First Aid Kit (Lagi)

Posted: April 14, 2014 in Pengenalan EDC

FAK 01

Picture by: Yogi Mahendra

Sebenarnya topik ini sudah pernah diangkat oleh sahabat-sahabat  saya, Bro Rya dan Bro Arie di blog ID Prepper, jadi disini saya hanya mencoba menambahkan sedikit beberapa poin-poin yang mungkin dapat melengkapi tulisan tersebut dan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai First Aid Kit atau sering disebut FAK atau juga P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Kali ini saya tidak akan mengulas FAK yang disusun berdasarkan standar internasional, ISO 7010, karena tidak semua teman-teman memiliki dasar-dasar medis dan sebenarnya FAK sendiri lebih tepat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Sebelum saya mengulas lebih jauh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat mempersiapkan FAK :

  1. FAK hanya digunakan untuk pertolongan pertama sebelum dirujuk ke dokter atau klinik terdekat.
  2. Sesuaikan dengan kebutuhan, apakah untuk kebutuhan pribadi, keluarga, apakah untuk kegiatan sehari-hari, untuk kegiatan alam bebas, dll.
  3. Pilih FAK ataupun alat-alat yang dapat teman-teman gunakan. Tidak perlu rasanya membeli FAK yang lengkap dan mahal tanpa memiliki dasar-dasar paramedis.
  4. Lengkapi dengan keperluan pribadi, seperti obat-obatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing atau nomor telepon yang dapat dihubungi pada kondisi darurat.
  5. Tempatkan FAK pada lokasi yang mudah dijangkau, misalnya pada bagian kompartemen tas yang dapat dengan cepat di akses, bagian rumah yang mudah terlihat dan dijangkau ataupun pada laci mobil.
  6. Lakukan pemeriksaan rutin pada FAK teman-teman karena obat-obatan ataupun medical supplies tertentu biasanya memiliki masa kadaluwarsa. Lakukan penggantian segera bilamana obat-obatan tersebut sudah kadaluwarsa ataupun habis terpakai.
  7. Sebaiknya FAK disimpan dalam wadah yang bersih, kedap udara dan kedap air untuk mencegah kerusakan akibat kondisi-kondisi diatas.

FAK 02

Picture by: Yogi Mahendra

Adapun kelengkapan yang biasanya ada didalam FAK:

Pengobatan untuk trauma ataupun luka luar

  • Perban berbagai ukuran
  • Elastic bandage seperti Hansaplast
  • Terkadang untuk menggantikan triangular bandage dapat menggunakan bandana atau shemagh
  • Saya pribadi lebih suka menggunakan kapas, kasa atau hypavix yang dibentuk seperti tampon karena lebih mudah untuk digunakan tanpa perlu menyentuh luka dan dapat dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat menjadi penutup luka sementara.
  • Plester ataupun hypavix.
  • Betadine ataupun Povidine iodine
  • H2O2 atau Hidrogen peroxida untuk mencuci luka sebagai agen antimicrobial. Pada saat darurat, campuran antara H2O2 dan Betadine (dengan formula 1:1) digunakan untuk mencuci luka yang sangat kotor. Namun harap diingat untuk tidak mencampurkan kedua jenis cairan tersebut sebelum dipakai dan hanya digunakan seperlunya.
  • Dettol untuk desinfektan. Saya selalu menyarankan untuk membawa Dettol karena selain untuk mencuci luka, cairan ini dapat digunakan untuk mandi, mencuci pakaian bahkan untuk membersihkan ruangan pada kondisi yang kurang baik atau darurat.
  • Alcohol swab,untuk membersihkan luka-luka ringan.
  • Salep luka bakar

IMG_3085

Obat-obatan, adapun obat-obatan yang umum dibawa antara lain (yang saya sebutkan di bawah adalah nama generik, karena banyak sekali merk obat-obatan yng di jual bebas dipasaran):

Penghilang rasa sakit (analgesic). Ada beberapa analgesic yang umum digunakan:

