Yipeee!! New Logo!!

Posted: September 6, 2017 in Uncategorized

IMG-20170904-WA0003

IMG-20170904-WA0003

Akhirnya, setelah sekian lama menggunakan logo yang lama akhirnya kita memutuskan untuk melakukan sedikit penyegaran dengan mengganti logo EDC Indonesia dengan yang baru. Pada dasarnya konsep lama masih dipertahankan, yaitu lebah dengan aksen roda mekanis yang menggambarkan spirit dari kerja keras dan kesiapsiagaan itu sendiri. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada resident designer kita bro Bugsy Greyman yang rela meluangkan waktunya untuk membantu mendesain ulang logo ini.

 

 

 

 

 

Advertisements

 

 

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan ke saya dan teman-teman admin group Facebook EDC-iD mengenai seller ataupun maker pernak-pernik EDC, maka saya dan teman-teman berinisiatif membuat vendor/maker list yang diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan tersebut selain juga nantinya dapat membantu seller ataupun maker lokal untuk dapat bersaing dengan seller ataupun maker dari luar negeri. Disisi lain, list ini juga dapat membantu teman-teman yang ingin memiliki pernak-pernik EDC dengan harga yang lebih terjangkau dan dengan resiko seperti pengiriman internasional yang lebih kecil, barang hilang pada saat proses pengiriman, dan lain sebagainya.

So, happy shopping kepada para buyer dan wish you good fortune kepada para seller! 🙂

Catatan Penting :
Apapun deal yang dibuat ataupun permasalahan dikemudian hari yang timbul antara maker/seller dan buyer diluar tanggung jawab EDC Indonesia. Harap teliti dan bertanya kepada teman-teman yang punya pengalaman membeli di maker/seller yang dimaksud sebelum memutuskan untuk bertransaksi.
Terima kasih kepada Asa Munandri, CovenantEquator KnivesGoldy ShopParacraftz, Ruby Defense dan Strong Cow & Co. untuk sumbangan foto-fotonya.

 

  1. Nama Lapak : Alat Petualang
    Nama Seller: Sutjipto Huang
    Klasifikasi barang: EDC dan outdoor equipment
    Link Tokopedia : Klik disini
    Website : www.alatpetualang.com
    Email : alatpetualang@gmail.com
    No. Telp. : +62.858.8871.8181
    IG: alatpetualang
    Rating : Good seller
  2. Nama Lapak : Asa Munandri
    Nama Seller : Muhammad Asa Munandri
    Klasifikasi barang : EDC gear dan outdoor equipment, mengkhususkan diri untuk menjual pernak-pernik dengan brand Victorinox.
    Link Bukalapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Page FB : EDC Victorinox
    Email : asa.muh@gmail.com
    No Telp. : +62.878.3925.0599
    WA : +62.898.4917.219
    Alamat : Perumahan Sidoarum 2, Jalan Cereme B.9, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
    Rating : Good seller
  3. Nama Lapak: Banteng Wulung Tactical
    Nama Seller: Purnama Giri
    Klasifikasi barang: EDC, tactical dan outdoor equipment
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email : asephadianadipradja@gmail.com
    Link FB : Banteng Wulung Indonesia
    No. Telp. : +62.812.2171.1952
    IG: bantengwulungtactical
    Alamat (toko offline): Banteng Wulung Indonesia, Jl. Sukajadi Atas BLK 227, Bandung – 40153
    Rating : Good seller
  4. Nama Lapak : Covenant
    Nama Seller : Albert / Lius
    Klasifikasi barang : Beads, leather-craft, silver goods
    Website : http://www.covenantgears.com
    Email : covenant.gears@gmail com
    No. Telp. / WA : +62.812.3625.6000
    IG: covenant.gears
    Alamat (toko offline): Jl. M. Yamin VI no 6, Renon, Denpasar – Bali
    Rating: Recommended seller / maker
  5. Nama lapak : Contour Paracord
    Nama Seller: Dwi Kurniawan
    Klasifikasi : Bead, lanyard bead, bracelet.
    Web : Dwek Contour
    No Telp./ WA : +62.813.2534.9133
    Instagram : contourparacord
    Alamat (toko offline) : Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta
    Rating: Good seller
  6. Nama Lapak : –
    Nama Seller : Danang Amyluhur
    Klasifikasi barang: EDC, tactical dan Outdoor Equipment
    Page FB : Danang Amyluhur
    No. Telp: +62.878.0806.5021
    IG: d17_ ind
    Rating: Recommended Seller
  7. Nama Lapak : EDC Store Indonesia
    Nama Seller : Welly
    Klasifikasi barang : Senter & EDC equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Website : www.edc-store.com
    Email : info@edc-store.com
    No. Telp: +62.819.0116.0128
    IG: edcstore
    Rating: Good seller
  8. Nama Lapak: Eko Hobby’s Corner
    Nama Seller: Eko Nur
    Klasifikasi barang: EDC dan Outdoor Equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email: izula@gmail.co.id
    No. Telp. : +62.819.0405.7878
    IG: hobbyscorner
    Rating: Recommended Seller
  9. Nama Lapak : Entong
    Nama Seller : Renaldy
    Klasifikasi barang: EDC dan Outdoor Equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Email: the_renaldy@yahoo.com
    No. Telp: +62.813.8208.0668
    Line: @renaldy
    IG: entong2593
    Alamat (toko offline): Jl. Kapuk Raya Gg. Las No.17 RT.006/05 Kel. Kapuk Kec. Cengkareng, Jakarta Barat –  11720
    Rating: Good seller
  10. Nama Lapak : Equator Knives
    Nama Seller : Pautomo Sulistio
    Klasifikasi barang : Pisau, accessories EDC dan outdoor equipment, authorized seller untuk pisau merk SpydercoChris Reeve dan Enzo Knives
    Website : www.equatorknives.com
    Email : pts652003@yahoo.co.uk
    No. Telp. / WA : +62.813.1053.1981
    IG : equatorknives
    Alamat (toko offline) : Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok, Lantai 1 Blok. B2 No.2-3 Jakarta Barat
    Rating: Recommended seller
  11. Nama Lapak : Goldy Shop
    Nama Seller : Yudi
    Klasifikasi barang : Flashlight/Headlamp
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Website : G0ldyShop
    No. Telp. / WA : +62.838.800.9908
    IG : g0ldys
    Rating : Recommended seller
  12. Nama Lapak : Mangpran Outdoor
    Nama Seller : Joseph Darajat Rachman
    Klasifikasi barang : EDC dan Outdoor equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Link Olx : Klik disini
    No. Telp. : +62.812.2322.6497
    IG: mangprangoutdoor
    Alamat : Jl. Kapten Harsono Sudiro No.152 RT.01/30 Babakan Karang, Ciamis, Jawa Barat
    Rating: Good seller
  13. Nama Lapak : Otel_Leathergoods
    Nama Seller : Hendra Wijaya
    Klasifikasi barang : Leather-craft, leather goods
    Email : gombong_otel@yahoo.com
    No. Telp. / WA : +62.813.3980.8130
    IG : otel_leathergoods
    Alamat (toko offline): Jl. Batas Kangin GA 14, Jimbaran – Bali
    Rating: Recommended maker
  14. Nama Lapak : Paracraftz
    Nama Seller : Sonny
    Klasifikasi barang : EDC gear, paracord stuff dan outdoor equipment
    Website : www.paracraftz.com
    Email : mawla01@gmail.com
    No. Telp. / WA : +62.812.230.6107
    Line/IG/FB : paracraftz
    Alamat (toko offline): Paracraftz Workshop
    Jl. Waruga jaya 203/24 RT.03/12, Ciwaruga, Bandung – 40559
    Rating: Recommended seller
  15. Nama Lapak : Project Alpha
    Nama Seller : Firmandana
    Klasifikasi barang: EDC dan Outdoor equipment
    Website: Project Alpha
    Email: projectalphadesign@gmail.com
    No. Telp: +62823-2103-9223
    Line: coming soon
    IG: project4lpha
    Rating: Good seller
  16. Nama Lapak : R Fahary
    Nama Seller : Rolly Fahary
    Klasifikasi barang : EDC equipment
    Email: rollyfahary@gmail.com
    No. Telp. : +62.838.9609.1170
    Alamat (toko offline) : Griya Sawangan Asri Blok E1/12 Pasir Putih, Sawangan Depok
    Rating: Good seller
  17. Nama Lapak : Rieco Rinaldi
    Nama Seller: Rieco Rinaldi
    Klasifikasi barang : EDC dan Outdoor equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Email: riecorinaldi95@gmail.com
    No. Telp: +62.857.4665.7899
    IG: riecrieco
    Rating: Recommended seller
  18. Nama Lapak : Ruby Defense
    Nama Seller: Danny Rahardian / Aryo Dewabrata
    Klasifikasi barang : EDC dan kydex holster
    Email : danny.rahardian@gmail.com
    No. Telp. : 08111552123
    IG : rubydefense
    Alamat (toko offline) : Menteng Residence, Bintaro.
    Rating : Good seller
  19. Nama Lapak : Strong Cow & Co.
    Nama Seller : Raymond Tambayong
    Klasifikasi barang : Leather works / leather crafts / leather Supply / leather enthusiast
    Email: sapikuat@gmail.com
    No. Telp: 081.333.505080
    IG: strongcow
    Alamat (toko offline): Perum. Villa Puncak Tidar, Blok U – 90.A, Malang, Jawa Timur
    Rating : Good seller
  20. Nama Lapak : Tokonline Jakarta
    Nama Seller : Halim Putra
    Klasifikasi barang: EDC equipment
    Link Buka Lapak : Klik disini
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email: t0k0nline@yahoo.com
    No. Telp: +62.878.8768.6678
    IG: tokonline_jakarta
    Rating: Good seller
  21. Nama Lapak: WGGEAR
    Nama Seller: Raymon
    Klasifikasi barang: EDC equipment, carabiner, Tactical Pouch, Multitools, dll
    Link Tokopedia : Klik disini
    Email: raymontanaka@yahoo.com
    No. Telp.: +62.818.0690.8352
    IG: wggear 
    Rating: Good seller
  22. Nama Lapak : YS93 Shop
    Nama Seller: Yusuf Kurnia Steven Wijaya
    Klasifikasi barang: Tas tactical , pouch (brand : 5.11, Maxpedition, dll)
    Web : Yusuf Kurnia Steven Wijaya
    LinkTokopedia : Klik disini
    Email: yusuf_steven93@yahoo.com
    No. Telp. / WA : +62.857.4022.7229
    Line: yusufsteven93
    IG: yusufsteven
    Alamat (toko offline):  Semarang
    Rating: Recommended seller

