Archive for the ‘Knife’ Category

 

 

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan ke saya dan teman-teman admin group Facebook EDC-iD mengenai seller ataupun maker pernak-pernik EDC, maka saya dan teman-teman berinisiatif membuat vendor/maker list yang diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan tersebut selain juga nantinya dapat membantu seller ataupun maker lokal untuk dapat bersaing dengan seller ataupun maker dari luar negeri. Disisi lain, list ini juga dapat membantu teman-teman yang ingin memiliki pernak-pernik EDC dengan harga yang lebih terjangkau dan dengan resiko seperti pengiriman internasional yang lebih kecil, barang hilang pada saat proses pengiriman, dan lain sebagainya.

So, happy shopping kepada para buyer dan wish you good fortune kepada para seller! 🙂

Catatan Penting :
Apapun deal yang dibuat ataupun permasalahan dikemudian hari yang timbul antara maker/seller dan buyer diluar tanggung jawab EDC Indonesia. Harap teliti dan bertanya kepada teman-teman yang punya pengalaman membeli di maker/seller yang dimaksud sebelum memutuskan untuk bertransaksi.
Terima kasih kepada Asa Munandri, CovenantEquator KnivesGoldy ShopParacraftz, Ruby Defense dan Strong Cow & Co. untuk sumbangan foto-fotonya.

 

  1. Nama Lapak : Alat Petualang
    Nama Seller: Sutjipto Huang
    Klasifikasi barang: EDC dan outdoor equipment
    Link Tokopedia : Klik disini
    Website : www.alatpetualang.com
    Email : alatpetualang@gmail.com
    No. Telp. : +62.858.8871.8181
    IG: alatpetualang
    Rating : Good seller
  2. Nama Lapak : Asa Munandri
    Nama Seller : Muhammad Asa Munandri
    Klasifikasi barang : EDC gear dan outdoor equipment, mengkhususkan diri untuk menjual pernak-pernik dengan brand Victorinox.
    Link Bukalapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Page FB : EDC Victorinox
    Email : asa.muh@gmail.com
    No Telp. : +62.878.3925.0599
    WA : +62.898.4917.219
    Alamat : Perumahan Sidoarum 2, Jalan Cereme B.9, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
    Rating : Good seller
  3. Nama Lapak: Banteng Wulung Tactical
    Nama Seller: Purnama Giri
    Klasifikasi barang: EDC, tactical dan outdoor equipment
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email : asephadianadipradja@gmail.com
    Link FB : Banteng Wulung Indonesia
    No. Telp. : +62.812.2171.1952
    IG: bantengwulungtactical
    Alamat (toko offline): Banteng Wulung Indonesia, Jl. Sukajadi Atas BLK 227, Bandung – 40153
    Rating : Good seller
  4. Nama Lapak : Covenant
    Nama Seller : Albert / Lius
    Klasifikasi barang : Beads, leather-craft, silver goods
    Website : http://www.covenantgears.com
    Email : covenant.gears@gmail com
    No. Telp. / WA : +62.812.3625.6000
    IG: covenant.gears
    Alamat (toko offline): Jl. M. Yamin VI no 6, Renon, Denpasar – Bali
    Rating: Recommended seller / maker
  5. Nama lapak : Contour Paracord
    Nama Seller: Dwi Kurniawan
    Klasifikasi : Bead, lanyard bead, bracelet.
    Web : Dwek Contour
    No Telp./ WA : +62.813.2534.9133
    Instagram : contourparacord
    Alamat (toko offline) : Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta
    Rating: Good seller
  6. Nama Lapak : –
    Nama Seller : Danang Amyluhur
    Klasifikasi barang: EDC, tactical dan Outdoor Equipment
    Page FB : Danang Amyluhur
    No. Telp: +62.878.0806.5021
    IG: d17_ ind
    Rating: Recommended Seller
  7. Nama Lapak : EDC Store Indonesia
    Nama Seller : Welly
    Klasifikasi barang : Senter & EDC equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Website : www.edc-store.com
    Email : info@edc-store.com
    No. Telp: +62.819.0116.0128
    IG: edcstore
    Rating: Good seller
  8. Nama Lapak: Eko Hobby’s Corner
    Nama Seller: Eko Nur
    Klasifikasi barang: EDC dan Outdoor Equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email: izula@gmail.co.id
    No. Telp. : +62.819.0405.7878
    IG: hobbyscorner
    Rating: Recommended Seller
  9. Nama Lapak : Entong
    Nama Seller : Renaldy
    Klasifikasi barang: EDC dan Outdoor Equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Email: the_renaldy@yahoo.com
    No. Telp: +62.813.8208.0668
    Line: @renaldy
    IG: entong2593
    Alamat (toko offline): Jl. Kapuk Raya Gg. Las No.17 RT.006/05 Kel. Kapuk Kec. Cengkareng, Jakarta Barat –  11720