  • Paracetamol (Acetaminophen). Salah satu obat yang umum digunakan, karena selain dapat menghilangkan rasa sakit ringan seperti sakit kepala, juga dapat digunakan sebagai pereda demam (antipyrectic). Dibandingkan analgesic lain, paracetamol jauh lebih beracun bila digunakan secara berlebihan, namun lebih aman bila digunakan pada dosis yang tepat.
  • Aspirin (Acetylsalicylic acid). Sebagai Analgesic ringan, antipyretic dan juga pengobatan untuk anti-inflammatory (iritasi). Sering juga dianjurkan untuk pengobatan nyeri pada persendian seperti rematik.
  • Ibuprofen (Isobutyl propanoic phenolic acid). Sebagai analgesic, antipyretic dan anti-inflammatory. Salah satu obat yang direkomendasikan oleh WHO, sehingga masuk kedalam daftar Model List of Esential Medicine dan Inter Agency Emergency Health Kit untuk penanggulangan bencana dan standar minimum dalam pelayanan kesehatan.
  • Ponstan (Mefenamic acid). Digunakan sebagain penghilang rasa sakit, anti-inflammatory dan pembengkakan seperti sakit gigi, dan sakit akibat menstruasi.
  • Co-codamol (komposisi campuran antara Codein phosphate dan Paracetamol). Lazim digunakan sebagai analgesic kelas menengah manalaka obat-obatan seperti ibuprofen, aspirin tidak mampu menanggulangi rasa sakitnya. Tidak dianjurkan pada ibu menyusui dan digunakan pada jangka waktu lama karena dapat mengakibatkan ketergantungan. Harus dengan resep dokter.

Obat-obatan antihistamin (Mengurangi gejala-gejala alergi, mabuk perjalanan, tukak lambung dan sengatan serangga) seperti:

  • Ranitidine, mengobati gejala awal tukak lambung dengan mengurangi produksi asam lambung.
  • Citirizine, Mengobati gejala radang selaput hidung, biduran.
  • Hydrocortisone, umum digunakan dalam bentuk salep untuk pengobatan sengatan serangga.
  • Benadryl, umum digunakan sebagai obat anti alergi.
  • Dimenhydrinate, umum digunakan untuk mengurangi gejala pada mabuk perjalanan ataupun muntah-muntah pada masa awal kehamilan.

Obat-obatan untuk mencegah racun pada makanan seperti arang aktif (Norit).

Obat-obatan untuk mencegah diare seperti Loperamide atau Immodium.

Jangan lupa untuk menambahkan obat-obatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan pemakai seperti inhaler pada penderita asma misalnya.

Peralatan pendukung seperti:

  • Gunting
  • Pinset
  • Selimut atau thermal blanket
  • Senter
  • Notes dan alat tulis
  • Termometer

 

* Dirangkum dari berbagai sumber *

IMG_7687

Picture by : Yogi Mahendra

Banyak sekali merk dan model tas yang ditawarkan pasaran pada saat ini, hingga terkadang menyulitkan kita untuk dapat memilih tas yang sesuai dengan kebutuhan.  Hal ini semakin sulit bila teman-teman memiliki budget yang terbatas yang tidak memungkinkan untuk memiliki lebih dari satu tas yang dapat difungsikan sesuai dengan keadaan yang kita hadapi, misalkan tas untuk bekerja, tas untuk kegiatan alam bebas atau sekedar untuk berjalan-jalan bersama keluarga (Ninja Mall !! Hehehehehe).

Berikut ini saya akan mencoba memberikan sedikit tips yang mungkin dapat membantu teman-teman untuk menentukan tas mana yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Secara garis besar ada dua macam tas pada umumnya dipilih untuk membantu temen-teman dalam menjalani aktivitas sehari-hari, yaitu tas ransel (backpack) ataupun tas sandang (messenger bag) yang tentunya maasing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Tas Alex

Picture by : Charlie Alex

Tas Ransel :

Tas ransel merupakan tas yang paling umum digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih banyak menggunakan aktivitas fisik maupun kegiatan yang membutuhkan kemudahan untuk dapat bergerak lebih bebas.

Kelebihan:

  • Dapat memuat lebih banyak barang
  • Lebih dinamis
  • Lebih efisien untuk penggunaan dalam waktu yang lebih lama.

Kekurangan:

  • Akan terasa sangat tidak nyaman bila digunakan dalam jangka waktu yang lama dalam cuaca panas.
  • Tidak tersedianya cukup kompartemen untuk mengorganisir peralatan
  • Bila mana dalam kondisi penuh juga menyulitkan kita untuk dapat mengakses dengan cepat barang-barang yang dibutuhkan.

Pada saat sekarang ini hal tersebut telah coba diatasi dengan penggunaan pouch seperti Maxpedition EDC Pouch ataupun dengan penerapan molle  yang mana tas menyediakan tempat-tempat yang memungkinkan teman-teman untuk dapat melakukan penambahan kantong-kantong eksternal yang dapat membantu untuk mengorganisir peralatan teman-teman.

EDC Messenger

Picture by : Juan Christie

Tas Sandang:

Kelebihan:

  • Cocok untuk digunakan dalam cuaca yang panas
  • Tersedianya cukup kompartemen untuk dapat mengorganisir barang-barang
  • Lebih mudah mengakses barang-barang saat dibutuhkan

Kekurangan:

  • Tidak nyaman untuk dipakai memuat barang-barang yang berat dan banyak dalam waktu lama
  • Agak menyulitkan bila digunakan pada kegiatan-kegiatan yang membutuhkan banyak aktivitas fisik.

Tas Yosa

Picture by: Yosa ‘Hellsuite”

Adapun beberapa hal yang mungkin dapat menjadi pertimbangan teman-teman saat akan memilih tas yang nyaman dan tepat:

  • Jenis aktivitas yang teman-teman sering jalani sehari-hari, indoor atau outdoor, formal atau informal, wilayah perkotaan atau alam bebas, dll.
  • Perlengkapan atau barang-barang yang sering atau harus  dibawa untuk mendukung aktivitas tersebut, untuk menghindari pembelian tas yang oversize atau undersize.
  • Lama waktu yang biasanya dihabiskan untuk menjalani aktivitas tersebut.
  • Kondisi fisik teman-teman, seperti misalnya memungkinkan atau tidak menggunakan messenger bag yang notabene bertumpu pada satu bahu saja, atau mungkin memiliki permasalahan pada tulang belakang yang mengharuskan menggunakan backpack yang memiliki tingkat ergonomis yang tinggi, dll.
  • Kendaraan yang sering digunakan untuk mendukung aktivitas teman-teman, messenger bag agak menyulitkan bila digunakan saat mengendarai kendaraan roda dua misalnya.

IMG-20131227-WA0025

Picture by : Tomo ‘Equator Knives’

IMG_7688

Picture by : Yogi Mahendra

So, what’s yours today?  :)

YogiEDC01

Included in this picture:

  • Protrek PRG 240
  • Jetbeam PC10
  • Boker Plus Toucan with Jeepaing Custom Kydex
  • Samsung S4 with Urban Armour Gear Hard Case

Picture By : Yogi Mahendra

Indonesian Maker : Jeepaing

Posted: October 7, 2013 in Knife
Tags: ,

yogi05Picture By; Yogi Mahendra

Sebagai salah satu penggila sheath berbahan kydex, seringkali saya menarik napas panjang bilamana melihat forum-forum luar negeri yang menampilkan sheath-sheath yang keren, dengan harga yang bila di kalkulasikan dengan ongkos kirimnya jelas akan membuat geleng-geleng kepala (Harga segitu hanya buat sarung?!). Belum lagi membayangkan harus mengirimkan pisau atau tool saya ke maker tersebut dengan resiko kehilangan atau kerusakan, serta lama waktu pembuatan dan pengirimannya.. fuiih…

YosaPicture By : Yosa

Namun semenjak saya mengenal Kang Jeep (Kaya iklan salah satu klinik yak? hehehe) segala keinginan saya untuk sebuah sheath kydex yang bagus bukanlah hal yang mustahil lagi. Pada awalnya saya mengenal Kang Jeep sebagai salah seorang knife maker pada gathering sebuah forum kolektor yang diadakan di Bandung, hingga kemudian bersama-sama bergabung dalam satu grup jejaring sosial, bertukar pikiran, hingga membantu memfasilitasi keinginan Kang Jeep untuk mengembangkan skill pembuatan sheath berbahan kydex yang pada saat itu amat jarang di Indonesia. Hal ini tentunya didasari oleh keinginannya untuk terus belajar dan berkembang serta sikap tidak pernah puas (tanpa perlu saya tambahkan kegilaan dan selera humornya yang agak-agak nyeleneh.. hehehehhehe).

AriePicture By : Arie G. Hoste

Pada kali ini saya tidak akan melakukan review pada karya-karya Kang Jeep, biarkanlah teman-teman yang menilai dari foto-foto yang saya ambil maupun  teman-teman saya.

IMG-20131008-WA0002Picture By : Eko

IMG-20131008-WA0017Picture By : Adi Prastowo

BramPicture By : Bramantio Darkim

KJ07Picture By : Ahmad Fauzidin

Yogi03Picture By : Yogi Mahendra

IMG02044-20131008-0909Picture By : Sonny Arief Insyani

digiPicture By : Arie G. Hoste

Yogi01Picture By : Yogi Mahendra

Hal yang amat menarik lainnya adalah beberapa kali saya memesan karyanya, pada saat saya bertanya berapa harga yang harus saya bayarkan, Kang Jeep hanya berkata,”Yah, yang penting mah karyaku dipercaya dan dipakai oleh orang-orang lain, belum lagi dikasi kesempatan untuk belajar.” Ungkapan yang luar biasa yang keluar dari mamalia (Piis Kaaaang!!! Wkwkwkwkwk) seperti Kang Jeep.  Padahal untuk membuat satu sheath sederhana sekalipun, Kang Jeep harus mengeluarkan modal, meluangkan waktu, dan yang paling sulit adalah mengeluarkan kemampuan dan imajinasinya untuk membuat suatu karya yang tidak biasa. Sesuatu yang amat sulit dikalkulasikan dengan uang, tetapi tetap harus dilakukan sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan kita pada sebuah karya, tentunya…

Kontak:

Ahmad Fauzidin (Kang Jeep atau Jeepaing)

No. Telp. : +62.852.2130.6711

(Note: terima kasih buat bro Arie, bro Bram, bro Yosa, bro Sonny, mas Adi, mas Eko dan Kang Jeep buat foto-fotonya.. Cheers!)

Spyderco_Paramilitary_S35Vn_001[1]

 

Spyderco Paramilitary S35Vn 002

 

Spyderco Paramilitary S35Vn 005

 

Spyderco Paramilitary S35Vn 003

 

Spyderco Paramilitary S35Vn 004

 

In this picture;

  • Spyderco Paramilitary CPM S35Vn
  • Cuscadi orange groove w/ GITD backspacer scale
  • Lummi tritium bead

Picture by : Yogi Mahendra (really love this damn knife! hehehe)

JG 01

 

JG 02

 

JG 03

 

JG 04

 

Picture By : Erik Hadibroto

Note: Thanks buat Bro Erik yang selalu bersedia berbagi foto-foto koleksinya yang ‘beracun’ abis… Keep rockin’ bro!

Knife For Dummies

Posted: March 14, 2013 in Knife, Pengenalan EDC

Sering kali saya merasa ‘hilang ganteng’ (baca : bodoh) setiap kali sedang berkumpul bersama teman-teman yang memiliki hobi mengoleksi pisau, terlebih manakala mereka sedang serius membicarakan pisau dengan serius dan mengeluarkan istilah-istilah yang asing di telinga saya. Beruntungnya saya karena memiliki teman-teman seperti Pak Omar J. Saleh, Erik Hadibroto maupun Tomo (Equator Knives) yang dengan sabar menjelaskan setiap kali saya bertanya walaupun diikuti dengan tatapan kasihan karena menyadari betapa ‘oon’nya saya.. hehehehe

Oleh karena itu saya mencoba membantu teman-teman lain yang mungkin senasib dan sepenanggungan dengan saya (hehehe..) dengan mencoba merangkum istilah-istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan detil dari sebuah pisau. Saya juga sadar yang akan saya tulis dibawah ini hanyalah secuil dari sekian banyak istilah, bentuk dan penggambaran pisau yang ada selama ini. Diharapkan tulisan berikut bisa sedikit menolong bagi teman-teman yang baru terjun menekuni hobi ini.