 

Telapak Kaki dan Sepatu

Posted: August 13, 2017 in Article, Pengenalan EDC
Tags:

Setelah sekian lama ‘tidur’ akhirnya saya kembali mencoba untuk memberikan tambahan materi pada blog ini… Terima kasih kepada teman-teman, yang rajin mengingatkan dan menyindir-nyindir agar saya kembali menampilkan artikel…hehehehehehe..

Untuk kali ini saya akan mencoba mengulas tentang sepatu. Mungkin saya bukan satu-satunya orang yang seringkali kebingungan pada saat akan memilih sepatu. Membeli langsung, kebingungan untuk memilih sepatu yang tepat, mencoba membeli online, tetap kebingungan karena selain banyaknya pilihan, juga pada istilah-istilah yang digunakan pada uraian spesifikasinya . Saya menyadari bahwa materi yang akan saya uraikan berikut ini belum terlalu lengkap karena (ternyata!! :)) banyak sekali hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipelajari. Tapi setidaknya ini dapat sedikit membantu teman-teman kedepannya.

Sebagai awalan mungkin kita dapat melihat seperti apa bentuk anatomi telapak kaki teman-teman untuk kemudian dapat menentukan tipe sepatu seperti apa yang tepat. Harap diingat, telapak kaki kita menahan beban tubuh selama kita melangkah ataupun berlari, membentuk mekanisme penahan guncangan dan mekanisme penyeimbang agar kita dapat tetap berdiri tegak. Oleh karena itu amat sangat penting untuk dapat menjaga bagian ini agar tetap sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Secara garis besar, ada tiga jenis istilah/kondisi yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan telapak kaki pada saat digunakan untuk berdiri atau melangkah dan berlari :

  1. Pronation / Eversion

Ini untuk menggambarkan kondisi normal telapak kaki pada saat digunakan untuk melangkah, dimana beban tubuh dibagi rata keseluruh jari kaki, dengan sedikit tambahan beban pada ibu jari dan telunjuk, yang memang dapat menampung beban lebih dibandingkan jari-jari lainnya.