    Rating: Good seller
  10. Nama Lapak : Equator Knives
    Nama Seller : Pautomo Sulistio
    Klasifikasi barang : Pisau, accessories EDC dan outdoor equipment, authorized seller untuk pisau merk SpydercoChris Reeve dan Enzo Knives
    Website : www.equatorknives.com
    Email : pts652003@yahoo.co.uk
    No. Telp. / WA : +62.813.1053.1981
    IG : equatorknives
    Alamat (toko offline) : Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok, Lantai 1 Blok. B2 No.2-3 Jakarta Barat
    Rating: Recommended seller
  11. Nama Lapak : Goldy Shop
    Nama Seller : Yudi
    Klasifikasi barang : Flashlight/Headlamp
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Website : G0ldyShop
    No. Telp. / WA : +62.838.800.9908
    IG : g0ldys
    Rating : Recommended seller
  12. Nama Lapak : Mangpran Outdoor
    Nama Seller : Joseph Darajat Rachman
    Klasifikasi barang : EDC dan Outdoor equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Link Olx : Klik disini
    No. Telp. : +62.812.2322.6497
    IG: mangprangoutdoor
    Alamat : Jl. Kapten Harsono Sudiro No.152 RT.01/30 Babakan Karang, Ciamis, Jawa Barat
    Rating: Good seller
  13. Nama Lapak : Otel_Leathergoods
    Nama Seller : Hendra Wijaya
    Klasifikasi barang : Leather-craft, leather goods
    Email : gombong_otel@yahoo.com
    No. Telp. / WA : +62.813.3980.8130
    IG : otel_leathergoods
    Alamat (toko offline): Jl. Batas Kangin GA 14, Jimbaran – Bali
    Rating: Recommended maker
  14. Nama Lapak : Paracraftz
    Nama Seller : Sonny
    Klasifikasi barang : EDC gear, paracord stuff dan outdoor equipment
    Website : www.paracraftz.com
    Email : mawla01@gmail.com
    No. Telp. / WA : +62.812.230.6107
    Line/IG/FB : paracraftz
    Alamat (toko offline): Paracraftz Workshop
    Jl. Waruga jaya 203/24 RT.03/12, Ciwaruga, Bandung – 40559
    Rating: Recommended seller
  15. Nama Lapak : Project Alpha
    Nama Seller : Firmandana
    Klasifikasi barang: EDC dan Outdoor equipment
    Website: Project Alpha
    Email: projectalphadesign@gmail.com
    No. Telp: +62823-2103-9223
    Line: coming soon
    IG: project4lpha
    Rating: Good seller
  16. Nama Lapak : R Fahary
    Nama Seller : Rolly Fahary
    Klasifikasi barang : EDC equipment
    Email: rollyfahary@gmail.com
    No. Telp. : +62.838.9609.1170
    Alamat (toko offline) : Griya Sawangan Asri Blok E1/12 Pasir Putih, Sawangan Depok
    Rating: Good seller
  17. Nama Lapak : Rieco Rinaldi
    Nama Seller: Rieco Rinaldi
    Klasifikasi barang : EDC dan Outdoor equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Email: riecorinaldi95@gmail.com
    No. Telp: +62.857.4665.7899
    IG: riecrieco
    Rating: Recommended seller
  18. Nama Lapak : Ruby Defense
    Nama Seller: Danny Rahardian / Aryo Dewabrata
    Klasifikasi barang : EDC dan kydex holster
    Email : danny.rahardian@gmail.com
    No. Telp. : 08111552123
    IG : rubydefense
    Alamat (toko offline) : Menteng Residence, Bintaro.
    Rating : Good seller
  19. Nama Lapak : Strong Cow & Co.
    Nama Seller : Raymond Tambayong
    Klasifikasi barang : Leather works / leather crafts / leather Supply / leather enthusiast
    Email: sapikuat@gmail.com
    No. Telp: 081.333.505080
    IG: strongcow
    Alamat (toko offline): Perum. Villa Puncak Tidar, Blok U – 90.A, Malang, Jawa Timur
    Rating : Good seller
  20. Nama Lapak : Tokonline Jakarta
    Nama Seller : Halim Putra
    Klasifikasi barang: EDC equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email: t0k0nline@yahoo.com
    No. Telp: +62.878.8768.6678
    IG: tokonline_jakarta
    Rating: Good seller
  21. Nama Lapak: WGGEAR
    Nama Seller: Raymon
    Klasifikasi barang: EDC equipment, carabiner, Tactical Pouch, Multitools, dll
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email: raymontanaka@yahoo.com
    No. Telp.: +62.818.0690.8352
    IG: wggear 
    Rating: Good seller
  22. Nama Lapak : YS93 Shop
    Nama Seller: Yusuf Kurnia Steven Wijaya
    Klasifikasi barang: Tas tactical , pouch (brand : 5.11, Maxpedition, dll)
    Web : Yusuf Kurnia Steven Wijaya
    LinkTokopedia : Klik disini
    Email: yusuf_steven93@yahoo.com
    No. Telp. / WA : +62.857.4022.7229
    Line: yusufsteven93
    IG: yusufsteven
    Alamat (toko offline):  Semarang
    Rating: Recommended seller