Anatomy of knife 01

Anatomy of knife 02

ISTILAH UMUM PADA PISAU

  • Axis Lock - Salah satu mekanisme pengunci pada folding knife yang merupakan hak paten dari Benchmade Knife Company, dimana bearing berbentuk silindris dibentuk sedemikian rupa dalam satu system mekanisme dan diletakkan pada gagang pisau yang berfungsi untuk membuka dan mengunci bilah pisau. Sistem yang hamper mirip dan merupakan paten dari Spyderco disebut Ball Bearing Lock, hanya saja pada ball bearing lock menggunakan mekanisme bola bearing.
  • Back – bagian yang tidak diasah yang berlawanan arah dengan mata pisau atau biasa disebut Cutting edge.
  • Belly – Bagian melengkung dari bilah tajam pada pisau. Belly ini sendiri berfungsi untuk meningkatkan kemampuan memotong pada pisau, dan merupakan bagian yang paling cepat tumpul.
  • BevelPrimary: Bagian dari bilah pisau (yang mulai membentuk sudut ) dari bagian Back/Spine hingga Edge. Secondary: area mata pisau  atau Edge secara keseluruhan.
  • Blade lock -  Bagian mekanis dari pisau yang berfungsi untuk mengunci mata pisau pada pisau tipe folding knife. Ada banyak jenis blade lock, seperti back lock, liner lock, dan lain sebagainya.
  • Blade Spine – Bagian tertebal dari sebuah bilah pada kebanyakan pisau atau sering juga diterjemahkan sebagai punggung pisau. Pada pisau jenis single edge knife (hanya memiliki satu bagian cutting edge), blade spine biasanya berada di bagian berlawanan dari mata pisau, sedang pada double edge knife, blade spine berada tepat ditengah-tengah bilah pisau. Sedangkan pada beberapa jenis pisau terutama yang berasal dari negara-negara Skandinavia, pada pisau single edge knife nya bagian paling tebal bisa berada tidak di punggung pisau, tetapi lebih kebawah, atau yang lebih dikenal dengan istilah Diamond Grind Bevel.
  • Button Lock – Salah satu mekanisme pengunci pisau, biasanya ditemukan pada pisau otomatis, dimana untuk mengeluarkan, mengunci dan memasukkan bilah pisau ke posisinya cukup dengan menekan atau menggeser tombol yang tersedia pada gagang pisau.
  • Butt/Pommel – Merupakan bagian belakang dari gagang pisau. Memiliki berbagai macam bentuk tergantung pada fungsi apa yang akan diimplementasikan pada bagian tersebut.
  • Choil – Bagian tidak tajam yang berada diujung mata pisau, terkadang memiliki bentuk seperti setengah lingkaran hingga dapat menjadi ‘dudukan’ untuk jari.
  • Clip - Aksesoris pada beberapa pisau yang berfingsi untuk mengaitkan pisau utamanya pada kantong celana atau didalam pouch.
  • Collar Lock - Salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife dimana terdapat metal pada ujung gagang yang dekat dengan bilah pisau dan dapat diputar untuk mengunci posisi bilah. Untuk membukanya cukup memutar kembali metal tersebut ke posisi semula. Biasanya ditemukan pada pisau buatan Opinel.
  • Edge -  Mata pisau
  • Frame Lock – Biasa juga disebut monolock atau integral lock, salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife yang hampir mirip seperti mekanisme liner lock,  dimana bagian tertentu scale dibentuk sedemikian rupa sehingga ketika pisau dalam keadaan terbuka, bagian scale tersebut menekan bagian belakang dari tang, hingga mencegah bilah pisau untuk menutup secara tidak sengaja. Untuk membuka kuncinya, cukup menekan bagian scale tersebut hingga bilah pisau dapat kembali tertutup.
  • Flipper - Semacam alat bantu berbentuk seperti tuas yang dibentuk pada bagian ujung bilah pisau dan berfungsi sebagai alat bantu untuk membuka pisau pada pisau tipe folding knife. Biasanya juga dibantu dengan mekanisme pegas atau spring assisted yang memudahkan pisau terbuka dengan cepat. Biasa ditemukan pada pisau buatan Rick Hinderer.