  1. Overpronation

Ini untuk menggambarkan kondisi dimana pada saat melangkah seluruh berat beban tubuh hanya di tumpukan pada ibu jari dan telunjuk, sehingga pergelangan kaki mengalami kesulitan untuk dapat mengatur keseimbangan. Pada kasus yang parah dimana telapak kaki rata menyebabkan tertariknya otot, urat dan ligament yang ada di telapak kaki. Untuk orang-orang yang cenderung bergerak seperti ini atau umumnya orang-orang yang memiliki telapak kaki rata disarankan menggunakan sepatu yang memiliki spesifikasi motion control, dimana sepatu jenis ini didesain untuk dapat mengurangi dan mengontrol efek dari gerakan kaki yang bergerak terlalu kedalam. Jenis sepatu ini biasanya lebih berat dan lebih kaku, namun lebih tahan lama. Pada kasus telapak kaki rata juga disarankan memakai orthotic atau insole yang dirancang khusus untuk dapat memperbaiki bentuk telapak kaki.

  1. Supination

Ini untuk menggambarkan kondisi dimana pada saat melangkah beban tubuh ditumpukan pada kelingking dan jari manis kaki yang secara struktur tidak kuat untuk menahan beban sedemikian besar dan mengakibatkan tegangan berlebihan pada otot dan urat yang ada pada pergelangan kaki dan mata kaki. Pada kasus yang yang parah atau kejadian dimana kita salah dalam melangkah dan melakukan gerakan ini secara mendadak dapat mengakibatkan terkilir atau patah pergelangan kaki. Untuk orang-orang yang memang cenderung mengalami pergerakan seperti ini, atau memiliki telapak kaki yang tinggi (telapak kaki melengkung), disarankan menggunakan sepatu yang memiliki spesifikasi cushioned, atau sepatu yang memiliki bantalan tinggi pada bagian insole nya yang memang di desain untuk meredam benturan antara kaki dengan lantai/tanah pada saat melangkah atau berlari.

Untuk dapat melihat bentuk telapak kaki melalui pertipisan pada sol sepatu dan bentuk telapak kaki teman-teman dapat mengacu pada gambar di bawah ini:

Telapak Kaki

Telapak Sepatu

Ilustrasi oleh : Bugsy Kepik

Tips untuk memilih sepatu yang tepat :

  1. Identifikasi akan jenis sepatu yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas teman-teman:
  • Hiking : Untuk jenis ini sebaiknya memilih sepatu jenis boot yang tidak terlalu tinggi, mungkin 5 atau 6 inci dengan bahan upper yang kokoh, traction sole atau daya cengkeram sol dengan tanah yang kuat dan pendukung pergelangan kaki yang baik.
  • Kegiatan alam bebas di suhu yang rendah atau cenderung basah : untuk jenis ini dapat memilih sepatu yang memiliki traction sole yang baik, memiliki insulasi udara dan bahan luarnya tidak mudah tertembus air, seperti Gore-tex Bila sepatu yang memiliki insulasi terlalu panas untuk dipakai pada saat biasa, mungkin dapat memilih sepatu yang berukuran lebih besar sehingga pada saat udara dingin dapat memakai lebih dari satu pasang kaus kaki namun bila udara panas dapat dengan mudah disesuaikan.
  • Sepatu olah raga : Salah satu jenis sepatu yang amat banyak model dan jenisnya, mulai dari sepatu untuk lari, basket, sepak bola, dll. Untuk jenis ini mungkin dapat dikonsultasikan dengan pemilik toko atau petugasnya pada saat teman-teman akan memilih sepatu.
  • Sepatu kerja ataupun sepatu pesta : Disini, seringkali model sepatu yang menjadi pilihan utama tetapi harap diingat bentuk telapak kaki teman-teman, seberapa sering digunakan untuk melangkah dan berjalan dan harus tetap nyaman dipakai.
  1. Pertimbangkan kondisi telapak kaki teman-teman seperti yang sudah dijelaskan diatas.
  2. Semakin banyak support yang ada pada sepasang sepatu (arch support, insulated, steel toe, dll), maka akan semakin berat pula sepatu tersebut. Bila anda banyak berjalan atau berlari pada kondisi alam yang ringan, sebaiknya memilih sepatu yang ringan agar dapat mengurangi beban pada kaki.
  3. Sebaiknya membeli sepatu pada saat sore atau malam hari, karena telapak kaki agak membesar pada saat siang hari yang panas.
  4. Gunakan kaus kaki yang akan dipergunakan pada sepatu tersebut nantinya pada saat mecoba sepatu.
  5. Selalu mengukur sepatu pada saat akan membeli sepatu. Ukuran telapak kaki berubah, walaupun tidak secara signifikan seiring dengan bertambahnya usia. Pada kasus dimana ukuran kaki yang kiri berbeda dengan yang kanan, belilah sepatu dengan ukuran yang berbeda pula.
  6. Berdiri pada saat mencoba sepatu, tekan ringan ujung jari terjauh di kaki (biasanya antara ibu jari atau telunjuk). Sebaiknya ada jarak sekitar 1 cm antara ujung jari terjauh dengan ujung sepatu, agar memberikan ruang pada jari kaki pada saat melangkah. Coba gerakkan jari-jari kaki untu dapat merasakan bahwa jari kaki memiliki ruang yang tepat dan tidak terlalu ketat.
  7. Coba berjalan dengan sepatu tersebut. Rasakan, apakah terlalu sempit, pas atau terlalu besar? Apakah tumit dan mata kaki nyaman saat melangkah? Jangan selalu berasumsi bahwa sepatu selalu membutuhkan masa ‘broken in’ atau masa agar sepatu menjadi nyaman untuk dipakai. Sepatu harus sudah nyaman sejak saat dibeli.
  8. Pilihlah sepatu yang benar-benar nyaman untuk teman-teman, jangan hanya melihat ukuran dan spesifikasi sepatu tersebut. Setiap pabrik memiliki ukuran sepatu yang berbeda-beda. Ukuran satu merk belum tentu sama dengan merk lainnya. Jangan termakan iklan teman-teman.. 🙂
  9. Perhatikan lebar sepatu, agar memberikan kenyamanan pada mata kaki dan telapak kaki. Membeli sepatu dengan ukuran lebih besar tidak menyelesaikan masalah, karena telapak kaki justru akan mudah ‘tergelincir’ pada saat digunakan.
  10. Rasakan bagian dalam sepatu, apakah ‘tag’, jahitan maupun material sepatunya dapat membuat teman-teman tidak nyaman.
  11. Perhatikan sol sepatunya, beli sesuai kebutuhan teman-teman seperti yang sudah dijelaskan diatas. Coba berjalan di lantai yang keras dan kemudian di permukaan yang lembut seperti karpet untuk dapat merasakan bedanya.