 

Advertisements

Posted By : Reza Fahlevi Sam (Pemenang Artikel Terbaik Bulan Oktober 2014)

IMG_9411

Assalamualaikum Wr. Wb., salam sejahtera bagi kita semua,

Every Day Carry atau biasa dikenal dengan EDC, baru memasuki hidup saya selama 2 tahun terakhir ini. EDC dapat dimaksudkan sebagai barang yang dibawa setiap hari, untuk konsep penggunaan EDC sudah banyak dibahas sedulur-sedulur di sini, dapat diartikan secara garis besar untuk membantu kegiatan kita setiap harinya.

Secara tidak sadar dan tidak langsung, saat ini konsep EDC terpaku pada 2 hal, yaitu size (ukuran) yang kecil dan price (harga) yang mahal. Konsep ini tidak salah, mengenai ukuran yang kecil memudahkan kita membawanya. Sedangkan jika kita berbicara harga, ada pepatah mengatakan “ada harga ada rupa”, konsep ini juga tidak salah. Jika sedulur-sedulur di mari belum pernah mengalaminya secara langsung tentang pepatah ini, bisa dilihat pada cuplikan di film 127 Hours.

IMG_9411 copy

Saya bukan salah satu orang yang berdompet tebal, maka dari itu saya harus mencari-cari EDC yang tepat dan bagus untuk saya pribadi. EDC pertama saya saat itu adalah pisau lipat berbentuk gantungan kunci seharga Rp 7.000 (sekitar 8 tahun yang lalu). Pepatah “ada harga ada rupa” saya alami untuk pertama kalinya, pisau patah saat saya membongkar mainan adik sepupu saya. Setelah itu EDC saya masuk ke pisau buatan replika (di saat masih awam, pisau berharga mahal masih saya anggap gak bener, gila aja pisau seharga ratusan ribu, akhirnya yang terjangkau ya pisau replika). Selama beberapa bulan, sedikit terasa melelahkan mulai dari size, fungsional, dan maintenance.

Akhirnya saya menemukan Ganzo G711 (thanks Mas Sigit buat group buy nya). Menurut saya pisau ini berukuran pas buat tangan saya, multi grip nya nyaman, bentuk blade nya cantik, dan kualitasnya bagus. Ganzo saya dapat dengan harga Rp 230.000 selanjutnya menjadi pisau andalan saya sebelum bertemu Spyderco Pingo, si kecil imut yang berbentuk tidak intimidatif. Ketika memakai Spyderco Pingo pun tidak takut mengeluarkannya karena efek bentuk yang imut.

CameraZOOM-20130905122702108

Untitled-1

Apakah Ganzo saya terbengkalai? Tidak, Ganzo menjadi primadona saya saat naik gunung. Kalau ditanya kenapa tidak memakai pisau-pisau seperti Spyderco, Benchmade, Enzo, Lionsteel atau yang lainnya karena faktor kebutuhan. Menurut saya Ganzo sudah memenuhi kebutuhan, mulai dari tebal  blade yang bisa digunakan sedikit agak berat walau belum bisa dikatakan linggis, dan tidak mempersulit untuk pekerjaan yang bersifat ringan.

IMG_9417

EDC saya yang lainya yaitu senter. Senter yang saya gunakan yaitu senter Ultrafire C3 SS AAA, 3 mode, waterproof dimana sangat bermanfaat disaat turun gunung malam dan turun hujan. Senter ini terbilang murah dengan harga Rp 180.000.

Jam tangan G-shock DW-6600 yang sangat berguna setiap saat untuk menunjukan waktu. Harga Rp – (given by my brother).

EDC selanjutnya survival whistle (peluit) yang bisa saya gunakan ketika terpisah dari rombongan seharga Rp 35.000.

Carabiner Eiger seharga Rp 12.500 dengan spec not for climbing karena tidak butuh mengangkut beban sampai berkilo-kilo.

Paracord dengan panjang 3 meter yang bisa digunakan untuk menarik motor teman yang mogok, cukup didapat dengan harga Rp 20.000.

Leatherman Fuse dengan harga Rp 500.000 (banyak gigi terselamatkan oleh bukaan botol LM, banyak mur kendor menjadi kencang atau sebaliknya oleh obeng si LM, gunting kecilnya sangat membantu untuk membuka plastik makanan, pisau di LM menjadi backup untuk Spyderco Pingo di saat membutuhkan pisau yang menggunakan locking).

Lakban, barang bisa direkatkan dengan bantuan lakban, mulai dari menambal kabel terkelupas, menambal jas hujan, dll saya dapat dengan harga Rp 5.000.

Spyderco Pingo bisa digunakan untuk jenis pekerjaan ringan mulai dari memotong rafia, membuka paket, atau bahkan memotong daun pisang, dll seharga Rp 750.000.

 

Edited by: Yogi Mahendra

20130602_132749

Didalam blog ini sering kali saya menampilkan pisau sebagai salah satu alat bantu dalam kegiatan sehari-hari, bahkan kadang-kadang terkesan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari konsep EDC. Namun sering kali timbul pertanyaan mengenai aspek hukum mengenai hal tersebut. Untuk menjawabnya, mungkin kita dapat mengacu pada Undang Undang Darurat RI No.12 tahun 1951 yang masih berlaku hingga saat ini :

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 1951
TENTANG
MENGUBAH “ORDONNANTIETIJDELIJKE BIJZONDERE STRAFBEPALINGEN” (STBL. 1948
NOMOR 17) DAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA DAHULU NOMOR 8 TAHUN
1948

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:
Bahwa berhubung dengan keadaan yang mendesak dan untuk kepentingan pemerintah dipandang
perlu untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam “Ordonnantie Tijdelijke Byzondere
Strafbepalingen” (Stbl. 1948 No. 17) dan Undang-undang Republik Indonesia dahulu No. 8 tahun
1948.

Menimbang pula:
Bahwa karena keadaan-keadaan yang mendesak, peraturan ini perlu segera diadakan.

Mengingat:
a. Pasal 96, 102 dan 142 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;
b. “Ordonnantie Tijdelijke Byzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 No. 17);
c. Undang-undang Republik Indonesia dahulu No. 8 tahun 1948.

MEMUTUSKAN :

A. Menetapkan:
UNDANG-UNDANG DARURAT TENTANG MENGUBAH “ORDONNANTIETIJDELIJKE
BYZONDERE STRAFBEPALINGEN” (STBL. 1948 NOMOR 17) DAN UNDANG-UNDANG
REPUBLIK INDONESIA DAHULU NOMOR 8 TAHUN 1948).