  • Friction Folder Knives – Sebagai salah satu model pisau lipat tertua yang pernah diciptakan manusia, dibuat dengan desain yang amat sederhana dimana bilah dibuat dengan tang yang memanjang seperti fixed knife, sehingga ketika bilah pisau terbuka tang itu secara efektif akan ditahan oleh genggaman tangan sehingga mengunci posisi pisau (terkadang juga dipasang semacam tali yang mengeliling ujung gagang sebagai pengunci tang tersebut).
  • Guard – Bagian yang memisahkan  antara bilah dan gagang pisau, berfungsi untuk menghindarkan tangan dari kemungkinan teriris oleh mata pisau. Biasanya terbuat dari lempengan metal atau merupakan bagian keseluruhan dari handle).
  • Kick – Ditemukan pada folding knife atau pisau lipat, merupakan bagian terdepan dari tang dan berfungsi mencegah mata pisau berbenturan dengan bagian mekanis dari pisau.
  • Lanyard Hole – Lubang  pada gagang pisau untung memasang lanyard, tali dan sejenisnya.
  • Lashing Grommets/Jimping – Mengacu pada bagian berkontur pada bagian belakang bilah bagian atas yang berfungsi untuk memberikan kontrol ibu jari yang lebih baik untuk pemotongan yang memerlukan tingkat ketelitian yang lebih tinggi
  • Liner - Bagian dalam frame pisau yang berfungsi untuk memperkuat konstruksi pisau secara keseluruhan dan menghindarkan pisau dari kerusakan, biasanya terbuat dari metal yang tahan karat.
  • Liner Lock – Salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife, dimana bagian tertentu liner dibentuk sedemikian rupa sehingga ketika pisau dalam keadaan terbuka, bagian liner tersebut menekan bagian belakang dari tang, hingga mencegah mana pisau untuk menutup secara tidak sengaja. Untuk membuka kuncinya, cukup menekan bagian liner tersebut hingga mata pisau dapat kembali tertutup.
  • Lock Back - Salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife, dimana sebuah mekanisme pengunci diletakkan pada bagian punggung gagang pisau dan akan mengunci bilah pada saat bilah pisau membuka sempurna. Untuk melepaskan kuncinya cukup menekan tuas atau lempengan metal kecil di punggung pisau hingga pisau dapat menutup kembali.
  • Nail Mark/Nail Nick – Ditemukan pada folding knife, ceruk kecil yang berfungsi untuk memudahkan membuka mata pisau dengan  menggunakan kuku jari.
  • Point – Bagian runcing dari bilah pisau.
  • Ricasso -  Bagian yang rata diantara bilah dan guard. Disini biasanya ditemukan marking dari knife maker atau keterangan mengenai jenis metal yang digunakan.
  • Scales -  Adalah bagian yang dipasang untuk mengapit bagian full tang  untuk membentuk gagang pisau.
  • Serrated Edge – Bagian berbentuk seperti ‘gerigi’ yang biasanya ditemukan diujung belakang mata pisau. Efektif untuk digunakan untuk memotong tali temali atau benda benda yang berserat.
  • Slip Joint - Salah satu mekanisme pengunci pisau pada folding knife, biasanya ditemukan pada folding knife klasik dimana sebenarnya bilah pisau tidak terkunci sempurna, tapi ditahan pada suatu mekanisme yang memungkinkan bilah terkunci apabila mekanisme itu mendapat tekanan yang cukup.
  • SwedgeBevel yang terletak dibagian punggung pisau. Biasanya berfungsi untuk mempercantik tampilan bilah pisau sekaligus untuk mengurangi bobot pisau untuk mendapatkan balance yang lebih baik.
  • Thumb Disc – Semacam alat bantu berbentuk seperti cakram yang dipasang pada bagian ujung punggung dan berfungsi sebagai alat bantu untuk membuka pisau pada pisau tipe folding knife.
  • Thumb Hole – Semacam alat bantu berbentuk seperti lingkaran yang dibentuk pada bagian ujung punggung dan berfungsi sebagai alat bantu untuk membuka pisau pada pisau tipe folding knife. Biasa ditemukan pada pisau buatan Spyderco.
  • Thumb Stud – Semacam alat bantu berbentuk seperti silinder yang dipasang pada bagian ujung punggung dan berfungsi sebagai alat bantu untuk membuka pisau pada pisau tipe folding knife.