 

Beberapa istilah-istilah umum pada sepatu:

  1. Aglet : Ujung plastik pada tali sepatu, untuk memudahkan kita pada saat memasukkan tali sepatu kedalam lubang sepatu /
  2. Ankle Strap : Tali pengikat yang ada dibelakang sepatu dan melingkari pergelangan kaki. Biasanya memiliki buckle / pengikat yang dapat disesuaikan ukurannya.
  3. Arch : Bagian melengkung pada sol sepatu antara bantalan telapak kaki bagian depan dan tumit. Istilah ini juga merujuk pada bagian yang menonjol pada insole sepatu yang berfungsi untuk menunjang bagian tersebut.
  4. Back Seam : Jahitan tegak lurus pada bagian belakang sepatu
  5. Ball : Bagian telapak kaki antara ibu jari kaki dan lengkungan bagian dalam telapak / arch.
  6. Bellows Tongue : Lidah sepatu yang dijahitkan / menempel pada sisi depan atau samping dari sepatu. Juga berfungsi untuk menutup bagian atas sepatu agar tidak mudah kemasukan air.
  7. Boot Heel : Biasanya ditemukan pada sepatu model bot, dimana pada bagian tumit terdapat heel yang lebar, stabil namun tidak terlalu tinggi.
  8. Braided Thread : Model alur jahitan, dimana seluruh lapisan di jalin bersama-sama, tidah hanya dipilin sehingga lapisan-lapisan bahan memiliki daya perlekatan yang lebih baik.
  9. Brannock Device : Alat yang digunakan untuk mengukur panjang dan lebar sepatu agar mendapatkan sepatu yang benar-benar sesuai dengan ukuran.
  10. Burnish : Proses memoles kulit pada sepatu untuk mendapatkan kesan
  11. Cemented Construction : Konstruksi sepatu dimana bagian atas dari sepatu direkatkan langsung ke bagian sol sepatu, bukan di jahitkan seperti pada umumnya. Kelebihan model seperti ini adalah sepatu menjadi lebih elastis, lentur dan ringan.
  12. Collar : Bagian atas dari belakang sepatu bot, biasanya posisinya diatas tumit, memiliki bantalan untuk melindungi bagian tersebut dan memberikan kenyamanan.
  13. Contoured Footbed : Insole atau pelapis yang berada pada bagian dalam sepatu di cetak mengikuti bentuk sepatu.
  14. Dri – Lex : Konfigurasi dua lapis dari Hydrofill, dimana nylon fiber yang berfungsi sebagai penyerap kelembaban sebagai lapisan dalam dan lapisan pelindung kelembaban di jahit menjadi satu.
  15. Dual Density Midsole : Biasanya ditemukan pada model sepatu lari, dimana midsole menggunakan dua bantalan busa yang memiliki kepadatan yang berbeda dengan bantalan yang sedikit lebih tebal dibagian kaki yang lebih sering bergesek dengan permukaan.
  16. Elastic Gore : Panel elastis yang di masukkan kedalam sepatu untuk memberikan daya renggang yang baik.
  17. Energy Return : Biasanya ditemukan pada sepatu lari, ini adalah respon yang diberikan segera setalah sepatu beradu dengan permukaan tanah, dimana ‘dorongan’ otomatis diberikan untuk menciptakan langkah atau gerak yang efektif.
  18. V.A : Ethylene Vinyl Acetate, komposisi sintetik yang biasanya digunakan untuk outsole. E.V.A merupakan salah satu bantalan sol yang baik dan mudah dibentuk dengan proses yang menggunakan panas atau tekanan.
  19. Eyelet : Lubang untuk memasukkan tali sepatu.
  20. Fiberboard : Material sepatu yang biasanya terbuat dari bubur kayu, biasanya digunakan di telapak bagian depan atau untuk menaikkan posisi tumit (pada sepatu yang memiliki hak tinggi).
  21. Flat Heel : Sepatu yang memiliki tapak yang rata.
  22. Foxing : Strip karet yang menghubungkan bagian atas dan sol sepatu. Biasanya ditemukan pada sepatu model sneaker berbahan kanvas.
  23. Gore : Panel elastis yang biasanya berada pada bagian depan sepatu, untuk memudahkan memakai dan membuka sepatu.
  24. Heel : Bisa mengacu pada hak sepatu atau bagian belakang dari sepatu pada posisi tumit.
  25. Heel Counter : Bagian lebar pada hak sepatu, yang berfungsi untuk menahan benturan pada bagian tumit pada saat menggunakan sepatu yang memiliki hak.
  26. Hidden Gore : Panel elastis pada bagian depan sepatu yang biasanya tertutup oleh lidah sepatu. Berfungsi untuk memberikan kenyamanan pada sepatu.
  27. Injection Molded Construction : Tipe konstruksi sol sepatu dimana sol dibuat dengan cara menginjeksikan PVC cair atau material sejenis pada cetakan sol sepatu. Sering digunakan pada sepatu yang diproduksi dalam jumlah banyak karena tingkat efisiensinya.
  28. Insole : Bagian dalam sepatu dimana bagian bawah telapak kaki bertemu dengan dasar sepatu.
  29. Laces : Tali sepatu
  30. Lining : Material yang merupakan bagian dalam sepatu. Ada berbagai macam material yang biasanya digunakan sebagai lining, dengan masing-masing kelebihan dan keurangannya. Kulit misalnya, sangat nyaman dan lebih dingin bila digunakan, tetapi lebih lama kering bila basah, Goretex® merupakan bahan dengan tingkat water resistant yang amat baik, tetapi agak panas bila digunakan pada lokasi beriklim tropis.
  31. Mid-sole : Bagian antara sol bagian bawah dengan insole, merupakan bantalan pelapis antara sol dan insole dan berfungsi sebagai ‘penyerap’ benturan.
  32. Polyurethane : Biasa disingkat sebagai PU, merupakan material buatan yang memiliki bentuk dan kontur persis seperti kulit.
  33. Polyvynil Chloride : Biasa disingkat sebagai PVC, bahan plastic-metal yang agak kaku, biasa dipakai sebagai atasan hak sepatu yang tinggi dan pelapis sol bagian bawah untuk memberikan support yang lebih.
  34. Thermoplastic Rubber : (TPR) Material plastik yang oleh banyak perusahaan biasanya digunakan sebagai bahan dalam proses injection molding.
  35. Thermoplastic Urethane : (TPU) Material plastik yang biasa digunakan sebagai support pada bagian pinggir sepatu, biasanya digunakan pada sepatu lari.
  36. Toe Ridge : Cekungan horizontal pada telapak sepatu yang digunakan sebagai ‘dudukan’ pada jari dan juga berfungsi untuk peredam benturan. Biasanya ditemukan pada sandal.
  37. Vibram : Bahan yang digunakan sebagai bagian bawah telapak sepatu karena ketahanan, tidak licin saat digunakan, biasanya digunakan pasa sepatu untuk tracking atau hiking . Merupakan merk terdaftar dari Vibram S.P.A.
  38. Vulcanizing : Proses penyatuan sol thermoplastic atau karet dengan bagian sepatu dengan menggunakan panas.