Pasal 1

  1. Barang siapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.
  2. Yang dimaksudkan dengan pengertian senjata api dan amunisi termasuk juga segala barang sebagaimana diterangkan dalam pasal 1 ayat 1 dari Peraturan Senjata Api (Vuurwapenregeling : in-, uit-, doorvoer en lossing) 1936 (Stbl. 1937 No. 170), yang telah diubah dengan Ordonnantie tanggal 30 Mei 1939 (Stbl. No. 278), tetapi tidak termasuk dalam pengertian itu senjata-senjata yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang kuno atau barang yang ajaib (merkwaardigheid), dan bukan pula sesuatu senjata yang tetap tidak dapat terpakai atau dibikin sedemikian rupa sehingga tidak dapat dipergunakan.
  3. Yang dimaksudkan dengan pengertian bahan-bahan peledak termasuk semua barang yang dapat meledak, yang dimaksudkan dalam Ordonnantie tanggal 18 September 1893 (Stbl. 234), yang telah diubah terkemudian sekali dengan Ordonnantie tanggal 9 Mei 1931 (Stbl. No. 168), semua jenis mesin, bom-bom, bom-bom pembakar, ranjau-ranjau (mijnen), granat tangan dan pada umumnya semua bahan peledak baik yang merupakan luluhan kimia tunggal (enkelvoudige chemischeverbindingen) maupun yang merupakan adukan bahan-bahan peledak (explosievemengsels) atau bahan-bahan peledak pemasuk (inleidende explosieven), yang dipergunakan untuk meledakkan lain-lain barang peledak, sekedar belum termasuk dalam pengertian amunisi.

Pasal 2

  1. Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, ofstootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.
  2. Dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).

Pasal 3

Perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum Undang-undang Darurat ini dipandang sebagai
kejahatan.

Pasal 4

  1. Bilamana sesuatu perbuatan yang dapat dihukum menurut Undang-undang Darurat ini dilakukan oleh atau atas kekuasaan suatu badan hukum, maka penuntutan dapat dilakukan dan hukuman dapat dijatuhkan kepada pengurus atau kepada wakilnya setempat.
  2. Ketentuan pada ayat 1 di muka berlaku juga terhadap badan-badan hukum, yang bertindak selaku pengurus atau wakil dari suatu badan hukum lain.

Pasal 5

  1. Barang-barang atau bahan-bahan dengan mana terhadap mana sesuatu perbuatan yang terancam hukuman pada pasal 1 atau 2, dapat dirampas, juga bilamana barang-barang itu tidak kepunyaan si-tertuduh.
  2. Barang-barang atau bahan-bahan yang dirampas menurut ketentuan ayat 1, harus di rusak, kecuali apabila terhadap barang-barang itu oleh atau dari pihak Menteri Pertahanan untuk kepentingan Negara diberikan suatu tujuan lain.

Pasal 6

  1. Yang diserahi untuk mengusut perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum berdasarkan pasal 1 dan 2 selain dari orang-orang yang pada umumnya telah ditunjuk untuk mengusut perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum, juga orang-orang, yang dengan peraturan Undang-undang telah atau akan ditunjuk untuk mengusut kejahatan-kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran yang bersangkutan dengan senjata api, amunisi dan bahan-bahan peledak.
  2. Pegawai-pegawai pengusut serta orang-orang yang mengikutinya senantiasa berhak memasuki tempat-tempat, yang mereka anggap perlu dimasukinya, untuk kepentingan menjalankan dengan saksama tugas mereka Apabila mereka dihalangi memasuknya, mereka jika perlu dapat meminta bantuan dari alat kekuasaan.

B. Menetapkan, bahwa segala peraturan atau ketentuan-ketentuan dari peraturan-peraturan
yang bertentangan dengan Undang-undang Darurat ini tidak berlaku.
Ketentuan terakhir.

C. Undang-undang Darurat ini mulai berlaku pada hari diundangkan.
Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undangundang
Darurat ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan Di Jakarta,
Pada Tanggal 1 September 1951

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Ttd.
SOEKARNO
PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.
SUKIMAN WIRJOSANDJOJO.
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.
ISKAQ TJOKROHADISURJO.
MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.
SEWAKA.
MENTERI KEHAKIMAN REPUBLIK INDONESIA, a. i.,

Ttd.
M. A. PELLAUPESSY.

Diundangkan:
Pada Tanggal 4 September 1951
MENTERI KEHAKIMAN REPUBLIK INDONESIA a. i.,
Ttd.
M.A.PELLAUPESSY

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 1951

Saya tidak memiliki kemampuan teknis untuk dapat menganalisa Undang-Undang diatas namun saya harapkan dengan adanya tulisan ini akan tercipta suatu diskusi aktif antara teman-teman komunitas penggila EDC ataupun kolektor pisau dengan pihak-pihak yang berkompeten sehingga tercipta suatu kejelasan di masa yang akan datang. Bagaimanapun juga, pisau adalah alat bantu untuk kegiatan kita sehari-hari, bukan senjata yang berbahaya dan harus dihindari.

IMG_20140429_081645

Sebagai orang tua yang kebetulan telah mempunyai anak dan memiliki beberapa pisau sebagai “simpanan”, banyak sekali pesan-pesan sponsor (hehehehe…..) baik dari orang tua, saudara dan teman mengenai bahayanya pisau terhadap anak-anak. Saya jadi berpikir, adalah benar bahwa pisau dapat melukai, bukan hanya kepada anak-anak pastinya, tapi hal yang lebih mendasar adalah paradigma masyarakat yang masih memandang pisau sebagai senjata yang berbahaya, bukan sebagai alat bantu yang bila ditangani dengan benar akan memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Kembali kepada permasalahan pisau dan anak-anak, satu hal yang penting diketahui adalah pada saat kita memberikan pengenalan dan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk menggunakan pisau, walaupun dengan pengawasan penuh dari orang tua, selalu ada kemungkinan bahwa pisau dapat melukai, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah meminimalisir kemungkinan-kemungkinan kecelakaan dan menghindari kecelakaan dengan konsekuensi yang lebih buruk. Berikan contoh cara penggunaan pisau sebelum mengijinkan anak-anak kita untuk menggunakannya.

Sebelum mengijinkan anak-anak menggunakan pisau, ada baiknya dijelaskan dengan bahasa yang mudah dicerna mengenai besarnya tanggung jawab pada saat penggunaan pisau, bahayanya penggunaan pisau yang tidak tepat dan aspek legalitas kepemilikan dan penggunaan pisau yang tidak pada tempatnya. Saya tidak dapat menjabarkan secara terperinci cara penyampaian yang tepat karena orang tualah yang mengetahui lebih baik cara berkomunikasi dengan anak mereka masing-masing.

IMG_20140429_081318

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat akan mengijinkan anak-anak menggunakan pisau:

  1. Pastikan bahwa anak-anak selalu didampingi oleh orang tua ataupun orang dewasa.
  2. Pastikan bahwa P3K selalu berada pada lokasi yang dapat diakses dengan mudah dan cepat
  3. Bila terluka, ajarkan untuk tidak takut dan segera memberitahukan pada orang dewasa terdekat agar pertolongan pertama dapat segera dilakukan. Jangan memarahinya pada saat kecelakaan terjadi, yang dapat membuat anak takut untuk melaporkan bilamana lain kali mengalami kecelakaan yang sama.
  4. Pada saat memperkenalkan pisau, sebaiknya memulai dengan fixed knives, karena folding knives, walaupun memiliki locking system yang baik, selalu memiliki kemungkinan kecelakaan yang besar saat membuka dan menutup, terlebih yang memiliki fast opening system.
  5. Sebaiknya menggunakan pisau yang bilahnya tidak lebih panjang dari lebar telapak tangan anak-anak karena memiliki keseimbangan dan kontrol yang lebih baik.
  6. Selalu menggunakan tangan yang dominan (tangan kanan untuk yang biasa menggunakan tangan kanan dan kiri bagi yang kidal), penggunaan tangan yang tidak dominan akan memperbesar kemungkinan kecelakaan.
  7. Pastikan penggunaan pisau untuk melakukan aktifitas yang jelas dan berguna, penggunaan pisau tanpa aktifitas yang jelas akan memperbesar kemungkinan anak-anak akan mulai bermain-main dengan pisau dan memperbesar kemungkinan kecelakaan.
  8. Jangan memaksakan kegiatan penggunaan pisau, segera berhenti bila melihat anak-anak sudah lelah. Kelelahan akan mengakibatkan menurunnya konsentrasi dan akan memperbesar resiko terjadinya kecelakaan.
  9. Ajarkan anak-anak untuk membiarkan pisau yang secara tidak sengaja terjatuh, jangan mencoba untuk menangkap, karena hal ini dapat mengakibatkan kecelakaan.
  10. Ajarkan teknik ‘lingkaran keamanan’ sebelum menggunakan pisau. ‘Lingkaran keamanan’ dilakukan dengan meluruskan tangan dominan kearah kiri atau kanan tubuh untuk memeriksa apakah ada kemungkinan akan menyentuh orang lain saat menggunakan pisau. Bila ya, minta izin kepada orang tersebut dan jelaskan bahwa ia akan menggunakan pisau.
  11. Gunakan pisau yang tajam, pisau yang tumpul akan memperbesar kemungkinan kecelakaan karena pisau yang tumpul akan memaksa anak-anak menekan atau berusaha lebih keras untuk memotong yang akan memperbesar kemungkinan kecelakaan.
  12. Pastikan membersihkan dan menyimpan pisau yang telah digunakan, pisau yang diletakkan begitu saja setelah digunakan depat mencelakakan orang lain.

Tips ringan yang mungkin dapat menjadi panduan bagi anak-anak pada saat penggunaan pisau:

  1. Genggam pisau dengan genggaman sempurna ataupun dengan telunjuk yang terletak pada punggung pisau.
  2. Jangan mengarahkan pisau kepada orang lain, bila akan memberikan pisau kepada orang lain, selalu dalam keadaan tertutup dalam sarung ataupun dengan gagang yang mengarah kepada orang tersebut.
  3. Pada saat memotong selalu mengarah keluar tubuh, jangan mengarah ke tubuh atau kearah genggaman tangan yang memegang benda yang akan dipotong.
  4. Usakan meletakkan benda yang akan dipotong pada bidang yang rata.
  5. Pada saat memegang benda yang akan dipotong selalu dalam keadaan jemari yang tertutup, jemari yang terbuka akan memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Salah satu permainan yang dapat dilakukan untuk melatih penggunaan pisau adalah permainan dengan penggunaan lilin malam, dimana lilin malam dibentuk sedemikian rupa menjadi bentuk-bentuk seperti buah atau roti dan dipotong-potong dengan menggunakan pisau plastik. Dengan cara ini anak-anak akan terbiasa menggunakan pisau dengan kemungkinan terjadinya kecelakaan yang relatif sangat kecil, kita dapat mengajarkan teknik-teknik memotong yang benar, disamping secara psikologi akan mengakrabkan hubungan orang tua dan anak melalui permainan yang mengasyikan.. 🙂

 

Picture by : Yogi Mahendra

Dirangkum dari berbagai sumber

 

IMG_20140421_090420

In this picture:

  • Anso Carabiner Ti
  • Jared Price Toucan with JB Custom Sheath
  • Veleno Quantum D2 with green tritium

Picture by: Yogi Mahendra

2014-04-24 10.08.50

 

In this Picture:

  • Chris Reeve Small Sebenza 21
  • Olight Baton S10Ti, Beadblasted version
  • Paracordist Samurai Bead

Picture By: Yogi Mahendra

Indonesian Maker : Jeepaing

Posted: October 7, 2013 in Article, Knife
Tags: ,

yogi05Picture By; Yogi Mahendra

Sebagai salah satu penggila sheath berbahan kydex, seringkali saya menarik napas panjang bilamana melihat forum-forum luar negeri yang menampilkan sheath-sheath yang keren, dengan harga yang bila di kalkulasikan dengan ongkos kirimnya jelas akan membuat geleng-geleng kepala (Harga segitu hanya buat sarung?!). Belum lagi membayangkan harus mengirimkan pisau atau tool saya ke maker tersebut dengan resiko kehilangan atau kerusakan, serta lama waktu pembuatan dan pengirimannya.. fuiih…

