4. Gunakan kaus kaki yang akan dipergunakan pada sepatu tersebut nantinya pada saat mecoba sepatu.
  5. Selalu mengukur sepatu pada saat akan membeli sepatu. Ukuran telapak kaki berubah, walaupun tidak secara signifikan seiring dengan bertambahnya usia. Pada kasus dimana ukuran kaki yang kiri berbeda dengan yang kanan, belilah sepatu dengan ukuran yang berbeda pula.
  6. Berdiri pada saat mencoba sepatu, tekan ringan ujung jari terjauh di kaki (biasanya antara ibu jari atau telunjuk). Sebaiknya ada jarak sekitar 1 cm antara ujung jari terjauh dengan ujung sepatu, agar memberikan ruang pada jari kaki pada saat melangkah. Coba gerakkan jari-jari kaki untu dapat merasakan bahwa jari kaki memiliki ruang yang tepat dan tidak terlalu ketat.
  7. Coba berjalan dengan sepatu tersebut. Rasakan, apakah terlalu sempit, pas atau terlalu besar? Apakah tumit dan mata kaki nyaman saat melangkah? Jangan selalu berasumsi bahwa sepatu selalu membutuhkan masa ‘broken in’ atau masa agar sepatu menjadi nyaman untuk dipakai. Sepatu harus sudah nyaman sejak saat dibeli.
  8. Pilihlah sepatu yang benar-benar nyaman untuk teman-teman, jangan hanya melihat ukuran dan spesifikasi sepatu tersebut. Setiap pabrik memiliki ukuran sepatu yang berbeda-beda. Ukuran satu merk belum tentu sama dengan merk lainnya. Jangan termakan iklan teman-teman.. 🙂
  9. Perhatikan lebar sepatu, agar memberikan kenyamanan pada mata kaki dan telapak kaki. Membeli sepatu dengan ukuran lebih besar tidak menyelesaikan masalah, karena telapak kaki justru akan mudah ‘tergelincir’ pada saat digunakan.
  10. Rasakan bagian dalam sepatu, apakah ‘tag’, jahitan maupun material sepatunya dapat membuat teman-teman tidak nyaman.
  11. Perhatikan sol sepatunya, beli sesuai kebutuhan teman-teman seperti yang sudah dijelaskan diatas. Coba berjalan di lantai yang keras dan kemudian di permukaan yang lembut seperti karpet untuk dapat merasakan bedanya.

 

Beberapa istilah-istilah umum pada sepatu:

  1. Aglet : Ujung plastik pada tali sepatu, untuk memudahkan kita pada saat memasukkan tali sepatu kedalam lubang sepatu /
  2. Ankle Strap : Tali pengikat yang ada dibelakang sepatu dan melingkari pergelangan kaki. Biasanya memiliki buckle / pengikat yang dapat disesuaikan ukurannya.
  3. Arch : Bagian melengkung pada sol sepatu antara bantalan telapak kaki bagian depan dan tumit. Istilah ini juga merujuk pada bagian yang menonjol pada insole sepatu yang berfungsi untuk menunjang bagian tersebut.
  4. Back Seam : Jahitan tegak lurus pada bagian belakang sepatu
  5. Ball : Bagian telapak kaki antara ibu jari kaki dan lengkungan bagian dalam telapak / arch.
  6. Bellows Tongue : Lidah sepatu yang dijahitkan / menempel pada sisi depan atau samping dari sepatu. Juga berfungsi untuk menutup bagian atas sepatu agar tidak mudah kemasukan air.
  7. Boot Heel : Biasanya ditemukan pada sepatu model bot, dimana pada bagian tumit terdapat heel yang lebar, stabil namun tidak terlalu tinggi.
  8. Braided Thread : Model alur jahitan, dimana seluruh lapisan di jalin bersama-sama, tidah hanya dipilin sehingga lapisan-lapisan bahan memiliki daya perlekatan yang lebih baik.
  9. Brannock Device : Alat yang digunakan untuk mengukur panjang dan lebar sepatu agar mendapatkan sepatu yang benar-benar sesuai dengan ukuran.
  10. Burnish : Proses memoles kulit pada sepatu untuk mendapatkan kesan
  11. Cemented Construction : Konstruksi sepatu dimana bagian atas dari sepatu direkatkan langsung ke bagian sol sepatu, bukan di jahitkan seperti pada umumnya. Kelebihan model seperti ini adalah sepatu menjadi lebih elastis, lentur dan ringan.
  12. Collar : Bagian atas dari belakang sepatu bot, biasanya posisinya diatas tumit, memiliki bantalan untuk melindungi bagian tersebut dan memberikan kenyamanan.
  13. Contoured Footbed : Insole atau pelapis yang berada pada bagian dalam sepatu di cetak mengikuti bentuk sepatu.
  14. Dri – Lex : Konfigurasi dua lapis dari Hydrofill, dimana nylon fiber yang berfungsi sebagai penyerap kelembaban sebagai lapisan dalam dan lapisan pelindung kelembaban di jahit menjadi satu.
  15. Dual Density Midsole : Biasanya ditemukan pada model sepatu lari, dimana midsole menggunakan dua bantalan busa yang memiliki kepadatan yang berbeda dengan bantalan yang sedikit lebih tebal dibagian kaki yang lebih sering bergesek dengan permukaan.
  16. Elastic Gore : Panel elastis yang di masukkan kedalam sepatu untuk memberikan daya renggang yang baik.
  17. Energy Return : Biasanya ditemukan pada sepatu lari, ini adalah respon yang diberikan segera setalah sepatu beradu dengan permukaan tanah, dimana ‘dorongan’ otomatis diberikan untuk menciptakan langkah atau gerak yang efektif.
  18. V.A : Ethylene Vinyl Acetate, komposisi sintetik yang biasanya digunakan untuk outsole. E.V.A merupakan salah satu bantalan sol yang baik dan mudah dibentuk dengan proses yang menggunakan panas atau tekanan.
  19. Eyelet : Lubang untuk memasukkan tali sepatu.
  20. Fiberboard : Material sepatu yang biasanya terbuat dari bubur kayu, biasanya digunakan di telapak bagian depan atau untuk menaikkan posisi tumit (pada sepatu yang memiliki hak tinggi).
  21. Flat Heel : Sepatu yang memiliki tapak yang rata.
  22. Foxing : Strip karet yang menghubungkan bagian atas dan sol sepatu. Biasanya ditemukan pada sepatu model sneaker berbahan kanvas.
  23. Gore : Panel elastis yang biasanya berada pada bagian depan sepatu, untuk memudahkan memakai dan membuka sepatu.
  24. Heel : Bisa mengacu pada hak sepatu atau bagian belakang dari sepatu pada posisi tumit.
  25. Heel Counter : Bagian lebar pada hak sepatu, yang berfungsi untuk menahan benturan pada bagian tumit pada saat menggunakan sepatu yang memiliki hak.
  26. Hidden Gore : Panel elastis pada bagian depan sepatu yang biasanya tertutup oleh lidah sepatu. Berfungsi untuk memberikan kenyamanan pada sepatu.
  27. Injection Molded Construction : Tipe konstruksi sol sepatu dimana sol dibuat dengan cara menginjeksikan PVC cair atau material sejenis pada cetakan sol sepatu. Sering digunakan pada sepatu yang diproduksi dalam jumlah banyak karena tingkat efisiensinya.
  28. Insole : Bagian dalam sepatu dimana bagian bawah telapak kaki bertemu dengan dasar sepatu.
  29. Laces : Tali sepatu
  30. Lining : Material yang merupakan bagian dalam sepatu. Ada berbagai macam material yang biasanya digunakan sebagai lining, dengan masing-masing kelebihan dan keurangannya. Kulit misalnya, sangat nyaman dan lebih dingin bila digunakan, tetapi lebih lama kering bila basah, Goretex® merupakan bahan dengan tingkat water resistant yang amat baik, tetapi agak panas bila digunakan pada lokasi beriklim tropis.
  31. Mid-sole : Bagian antara sol bagian bawah dengan insole, merupakan bantalan pelapis antara sol dan insole dan berfungsi sebagai ‘penyerap’ benturan.
  32. Polyurethane : Biasa disingkat sebagai PU, merupakan material buatan yang memiliki bentuk dan kontur persis seperti kulit.
  33. Polyvynil Chloride : Biasa disingkat sebagai PVC, bahan plastic-metal yang agak kaku, biasa dipakai sebagai atasan hak sepatu yang tinggi dan pelapis sol bagian bawah untuk memberikan support yang lebih.
  34. Thermoplastic Rubber : (TPR) Material plastik yang oleh banyak perusahaan biasanya digunakan sebagai bahan dalam proses injection molding.
  35. Thermoplastic Urethane : (TPU) Material plastik yang biasa digunakan sebagai support pada bagian pinggir sepatu, biasanya digunakan pada sepatu lari.
  36. Toe Ridge : Cekungan horizontal pada telapak sepatu yang digunakan sebagai ‘dudukan’ pada jari dan juga berfungsi untuk peredam benturan. Biasanya ditemukan pada sandal.
  37. Vibram : Bahan yang digunakan sebagai bagian bawah telapak sepatu karena ketahanan, tidak licin saat digunakan, biasanya digunakan pasa sepatu untuk tracking atau hiking . Merupakan merk terdaftar dari Vibram S.P.A.
  38. Vulcanizing : Proses penyatuan sol thermoplastic atau karet dengan bagian sepatu dengan menggunakan panas.

 

* Bahan diambil dari berbagai sumber.