 

* Bahan diambil dari berbagai sumber.

Posted By : Yusuf Kurnia Steven Wijaya (Pemenang Artikel Terbaik Bulan November 2014)

medic n tools EDC

Salam EDC Indonesia

Mencoba untuk share pengalaman. Kali ini saya akan mencoba untuk menggunakan pouch yang didapat dari tas olah raga atau tas promosi yang sudah tidak terpakai, yang bagian dalamnya terdapat kantung organizernya untuk kemudian dimanfaatkan sebagai pouch untuk menyimpan medic kit ataupun tools. Kebetulan bagian pouch dari tas yang saya potong ini terbuat dari bahan yang kaku, tebal dan tahan air, sehingga nyaman digunakan sebagai pouch EDC.

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagi berikut:

1.  Temukan bagian pouch atau organizer pada tas, lalu dipotong menggunakan gunting.

559581_4985539374352_1180691168399270574_n

10730938_4985539654359_5728288364835154517_n

 

2.  Rapikan benang-benang sisa potongan dengan dipotong ,lalu dibakar hati-hati dengan korek api supaya  rapi bekas dari potongan tersebut.

10429367_4985542174422_5967522628866195584_n

3.  Bisa tambahkan paracord pada resleting supaya lebih nyaman saat membuka pouch.

10402715_4985541774412_6511397305906554327_n

4.  Jahit tambahan velcro pada bagian depan untuk penambahan panel patch.
10422345_4985537174297_3123399387079039212_n

1234024_4985537694310_6024400582636997779_n

 

Adapun fungsi pouch buatan sendiri ini :

  1. Dapat digunakan sebagai medic pouch sederhana yang di bawa sehari-hari tanpa perlu membawa kotak atau pouch besar, bahkan menjadi survival kit sederhana. Disarankan ditambahkan plastik klip untuk medic atau survival kit supaya tahan air meskipun pouch terbuat dari bahan parasut tahan air.
  2. Bisa digunakan sebagai pouch EDC untuk multitools, knives, flash disk, flashlight, atau tools lainnya yang mudah dan ringan untuk dibawa sehari-hari.

Sekian review dan sharing pengalaman dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi rekan-rekan. Terima kasih.

 

Edited by: Yogi Mahendra

Posted By : Reza Fahlevi Sam (Pemenang Artikel Terbaik Bulan Oktober 2014)

IMG_9411

Assalamualaikum Wr. Wb., salam sejahtera bagi kita semua,

Every Day Carry atau biasa dikenal dengan EDC, baru memasuki hidup saya selama 2 tahun terakhir ini. EDC dapat dimaksudkan sebagai barang yang dibawa setiap hari, untuk konsep penggunaan EDC sudah banyak dibahas sedulur-sedulur di sini, dapat diartikan secara garis besar untuk membantu kegiatan kita setiap harinya.

Secara tidak sadar dan tidak langsung, saat ini konsep EDC terpaku pada 2 hal, yaitu size (ukuran) yang kecil dan price (harga) yang mahal. Konsep ini tidak salah, mengenai ukuran yang kecil memudahkan kita membawanya. Sedangkan jika kita berbicara harga, ada pepatah mengatakan “ada harga ada rupa”, konsep ini juga tidak salah. Jika sedulur-sedulur di mari belum pernah mengalaminya secara langsung tentang pepatah ini, bisa dilihat pada cuplikan di film 127 Hours.

IMG_9411 copy

Saya bukan salah satu orang yang berdompet tebal, maka dari itu saya harus mencari-cari EDC yang tepat dan bagus untuk saya pribadi. EDC pertama saya saat itu adalah pisau lipat berbentuk gantungan kunci seharga Rp 7.000 (sekitar 8 tahun yang lalu). Pepatah “ada harga ada rupa” saya alami untuk pertama kalinya, pisau patah saat saya membongkar mainan adik sepupu saya. Setelah itu EDC saya masuk ke pisau buatan replika (di saat masih awam, pisau berharga mahal masih saya anggap gak bener, gila aja pisau seharga ratusan ribu, akhirnya yang terjangkau ya pisau replika). Selama beberapa bulan, sedikit terasa melelahkan mulai dari size, fungsional, dan maintenance.

Akhirnya saya menemukan Ganzo G711 (thanks Mas Sigit buat group buy nya). Menurut saya pisau ini berukuran pas buat tangan saya, multi grip nya nyaman, bentuk blade nya cantik, dan kualitasnya bagus. Ganzo saya dapat dengan harga Rp 230.000 selanjutnya menjadi pisau andalan saya sebelum bertemu Spyderco Pingo, si kecil imut yang berbentuk tidak intimidatif. Ketika memakai Spyderco Pingo pun tidak takut mengeluarkannya karena efek bentuk yang imut.

CameraZOOM-20130905122702108

Untitled-1

Apakah Ganzo saya terbengkalai? Tidak, Ganzo menjadi primadona saya saat naik gunung. Kalau ditanya kenapa tidak memakai pisau-pisau seperti Spyderco, Benchmade, Enzo, Lionsteel atau yang lainnya karena faktor kebutuhan. Menurut saya Ganzo sudah memenuhi kebutuhan, mulai dari tebal  blade yang bisa digunakan sedikit agak berat walau belum bisa dikatakan linggis, dan tidak mempersulit untuk pekerjaan yang bersifat ringan.

IMG_9417

EDC saya yang lainya yaitu senter. Senter yang saya gunakan yaitu senter Ultrafire C3 SS AAA, 3 mode, waterproof dimana sangat bermanfaat disaat turun gunung malam dan turun hujan. Senter ini terbilang murah dengan harga Rp 180.000.

Jam tangan G-shock DW-6600 yang sangat berguna setiap saat untuk menunjukan waktu. Harga Rp – (given by my brother).

EDC selanjutnya survival whistle (peluit) yang bisa saya gunakan ketika terpisah dari rombongan seharga Rp 35.000.

Carabiner Eiger seharga Rp 12.500 dengan spec not for climbing karena tidak butuh mengangkut beban sampai berkilo-kilo.

