Included in this picture:
- Protrek PRG 240
- Jetbeam PC10
- Boker Plus Toucan with Jeepaing Custom Kydex
- Samsung S4 with Urban Armour Gear Hard Case
Picture By : Yogi Mahendra
Sebagai salah satu penggila sheath berbahan kydex, seringkali saya menarik napas panjang bilamana melihat forum-forum luar negeri yang menampilkan sheath-sheath yang keren, dengan harga yang bila di kalkulasikan dengan ongkos kirimnya jelas akan membuat geleng-geleng kepala (Harga segitu hanya buat sarung?!). Belum lagi membayangkan harus mengirimkan pisau atau tool saya ke maker tersebut dengan resiko kehilangan atau kerusakan, serta lama waktu pembuatan dan pengirimannya.. fuiih…
Namun semenjak saya mengenal Kang Jeep (Kaya iklan salah satu klinik yak? hehehe) segala keinginan saya untuk sebuah sheath kydex yang bagus bukanlah hal yang mustahil lagi. Pada awalnya saya mengenal Kang Jeep sebagai salah seorang knife maker pada gathering sebuah forum kolektor yang diadakan di Bandung, hingga kemudian bersama-sama bergabung dalam satu grup jejaring sosial, bertukar pikiran, hingga membantu memfasilitasi keinginan Kang Jeep untuk mengembangkan skill pembuatan sheath berbahan kydex yang pada saat itu amat jarang di Indonesia. Hal ini tentunya didasari oleh keinginannya untuk terus belajar dan berkembang serta sikap tidak pernah puas (tanpa perlu saya tambahkan kegilaan dan selera humornya yang agak-agak nyeleneh.. hehehehhehe).
Pada kali ini saya tidak akan melakukan review pada karya-karya Kang Jeep, biarkanlah teman-teman yang menilai dari foto-foto yang saya ambil maupun teman-teman saya.
Picture By : Sonny Arief Insyani
Hal yang amat menarik lainnya adalah beberapa kali saya memesan karyanya, pada saat saya bertanya berapa harga yang harus saya bayarkan, Kang Jeep hanya berkata,”Yah, yang penting mah karyaku dipercaya dan dipakai oleh orang-orang lain, belum lagi dikasi kesempatan untuk belajar.” Ungkapan yang luar biasa yang keluar dari mamalia (Piis Kaaaang!!! Wkwkwkwkwk) seperti Kang Jeep. Padahal untuk membuat satu sheath sederhana sekalipun, Kang Jeep harus mengeluarkan modal, meluangkan waktu, dan yang paling sulit adalah mengeluarkan kemampuan dan imajinasinya untuk membuat suatu karya yang tidak biasa. Sesuatu yang amat sulit dikalkulasikan dengan uang, tetapi tetap harus dilakukan sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan kita pada sebuah karya, tentunya…
Kontak:
Ahmad Fauzidin (Kang Jeep atau Jeepaing)
No. Telp. : +62.852.2130.6711
(Note: terima kasih buat bro Arie, bro Bram, bro Yosa, bro Sonny, mas Adi, mas Eko dan Kang Jeep buat foto-fotonya.. Cheers!)
Sering kali saya merasa ‘hilang ganteng’ (baca : bodoh) setiap kali sedang berkumpul bersama teman-teman yang memiliki hobi mengoleksi pisau, terlebih manakala mereka sedang serius membicarakan pisau dengan serius dan mengeluarkan istilah-istilah yang asing di telinga saya. Beruntungnya saya karena memiliki teman-teman seperti Pak Omar J. Saleh, Erik Hadibroto maupun Tomo (Equator Knives) yang dengan sabar menjelaskan setiap kali saya bertanya walaupun diikuti dengan tatapan kasihan karena menyadari betapa ‘oon’nya saya.. hehehehe
Oleh karena itu saya mencoba membantu teman-teman lain yang mungkin senasib dan sepenanggungan dengan saya (hehehe..) dengan mencoba merangkum istilah-istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan detil dari sebuah pisau. Saya juga sadar yang akan saya tulis dibawah ini hanyalah secuil dari sekian banyak istilah, bentuk dan penggambaran pisau yang ada selama ini. Diharapkan tulisan berikut bisa sedikit menolong bagi teman-teman yang baru terjun menekuni hobi ini.
ISTILAH UMUM PADA PISAU
BEBERAPA TIPE BEVEL / GRIND
(Terima kasih banyak saya ucapkan sekali lagi untuk Pak Omar J. Saleh dan Tomo (Equator Knives) yang membantu saya mereview dan menambahkan bagian-bagian penting dari tulisan ini).
*Dirangkum dari berbagai sumber*

Menurut beberapa sumber, Bug Out Bag sendiri mengacu pada satu set perlengkapan yang dibutuhkan dalam masa lebih kurang 72 jam setelah terjadinya bencana. Dikenal dengan nama lain seperti Bail Out Bag, Grab Bag, Personal Emergency relocation Kit, sistem ini sendiri pada awalnya digunakan dikalangan militer hingga akhirnya dipergunakan luas dengan konsep yang sedikit berbeda sesuai kebutuhan. Tercatat seperti lembaga-lembaga kemanusiaan, pecinta kegiatan alam bebas, dan para survivalist menjadikan BoB sebagai salah satu perlengkapan wajib dalam kegiatannya sehari-hari .
Dimasa sekarang Bug Out Bag atau lebih dikenal dengan istilah BoB menjadi salah satu bagian tidak terpisahkan dari konsep EDC sebagai salah satu konsep kesiagaan yang lebih “serius’ dimana peralatan tidak hanya sebagai alat bantu dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari tapi juga alat-alat penting bilamana secara mendadak harus dihadapkan pada kondisi yang lebih ekstrim.
Banyak teman-teman saya yang menganggap penerapan konsep BoB dalam aktifitas sehari-hari sebagai konsep yang “Overkill” atau berlebihan. Bukan komentar yang salah sebenarnya, tapi saya selalu berkilah diplomatis dan berkata,”Lebih baik membawa perlengkapan tapi tidak dibutuhkan daripada panik karena tidak membawa pada saat terdesak”.. 🙂
Berdasarkan “pakem” yang sering menjadi patokan pada konsep EDC- BoB ini, adapun alat-alat maupun unit yang sering disarankan untuk dibawa antara lain:
Beberapa orang juga menambahkan benda-benda lain seperti kamera poket, Ipod ataupun MP3 Player. Pada akhirnya apapun yang teman-teman akan bawa tergantung kepada kebutuhan masing-masing, tidak ada hukum baku untuk itu.
Sedangkan konsep BoB yang lebih menekankan pada konsep survival ataupun antisipasi pada kondisi-kondisi luar biasa seperti bencana, selain barang-barang yang saya sebutkan diatas juga terdapat penambahan item-item seperti: