Berbagi Cerita Tentang EDC

Posted: October 19, 2014 in Article, Flashlight, Pocket Tool
Tags: , , , , ,

Posted By: Hendra Aryadi (Pemenang Tulisan Terbaik Bulan September 2014)

Hendra 02

Picture By : Hendra Aryadi

Hakikatnya konsep  EDC  adalah “ kebutuhan “, tools yang dibawa akan menunjang bahkan mempermudah situasi yang akan dihadapi. Berikut ini beberapa kejadian yang pernah saya alami  sebelumnya saya menginfokan kalau kegiatan saya berhubungan dengan sebuah event organizer.

Waktu itu saya belum mengenal konsep EDC tapi senter Maglite beserta Victorinox Hustman sudah biasa saya bawa saat berkegiatan. Acaranya di salah satu hotel di Puncak, Bogor. Giant Roll Banner yang musti terpasang pagi itu ternyata ukurannya tidak sesuai, dengan kata  lain terlalu panjang bambu seukuran kaki dewasa musti dipotong saat itu juga…. Beberapa teman langsung lari mencari bagian teknisi hotel untuk meminjam gergaji, disinilah fungsi tools yang saya bawa berperan, hanya menggunakan gergaji dari Victorinox  dengan hitungan menit bisa memotong bambu tadi akhirnya masalahpun bisa diatasi dengan mudah.

Kejadian berikutnya terjadi disalah satu tempat Outbound di Maribaya, Lembang.  Ketika sore-sore saat kita lagi santai tiba-tiba ada beberapa peserta berteriak minta tolong, ternyata ada temannya terjebak di toilet, kuncinya tidak bisa dibuka. Langsung saja saya mengeluarkan Pouch Maxpedition,  karena butuh alat pencongkel   waktu itu yang ada hanya Leatherman Skeletool dengan bilahnya saya mencongkel bagian kuncinya hingga akhirnya bisa membuka paksa pintu toilet tersebut. Karena pintu kuncinya sudah jebol dan tidak bisa digunakan lagi, sayapun membuat tulisan dengan secarik kertas menggunakan spidol Sharpie “ Toilet Rusak” ditempel menggunkan lakban. Semua tools dan bahan tadi semuanya ada di pouch yang saya bawa.

Hendra 01

Picture By : Hendra Aryadi

Berikutnya kejadian sedikit heroik, masih saat bertugas dalam suatu event di kaki Gunung Tangkuban Perahu, konsep eventnya full outdoor para peserta akan melakukan trekking dengan secara berkelompok. Cuaca sudah mulai gelap dan sebelumnya hujan cukup besar. Sebagian peserta berhasil melewati pos saat saya kebagian menyisir rute trekking ternyata ada satu peserta mengalami masalah kesehatan dia tidak bisa berjalan karena kram otot, waktu itu saya dan seorang paramedik sepakat menunggu ditempat, lalu  teman saya mencari bantuan karena HT yang di bawa baterenya sudah habis.  Langitpun sedit demi sedikit berubah jadi hitam, sayapun mengeluarkan senter mungil Fenix HL10 yang biasa saya bawa, dengan nyala yang cukup terang membuat nyaman dan tenang kami bertiga terlebih peserta yang sakit, tak lama dari itu hujan mulai turun kembali karena kondisi peserta tadi yang tidak bisa berjalan terpaksa kami harus diam di tempat, lagi-lagi perlengkapan yang saya bawa bisa membantu kondisi darurat tersebut, kali ini sebuah flysheat dan beberapa meter paracord saya rangkai jadi sebuah sherter untuk berteduh kami bertiga. Hingga akhirnya bantuan dari kawan-kawan saya tiba masalahpun bisa saya atasi dengan “ gampang “  berkat bantuan EDC yang saya bawa.

Itulah peristiwa yang membuat saya yakin hingga sekarang, tentang pentinya sebuah kesiapan dan kecakapan menghadapi situasi yang tak terduga dengan bantuan tools yang kita bawa yang disebut EDC.

Edit by : Yogi Mahendra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s