Paracord dengan panjang 3 meter yang bisa digunakan untuk menarik motor teman yang mogok, cukup didapat dengan harga Rp 20.000.

Leatherman Fuse dengan harga Rp 500.000 (banyak gigi terselamatkan oleh bukaan botol LM, banyak mur kendor menjadi kencang atau sebaliknya oleh obeng si LM, gunting kecilnya sangat membantu untuk membuka plastik makanan, pisau di LM menjadi backup untuk Spyderco Pingo di saat membutuhkan pisau yang menggunakan locking).

Lakban, barang bisa direkatkan dengan bantuan lakban, mulai dari menambal kabel terkelupas, menambal jas hujan, dll saya dapat dengan harga Rp 5.000.

Spyderco Pingo bisa digunakan untuk jenis pekerjaan ringan mulai dari memotong rafia, membuka paket, atau bahkan memotong daun pisang, dll seharga Rp 750.000.

 

Edited by: Yogi Mahendra

Posted By: Hendra Aryadi (Pemenang Tulisan Terbaik Bulan September 2014)

Hendra 02

Picture By : Hendra Aryadi

Hakikatnya konsep  EDC  adalah “ kebutuhan “, tools yang dibawa akan menunjang bahkan mempermudah situasi yang akan dihadapi. Berikut ini beberapa kejadian yang pernah saya alami  sebelumnya saya menginfokan kalau kegiatan saya berhubungan dengan sebuah event organizer.

Waktu itu saya belum mengenal konsep EDC tapi senter Maglite beserta Victorinox Hustman sudah biasa saya bawa saat berkegiatan. Acaranya di salah satu hotel di Puncak, Bogor. Giant Roll Banner yang musti terpasang pagi itu ternyata ukurannya tidak sesuai, dengan kata  lain terlalu panjang bambu seukuran kaki dewasa musti dipotong saat itu juga…. Beberapa teman langsung lari mencari bagian teknisi hotel untuk meminjam gergaji, disinilah fungsi tools yang saya bawa berperan, hanya menggunakan gergaji dari Victorinox  dengan hitungan menit bisa memotong bambu tadi akhirnya masalahpun bisa diatasi dengan mudah.

Kejadian berikutnya terjadi disalah satu tempat Outbound di Maribaya, Lembang.  Ketika sore-sore saat kita lagi santai tiba-tiba ada beberapa peserta berteriak minta tolong, ternyata ada temannya terjebak di toilet, kuncinya tidak bisa dibuka. Langsung saja saya mengeluarkan Pouch Maxpedition,  karena butuh alat pencongkel   waktu itu yang ada hanya Leatherman Skeletool dengan bilahnya saya mencongkel bagian kuncinya hingga akhirnya bisa membuka paksa pintu toilet tersebut. Karena pintu kuncinya sudah jebol dan tidak bisa digunakan lagi, sayapun membuat tulisan dengan secarik kertas menggunakan spidol Sharpie “ Toilet Rusak” ditempel menggunkan lakban. Semua tools dan bahan tadi semuanya ada di pouch yang saya bawa.

Hendra 01

Picture By : Hendra Aryadi

Berikutnya kejadian sedikit heroik, masih saat bertugas dalam suatu event di kaki Gunung Tangkuban Perahu, konsep eventnya full outdoor para peserta akan melakukan trekking dengan secara berkelompok. Cuaca sudah mulai gelap dan sebelumnya hujan cukup besar. Sebagian peserta berhasil melewati pos saat saya kebagian menyisir rute trekking ternyata ada satu peserta mengalami masalah kesehatan dia tidak bisa berjalan karena kram otot, waktu itu saya dan seorang paramedik sepakat menunggu ditempat, lalu  teman saya mencari bantuan karena HT yang di bawa baterenya sudah habis.  Langitpun sedit demi sedikit berubah jadi hitam, sayapun mengeluarkan senter mungil Fenix HL10 yang biasa saya bawa, dengan nyala yang cukup terang membuat nyaman dan tenang kami bertiga terlebih peserta yang sakit, tak lama dari itu hujan mulai turun kembali karena kondisi peserta tadi yang tidak bisa berjalan terpaksa kami harus diam di tempat, lagi-lagi perlengkapan yang saya bawa bisa membantu kondisi darurat tersebut, kali ini sebuah flysheat dan beberapa meter paracord saya rangkai jadi sebuah sherter untuk berteduh kami bertiga. Hingga akhirnya bantuan dari kawan-kawan saya tiba masalahpun bisa saya atasi dengan “ gampang “  berkat bantuan EDC yang saya bawa.

Itulah peristiwa yang membuat saya yakin hingga sekarang, tentang pentinya sebuah kesiapan dan kecakapan menghadapi situasi yang tak terduga dengan bantuan tools yang kita bawa yang disebut EDC.

Edit by : Yogi Mahendra

Logo EDC Indonesia

Posted: September 17, 2014 in Article, Pengenalan EDC

IMG_20140612_100509

Beberapa teman pernah bertanya pada saya, kenapa memilih logo lebah yang rada-rada ngga jelas ini (hehehehe….) sebagai logo EDC-iD. Kenapa tidak memilih gambar multitools, pisau atau senter sebagai logo seperti blog, facebook group atau web yg bertemakan EDC pada umumnya.

Maka kali ini akan saya jelaskan secara singkat filosofi dari logo ini.

Lebah sendiri adalah binatang yang menakjubkan, sampai salah satu agama mempunyai ayat khusus yg menjelaskan betapa bergunanya mahluk ini. Bahkan ada kepercayaan bahwa salah satu tanda-tanda akhir jaman dimulai dengan punahnya lebah dari muka bumi. Bagaimana tidak, tubuhnya adalah salah satu contoh ‘multitools‘ hidup yang pernah ada, dari membuat madu, membantu proses penyerbukan, sebagai metode pengobatan, bahkan dapat menjadi alat membela dirinya sendiri yg menjadikan lebah amat dibutuhkan dan (bagi sebagian orang) juga ditakuti (termasuk oleh saya yang pernah merasakan 4 sengatan sekaligus.. hehehe).

Roda gear yg digambarkan menjadi tubuh lebah menjadi simbol peralatan dan alat bantu yang selalu dimiliki manusia sejak jaman prasejarah. Seperti diingat, sejarah manusia mulai berkembang pesat semenjak manusia mulai memikirkan penggunaan alat bantu dalam kehidupan sehari-hari, untuk menutupi kelemahannya dalam bertahan hidup bila dibandingkan mahluk-mahluk lain yg hidup di muka bumi.