YosaPicture By : Yosa

Namun semenjak saya mengenal Kang Jeep (Kaya iklan salah satu klinik yak? hehehe) segala keinginan saya untuk sebuah sheath kydex yang bagus bukanlah hal yang mustahil lagi. Pada awalnya saya mengenal Kang Jeep sebagai salah seorang knife maker pada gathering sebuah forum kolektor yang diadakan di Bandung, hingga kemudian bersama-sama bergabung dalam satu grup jejaring sosial, bertukar pikiran, hingga membantu memfasilitasi keinginan Kang Jeep untuk mengembangkan skill pembuatan sheath berbahan kydex yang pada saat itu amat jarang di Indonesia. Hal ini tentunya didasari oleh keinginannya untuk terus belajar dan berkembang serta sikap tidak pernah puas (tanpa perlu saya tambahkan kegilaan dan selera humornya yang agak-agak nyeleneh.. hehehehhehe).

AriePicture By : Arie G. Hoste

Pada kali ini saya tidak akan melakukan review pada karya-karya Kang Jeep, biarkanlah teman-teman yang menilai dari foto-foto yang saya ambil maupun  teman-teman saya.

IMG-20131008-WA0002Picture By : Eko

IMG-20131008-WA0017Picture By : Adi Prastowo

BramPicture By : Bramantio Darkim

KJ07Picture By : Ahmad Fauzidin

Yogi03Picture By : Yogi Mahendra

IMG02044-20131008-0909Picture By : Sonny Arief Insyani

digiPicture By : Arie G. Hoste

Yogi01Picture By : Yogi Mahendra

Hal yang amat menarik lainnya adalah beberapa kali saya memesan karyanya, pada saat saya bertanya berapa harga yang harus saya bayarkan, Kang Jeep hanya berkata,”Yah, yang penting mah karyaku dipercaya dan dipakai oleh orang-orang lain, belum lagi dikasi kesempatan untuk belajar.” Ungkapan yang luar biasa yang keluar dari mamalia (Piis Kaaaang!!! Wkwkwkwkwk) seperti Kang Jeep.  Padahal untuk membuat satu sheath sederhana sekalipun, Kang Jeep harus mengeluarkan modal, meluangkan waktu, dan yang paling sulit adalah mengeluarkan kemampuan dan imajinasinya untuk membuat suatu karya yang tidak biasa. Sesuatu yang amat sulit dikalkulasikan dengan uang, tetapi tetap harus dilakukan sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan kita pada sebuah karya, tentunya…

Kontak:

Ahmad Fauzidin (Kang Jeep atau Jeepaing)

No. Telp. : +62.852.2130.6711

(Note: terima kasih buat bro Arie, bro Bram, bro Yosa, bro Sonny, mas Adi, mas Eko dan Kang Jeep buat foto-fotonya.. Cheers!)

Spyderco_Paramilitary_S35Vn_001[1]

 

Spyderco Paramilitary S35Vn 002

 

Spyderco Paramilitary S35Vn 005

 

Spyderco Paramilitary S35Vn 003

 

Spyderco Paramilitary S35Vn 004

 

In this picture;

  • Spyderco Paramilitary CPM S35Vn
  • Cuscadi orange groove w/ GITD backspacer scale
  • Lummi tritium bead

Picture by : Yogi Mahendra (really love this damn knife! hehehe)

JG 01

 

JG 02

 

JG 03

 

JG 04

 

Picture By : Erik Hadibroto

Note: Thanks buat Bro Erik yang selalu bersedia berbagi foto-foto koleksinya yang ‘beracun’ abis… Keep rockin’ bro!

Knife For Dummies

Posted: March 14, 2013 in Article, Knife, Pengenalan EDC

Sering kali saya merasa ‘hilang ganteng’ (baca : bodoh) setiap kali sedang berkumpul bersama teman-teman yang memiliki hobi mengoleksi pisau, terlebih manakala mereka sedang serius membicarakan pisau dengan serius dan mengeluarkan istilah-istilah yang asing di telinga saya. Beruntungnya saya karena memiliki teman-teman seperti Pak Omar J. Saleh, Erik Hadibroto maupun Tomo (Equator Knives) yang dengan sabar menjelaskan setiap kali saya bertanya walaupun diikuti dengan tatapan kasihan karena menyadari betapa ‘oon’nya saya.. hehehehe

Oleh karena itu saya mencoba membantu teman-teman lain yang mungkin senasib dan sepenanggungan dengan saya (hehehe..) dengan mencoba merangkum istilah-istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan detil dari sebuah pisau. Saya juga sadar yang akan saya tulis dibawah ini hanyalah secuil dari sekian banyak istilah, bentuk dan penggambaran pisau yang ada selama ini. Diharapkan tulisan berikut bisa sedikit menolong bagi teman-teman yang baru terjun menekuni hobi ini.

Anatomy of knife 01

Anatomy of knife 02

ISTILAH UMUM PADA PISAU

  • Axis Lock – Salah satu mekanisme pengunci pada folding knife yang merupakan hak paten dari Benchmade Knife Company, dimana bearing berbentuk silindris dibentuk sedemikian rupa dalam satu system mekanisme dan diletakkan pada gagang pisau yang berfungsi untuk membuka dan mengunci bilah pisau. Sistem yang hamper mirip dan merupakan paten dari Spyderco disebut Ball Bearing Lock, hanya saja pada ball bearing lock menggunakan mekanisme bola bearing.
  • Back – bagian yang tidak diasah yang berlawanan arah dengan mata pisau atau biasa disebut Cutting edge.
  • Belly – Bagian melengkung dari bilah tajam pada pisau. Belly ini sendiri berfungsi untuk meningkatkan kemampuan memotong pada pisau, dan merupakan bagian yang paling cepat tumpul.
  • BevelPrimary: Bagian dari bilah pisau (yang mulai membentuk sudut ) dari bagian Back/Spine hingga Edge. Secondary: area mata pisau  atau Edge secara keseluruhan.
  • Blade lock –  Bagian mekanis dari pisau yang berfungsi untuk mengunci mata pisau pada pisau tipe folding knife. Ada banyak jenis blade lock, seperti back lock, liner lock, dan lain sebagainya.
  • Blade Spine – Bagian tertebal dari sebuah bilah pada kebanyakan pisau atau sering juga diterjemahkan sebagai punggung pisau. Pada pisau jenis single edge knife (hanya memiliki satu bagian cutting edge), blade spine biasanya berada di bagian berlawanan dari mata pisau, sedang pada double edge knife, blade spine berada tepat ditengah-tengah bilah pisau. Sedangkan pada beberapa jenis pisau terutama yang berasal dari negara-negara Skandinavia, pada pisau single edge knife nya bagian paling tebal bisa berada tidak di punggung pisau, tetapi lebih kebawah, atau yang lebih dikenal dengan istilah Diamond Grind Bevel.
  • Button Lock – Salah satu mekanisme pengunci pisau, biasanya ditemukan pada pisau otomatis, dimana untuk mengeluarkan, mengunci dan memasukkan bilah pisau ke posisinya cukup dengan menekan atau menggeser tombol yang tersedia pada gagang pisau.
  • Butt/Pommel – Merupakan bagian belakang dari gagang pisau. Memiliki berbagai macam bentuk tergantung pada fungsi apa yang akan diimplementasikan pada bagian tersebut.
  • Choil – Bagian tidak tajam yang berada diujung mata pisau, terkadang memiliki bentuk seperti setengah lingkaran hingga dapat menjadi ‘dudukan’ untuk jari.
  • Clip – Aksesoris pada beberapa pisau yang berfingsi untuk mengaitkan pisau utamanya pada kantong celana atau didalam pouch.
  • Collar Lock – Salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife dimana terdapat metal pada ujung gagang yang dekat dengan bilah pisau dan dapat diputar untuk mengunci posisi bilah. Untuk membukanya cukup memutar kembali metal tersebut ke posisi semula. Biasanya ditemukan pada pisau buatan Opinel.
  • Edge –  Mata pisau
  • Frame Lock – Biasa juga disebut monolock atau integral lock, salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife yang hampir mirip seperti mekanisme liner lock,  dimana bagian tertentu scale dibentuk sedemikian rupa sehingga ketika pisau dalam keadaan terbuka, bagian scale tersebut menekan bagian belakang dari tang, hingga mencegah bilah pisau untuk menutup secara tidak sengaja. Untuk membuka kuncinya, cukup menekan bagian scale tersebut hingga bilah pisau dapat kembali tertutup.
  • Flipper – Semacam alat bantu berbentuk seperti tuas yang dibentuk pada bagian ujung bilah pisau dan berfungsi sebagai alat bantu untuk membuka pisau pada pisau tipe folding knife. Biasanya juga dibantu dengan mekanisme pegas atau spring assisted yang memudahkan pisau terbuka dengan cepat. Biasa ditemukan pada pisau buatan Rick Hinderer.
  • Friction Folder Knives – Sebagai salah satu model pisau lipat tertua yang pernah diciptakan manusia, dibuat dengan desain yang amat sederhana dimana bilah dibuat dengan tang yang memanjang seperti fixed knife, sehingga ketika bilah pisau terbuka tang itu secara efektif akan ditahan oleh genggaman tangan sehingga mengunci posisi pisau (terkadang juga dipasang semacam tali yang mengeliling ujung gagang sebagai pengunci tang tersebut).
  • Guard – Bagian yang memisahkan  antara bilah dan gagang pisau, berfungsi untuk menghindarkan tangan dari kemungkinan teriris oleh mata pisau. Biasanya terbuat dari lempengan metal atau merupakan bagian keseluruhan dari handle).
  • Kick – Ditemukan pada folding knife atau pisau lipat, merupakan bagian terdepan dari tang dan berfungsi mencegah mata pisau berbenturan dengan bagian mekanis dari pisau.
  • Lanyard Hole – Lubang  pada gagang pisau untung memasang lanyard, tali dan sejenisnya.
  • Lashing Grommets/Jimping – Mengacu pada bagian berkontur pada bagian belakang bilah bagian atas yang berfungsi untuk memberikan kontrol ibu jari yang lebih baik untuk pemotongan yang memerlukan tingkat ketelitian yang lebih tinggi
  • Liner – Bagian dalam frame pisau yang berfungsi untuk memperkuat konstruksi pisau secara keseluruhan dan menghindarkan pisau dari kerusakan, biasanya terbuat dari metal yang tahan karat.
  • Liner Lock – Salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife, dimana bagian tertentu liner dibentuk sedemikian rupa sehingga ketika pisau dalam keadaan terbuka, bagian liner tersebut menekan bagian belakang dari tang, hingga mencegah mana pisau untuk menutup secara tidak sengaja. Untuk membuka kuncinya, cukup menekan bagian liner tersebut hingga mata pisau dapat kembali tertutup.
  • Lock Back – Salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife, dimana sebuah mekanisme pengunci diletakkan pada bagian punggung gagang pisau dan akan mengunci bilah pada saat bilah pisau membuka sempurna. Untuk melepaskan kuncinya cukup menekan tuas atau lempengan metal kecil di punggung pisau hingga pisau dapat menutup kembali.
  • Nail Mark/Nail Nick – Ditemukan pada folding knife, ceruk kecil yang berfungsi untuk memudahkan membuka mata pisau dengan  menggunakan kuku jari.
  • Point – Bagian runcing dari bilah pisau.
  • Ricasso –  Bagian yang rata diantara bilah dan guard. Disini biasanya ditemukan marking dari knife maker atau keterangan mengenai jenis metal yang digunakan.
  • Scales –  Adalah bagian yang dipasang untuk mengapit bagian full tang  untuk membentuk gagang pisau.
  • Serrated Edge – Bagian berbentuk seperti ‘gerigi’ yang biasanya ditemukan diujung belakang mata pisau. Efektif untuk digunakan untuk memotong tali temali atau benda benda yang berserat.
  • Slip Joint – Salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife, biasanya ditemukan pada folding knife klasik dimana sebenarnya bilah pisau tidak terkunci sempurna, tapi ditahan pada suatu mekanisme yang memungkinkan bilah terkunci apabila mekanisme itu mendapat tekanan yang cukup.
  • SwedgeBevel yang terletak dibagian punggung pisau. Biasanya berfungsi untuk mempercantik tampilan bilah pisau sekaligus untuk mengurangi bobot pisau untuk mendapatkan balance yang lebih baik.
  • Thumb Disc – Semacam alat bantu berbentuk seperti cakram yang dipasang pada bagian ujung punggung dan berfungsi sebagai alat bantu untuk membuka pisau pada pisau tipe folding knife.
  • Thumb Hole – Semacam alat bantu berbentuk seperti lingkaran yang dibentuk pada bagian ujung punggung dan berfungsi sebagai alat bantu untuk membuka pisau pada pisau tipe folding knife. Biasa ditemukan pada pisau buatan Spyderco.
  • Thumb Stud – Semacam alat bantu berbentuk seperti silinder yang dipasang pada bagian ujung punggung dan berfungsi sebagai alat bantu untuk membuka pisau pada pisau tipe folding knife.