Jadi secara keseluruhan, logo ini saya anggap sebagai jawaban filosofis dr konsep EDC itu sendiri. Bisa jadi salah menurut orang lain. Tapi seperti pernah saya tulis di artikel saya yang lain, ini adalah pendapat pribadi saya yang diharapkan dapat dimengerti oleh teman-teman semuanya.. 🙂

EDC 101 Version 1.0

Posted: September 15, 2014 in Article, Pengenalan EDC
Tags:

IMG_20140720_085329

 

Suatu kebanggan, saat ini sudah mulai banyak orang yang ‘melek’ akan konsep dan istilah Every Day Carry atau biasa disingkat EDC dan mengaplikasikannya pada keseharian masing-masing. Tetapi seringkali timbul pertanyaan, seperti apa sih konsep EDC yang ideal? Apakah peralatan atau tools standard yang wajb dibawa?

Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita mengacu pada definisi EDC itu sendiri. Bila teman-teman membuka laman Wikipedia, disitu dapat ditemukan definisi EDC, yang akan saya coba sadur dan terjemahkan disini:

“Every Day Carry refers to a small collections of tools, equipment, and supplies that are carried on a daily basis to assist in tackling situations ranging from mundane to disastrous. The terms EDC also refer to the philosophy or spirit of ‘preparedness’ that goes along with the selection and carrying of these items. Implicit in the term is the sense that an EDC is an individual’s personal selection of equipment, arrived at after deliberation, rather than standardized kit.” (Sumber: Wikipedia)

Secara bebas dapat diterjemahkan bahwa EDC adalah koleksi peralatan dan suplai yang dibawa untuk membantu dalam mengatasi berbagai situasi. Istilah EDC sendiri mengacu pada filosofi atau semangat dari kesiapsiagaan yang diikuti dengan pemilihan alat yang akan dibawa. Secara implisit istilah ini menjelaskan bahwa EDC lebih mengacu kepada pemilihan alat-alat sesuai kebutuhan pribadi secara bebas, daripada suatu standar baku peralatan yang dibutuhkan.

IMG_20140523_075956

 

Ini artinya bahwa tidak ada panduan baku peralatan apa yang harus dibawa agar dapat disebut atau dicap sebagai penganut konsep EDC. Yang ada adalah teman-teman yang memilih sendiri peralatan apa yang akan di bawa, yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Bila misalnya teman-teman adalah seorang fotografer, maka yang menjadi bagian dari perlengkapan EDC teman-teman adalah kamera dan aksesoris pendukungnya. Seorang executive di perkantoran akan menjadikan pulpen sebagai peralatan wajib dalam konsep EDC dan satu set keychain set mungkin, daripada sebuah multitools lengkap yang besar dan senter ber lumens tinggi dan menggunakan 2 buah batere 18650 yang berat adalah contoh lain yang dapat diambil. Tapi yang saya tuliskan ini akan menjadi rancu bilamana berhadapan dengan seorang kolektor. Seorang kolektor pisau akan selalu membawa pisau dalam konsep EDCnya (labih dari satu mungkin), sama seperti seorang kolektor senter atau multitools misalnya. Hak pribadi masing-masing yang harus dimengerti dan dihargai… 🙂

Terkadang kita dihadapkan pada banyak sekali pilihan pada saat akan menentukan alat yang akan dibeli untuk kemudian menjadi EDC wajib yang akan di bawa. Seringkalipula pada akhirnya kita terjebak membeli atau mengggunakan alat-alat yang dapat diistilahkan ‘overkill’ seperti contoh diatas. Membeli senter misalkan, senter seperti apakah yang teman-teman butuhkan? Apakah sekedar menerangi saat mati lampu seperti Thrunite Ti? Atau mungkin karena teman-teman adalah anggota SAR yang membutuhkan senter besar dengan lumens tinggi dan berspek militer seperti Olight X6 Marauder? Dengan memahami kebutuhan dasar teman-teman, maka akan dengan mudah teman-teman dapat mentukan peralatan apa yang akan dibeli kemudian.

2014-04-23 10.07.41

Pertanyaan lain yang sering timbul dan ditanyakan oleh banyak orang kepada saya dan teman-temen yang lain adalah sejauh mana keharusan membawa pisau atau multitools dalam kegiatan sehari-hari? Mengapa EDC selalu identik dengan pisau dan multitools?

Untuk pisau saya dapat mengatakan kalau ini amat tergantung pada kegiatan yang akan teman-teman jalani. Pisau menjadi salah satu symbol dan alat penting dalam konsep EDC karena konsep EDC itu sendiri pada awalnya di kembangkan dikalangan militer, penggiat kegiatan alam bebas dan survivalist, dimana pisau adalah salah satu alat bantu yang tidak terpisahkan dalam aktivitas teman-teman dikalangan tersebut. Namun dalam konsep sipil, dan kehidupan sehari-hari, apalagi bila teman-teman hidup di areal perkotaan, alat ini menjadi amat jarang digunakan dan dapat pula digabungkan dengan peralatan lain, dalam sebuah multiools misalnya.

Sedang untuk multitools, saya dapat mengatakan kalau dalam berbagai bentuk, baik multitools lengkap seperti Leatherman Charge TTi ataupun multitools mini seperti Gerber Dime, alat ini akan selalu berguna untuk membantu kegiatan teman-teman. Dari membuka surat dan paket, membetulkan baut-baut yang longgar, memotong benang atau mungkin memperbaiki peralatan-peralatan teman-teman atau sekedar meraut pensil misalnya. Pada dasarnya, multitools sendiri diciptakan untuk menjawab kebutuhan akan suatu alat portable dan compact yang dapat membantu dalam mengerjakan berbagai tugas sehari-hari dalam kondisi yang mendadak.

Nah, sekarang kembali kepada teman-teman, alat apakah yang akan teman-teman jadikan sebagai bagian dari konsep EDC teman-teman sendiri? Ciptakan konsep dan pakem mu sendiri! 🙂

20130602_132749

Didalam blog ini sering kali saya menampilkan pisau sebagai salah satu alat bantu dalam kegiatan sehari-hari, bahkan kadang-kadang terkesan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari konsep EDC. Namun sering kali timbul pertanyaan mengenai aspek hukum mengenai hal tersebut. Untuk menjawabnya, mungkin kita dapat mengacu pada Undang Undang Darurat RI No.12 tahun 1951 yang masih berlaku hingga saat ini :

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 1951
TENTANG
MENGUBAH “ORDONNANTIETIJDELIJKE BIJZONDERE STRAFBEPALINGEN” (STBL. 1948
NOMOR 17) DAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA DAHULU NOMOR 8 TAHUN
1948

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:
Bahwa berhubung dengan keadaan yang mendesak dan untuk kepentingan pemerintah dipandang
perlu untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam “Ordonnantie Tijdelijke Byzondere
Strafbepalingen” (Stbl. 1948 No. 17) dan Undang-undang Republik Indonesia dahulu No. 8 tahun
1948.