Anatomy of knife 03

Anatomy of knife 04

Anatomy of knife 06

BEBERAPA TIPE BEVEL / GRIND

  • V (Flat) Ground / Zero Grind Saber (Scandi) – Model paling simpel dan paling banyak digunakan oleh perusahaan pembuat pisau. Sudut tajam dari bilah dibentuk dari kedua sisi pisau. Mudah tajam tetapi mudah tumpul diakibatkan oleh pergesekan yang berlebih karena sudut transisi yang dibentuk.
  • Convex Bevel / Hamaguri / Moran Grind – model yang banyak digunakan oleh katana buatan pengrajin-pengrajin terkenal. Bentuk convexnya menghasilkan ketajaman yang lebih tahan lama (tidak mudah tumpul) karena garis transisi bidangnya yang lebih mulus.
  • Asymmetrical Semi Convex – Bukan model yang biasa digunakan, dimana kedua sisi dibentuk sehingga satu sisi membentuk sudut sedang sisi lain berbentuk agak cembung (covex), mengkombinasikan daya tahan (tidak mudah tumpul) dan ketajaman. Beberapa pisau keluaran Busse menggunakan bevel model ini.
  • Asymmetrical (V) Flat – Model yang biasa digunakan dimana daya tahan lebih diutamakan daripada ketajaman, kedua sisi dibentuk sehingga membentuk sudut sudut yang berbeda
  • Double Bevel / Flat Saber Grind (Scandi) – Model dimana dibentuk dua sudut di tiap sisi pisau, dimana sudut secondary bevel lebih besar dari sudut primary bevel.Memberikan kekuatan dan daya tahan tetapi mengorbankan ketajaman. Model ini adalah salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan memotong pada pisau yang menggunakan metal yang lebih lunak.
  • Chisel Grind / Single Bevel Grind – Model yang rata pada satu sisi dan sudut dibentuk pada sisi lainnya. Banyak digunakan pada kitchen knife di Jepang, memberikan sedikit improvisasi dengan membentuk sudut cekung (biasa di sebut Irasuki) pada bagian yang rata (lihat : Chisel Grind With Urasuki)
  • Chisel Grind with Back Bevel – Salah satu variasi dari Chisel Grind,dimana pada bagian yang sebelumnya rata ditambahkan micro bevel, biasanya untuk meningkatkan daya tahan namun mengorbankan sedikit ketajaman.
  • Chisel Grind With Urasuki – Seperti yang dijelaskan diatas, salah satu variasi Chisel Grind yang biasa ditemukan di Jepang, bagian cekung (urasuki) dimaksudkan untuk mengurangi pergesekan berlebih pada saat memotong, diharapkan agar objek yang dipotong tidak terlalu menempel pada pisau. Biasa juga di aplikasikan pada pisau jenis Kiridashi (pisau serba guna Jepang).
  • Double Bevel with Spine Swedge – Salah satu variasi dari Double Bevel / Flat Saber Grind (Scandi) dimana ditambahkan swedge atau sering juga disebut false edge, yang berfungsi untuk menambah keseimbangan dan meningkatkan kemampuan penetrasi pada saat menusuk.
  • Hollow Grind – Merupakan kebalikan dari Convex Bevel, dimana pada kedua sisi pisau berbentuk cekung (concave), biasanya sangat tajam tetapi mudah tumpul. Sering juga di aplikasikan pada pisau cukur.

Anatomy of knife 05

(Terima kasih banyak saya ucapkan sekali lagi untuk Pak Omar J. Saleh dan Tomo (Equator Knives) yang membantu saya mereview dan menambahkan bagian-bagian penting dari tulisan ini).

*Dirangkum dari berbagai sumber*