Menimbang pula:
Bahwa karena keadaan-keadaan yang mendesak, peraturan ini perlu segera diadakan.

Mengingat:
a. Pasal 96, 102 dan 142 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;
b. “Ordonnantie Tijdelijke Byzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 No. 17);
c. Undang-undang Republik Indonesia dahulu No. 8 tahun 1948.

MEMUTUSKAN :

A. Menetapkan:
UNDANG-UNDANG DARURAT TENTANG MENGUBAH “ORDONNANTIETIJDELIJKE
BYZONDERE STRAFBEPALINGEN” (STBL. 1948 NOMOR 17) DAN UNDANG-UNDANG
REPUBLIK INDONESIA DAHULU NOMOR 8 TAHUN 1948).

Pasal 1

  1. Barang siapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.
  2. Yang dimaksudkan dengan pengertian senjata api dan amunisi termasuk juga segala barang sebagaimana diterangkan dalam pasal 1 ayat 1 dari Peraturan Senjata Api (Vuurwapenregeling : in-, uit-, doorvoer en lossing) 1936 (Stbl. 1937 No. 170), yang telah diubah dengan Ordonnantie tanggal 30 Mei 1939 (Stbl. No. 278), tetapi tidak termasuk dalam pengertian itu senjata-senjata yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang kuno atau barang yang ajaib (merkwaardigheid), dan bukan pula sesuatu senjata yang tetap tidak dapat terpakai atau dibikin sedemikian rupa sehingga tidak dapat dipergunakan.
  3. Yang dimaksudkan dengan pengertian bahan-bahan peledak termasuk semua barang yang dapat meledak, yang dimaksudkan dalam Ordonnantie tanggal 18 September 1893 (Stbl. 234), yang telah diubah terkemudian sekali dengan Ordonnantie tanggal 9 Mei 1931 (Stbl. No. 168), semua jenis mesin, bom-bom, bom-bom pembakar, ranjau-ranjau (mijnen), granat tangan dan pada umumnya semua bahan peledak baik yang merupakan luluhan kimia tunggal (enkelvoudige chemischeverbindingen) maupun yang merupakan adukan bahan-bahan peledak (explosievemengsels) atau bahan-bahan peledak pemasuk (inleidende explosieven), yang dipergunakan untuk meledakkan lain-lain barang peledak, sekedar belum termasuk dalam pengertian amunisi.

Pasal 2

  1. Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, ofstootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.
  2. Dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).

Pasal 3

Perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum Undang-undang Darurat ini dipandang sebagai
kejahatan.

Pasal 4

  1. Bilamana sesuatu perbuatan yang dapat dihukum menurut Undang-undang Darurat ini dilakukan oleh atau atas kekuasaan suatu badan hukum, maka penuntutan dapat dilakukan dan hukuman dapat dijatuhkan kepada pengurus atau kepada wakilnya setempat.
  2. Ketentuan pada ayat 1 di muka berlaku juga terhadap badan-badan hukum, yang bertindak selaku pengurus atau wakil dari suatu badan hukum lain.

Pasal 5

  1. Barang-barang atau bahan-bahan dengan mana terhadap mana sesuatu perbuatan yang terancam hukuman pada pasal 1 atau 2, dapat dirampas, juga bilamana barang-barang itu tidak kepunyaan si-tertuduh.
  2. Barang-barang atau bahan-bahan yang dirampas menurut ketentuan ayat 1, harus di rusak, kecuali apabila terhadap barang-barang itu oleh atau dari pihak Menteri Pertahanan untuk kepentingan Negara diberikan suatu tujuan lain.

Pasal 6

  1. Yang diserahi untuk mengusut perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum berdasarkan pasal 1 dan 2 selain dari orang-orang yang pada umumnya telah ditunjuk untuk mengusut perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum, juga orang-orang, yang dengan peraturan Undang-undang telah atau akan ditunjuk untuk mengusut kejahatan-kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran yang bersangkutan dengan senjata api, amunisi dan bahan-bahan peledak.
  2. Pegawai-pegawai pengusut serta orang-orang yang mengikutinya senantiasa berhak memasuki tempat-tempat, yang mereka anggap perlu dimasukinya, untuk kepentingan menjalankan dengan saksama tugas mereka Apabila mereka dihalangi memasuknya, mereka jika perlu dapat meminta bantuan dari alat kekuasaan.

B. Menetapkan, bahwa segala peraturan atau ketentuan-ketentuan dari peraturan-peraturan
yang bertentangan dengan Undang-undang Darurat ini tidak berlaku.
Ketentuan terakhir.

C. Undang-undang Darurat ini mulai berlaku pada hari diundangkan.
Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undangundang
Darurat ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan Di Jakarta,
Pada Tanggal 1 September 1951

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Ttd.
SOEKARNO
PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.
SUKIMAN WIRJOSANDJOJO.
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.
ISKAQ TJOKROHADISURJO.
MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.
SEWAKA.
MENTERI KEHAKIMAN REPUBLIK INDONESIA, a. i.,

Ttd.
M. A. PELLAUPESSY.

Diundangkan:
Pada Tanggal 4 September 1951
MENTERI KEHAKIMAN REPUBLIK INDONESIA a. i.,
Ttd.
M.A.PELLAUPESSY

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 1951

Saya tidak memiliki kemampuan teknis untuk dapat menganalisa Undang-Undang diatas namun saya harapkan dengan adanya tulisan ini akan tercipta suatu diskusi aktif antara teman-teman komunitas penggila EDC ataupun kolektor pisau dengan pihak-pihak yang berkompeten sehingga tercipta suatu kejelasan di masa yang akan datang. Bagaimanapun juga, pisau adalah alat bantu untuk kegiatan kita sehari-hari, bukan senjata yang berbahaya dan harus dihindari.

Please follow us at @yogi1778 or click this link http://instagram.com/yogi1778 to check our daily pict!

IMG_20140424_084409 IMG_20140421_090420 2014-04-23 10.07.41 10155880_10153297649992588_3115664892053014340_n IMG_20140302_182905 IMG_20140424_104818 IMG_20140302_231636 IMG_20140406_212020 IMG_20140414_102748 1653434_10153172059502588_1546923453_n