Anatomy of knife 03

Anatomy of knife 04

Anatomy of knife 06

BEBERAPA TIPE BEVEL / GRIND

  • V (Flat) Ground / Zero Grind Saber (Scandi) – Model paling simpel dan paling banyak digunakan oleh perusahaan pembuat pisau. Sudut tajam dari bilah dibentuk dari kedua sisi pisau. Mudah tajam tetapi mudah tumpul diakibatkan oleh pergesekan yang berlebih karena sudut transisi yang dibentuk.
  • Convex Bevel / Hamaguri / Moran Grind - model yang banyak digunakan oleh katana buatan pengrajin-pengrajin terkenal. Bentuk convexnya menghasilkan ketajaman yang lebih tahan lama (tidak mudah tumpul) karena garis transisi bidangnya yang lebih mulus.
  • Asymmetrical Semi Convex – Bukan model yang biasa digunakan, dimana kedua sisi dibentuk sehingga satu sisi membentuk sudut sedang sisi lain berbentuk agak cembung (covex), mengkombinasikan daya tahan (tidak mudah tumpul) dan ketajaman. Beberapa pisau keluaran Busse menggunakan bevel model ini.
  • Asymmetrical (V) Flat – Model yang biasa digunakan dimana daya tahan lebih diutamakan daripada ketajaman, kedua sisi dibentuk sehingga membentuk sudut sudut yang berbeda
  • Double Bevel / Flat Saber Grind (Scandi) – Model dimana dibentuk dua sudut di tiap sisi pisau, dimana sudut secondary bevel lebih besar dari sudut primary bevel.Memberikan kekuatan dan daya tahan tetapi mengorbankan ketajaman. Model ini adalah salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan memotong pada pisau yang menggunakan metal yang lebih lunak.
  • Chisel Grind / Single Bevel Grind – Model yang rata pada satu sisi dan sudut dibentuk pada sisi lainnya. Banyak digunakan pada kitchen knife di Jepang, memberikan sedikit improvisasi dengan membentuk sudut cekung (biasa di sebut Irasuki) pada bagian yang rata (lihat : Chisel Grind With Urasuki)
  • Chisel Grind with Back Bevel – Salah satu variasi dari Chisel Grind,dimana pada bagian yang sebelumnya rata ditambahkan micro bevel, biasanya untuk meningkatkan daya tahan namun mengorbankan sedikit ketajaman.
  • Chisel Grind With Urasuki – Seperti yang dijelaskan diatas, salah satu variasi Chisel Grind yang biasa ditemukan di Jepang, bagian cekung (urasuki) dimaksudkan untuk mengurangi pergesekan berlebih pada saat memotong, diharapkan agar objek yang dipotong tidak terlalu menempel pada pisau. Biasa juga di aplikasikan pada pisau jenis Kiridashi (pisau serba guna Jepang).
  • Double Bevel with Spine Swedge – Salah satu variasi dari Double Bevel / Flat Saber Grind (Scandi) dimana ditambahkan swedge atau sering juga disebut false edge, yang berfungsi untuk menambah keseimbangan dan meningkatkan kemampuan penetrasi pada saat menusuk.
  • Hollow Grind – Merupakan kebalikan dari Convex Bevel, dimana pada kedua sisi pisau berbentuk cekung (concave), biasanya sangat tajam tetapi mudah tumpul. Sering juga di aplikasikan pada pisau cukur.

Anatomy of knife 05

(Terima kasih banyak saya ucapkan sekali lagi untuk Pak Omar J. Saleh dan Tomo (Equator Knives) yang membantu saya mereview dan menambahkan bagian-bagian penting dari tulisan ini).

*Dirangkum dari berbagai sumber*

Maxpedition Typhoon

Maxpedition Typhoon

Menurut beberapa sumber, Bug Out Bag sendiri mengacu pada satu set perlengkapan yang dibutuhkan dalam masa lebih kurang 72 jam setelah terjadinya bencana. Dikenal dengan nama lain seperti Bail Out Bag, Grab Bag, Personal Emergency relocation Kit, sistem ini sendiri pada awalnya digunakan dikalangan militer hingga akhirnya dipergunakan luas dengan konsep yang sedikit berbeda sesuai kebutuhan. Tercatat seperti lembaga-lembaga kemanusiaan, pecinta kegiatan alam bebas, dan para survivalist menjadikan BoB sebagai salah satu perlengkapan wajib dalam kegiatannya sehari-hari .

Dimasa sekarang Bug Out Bag atau lebih dikenal dengan istilah BoB menjadi salah satu bagian tidak terpisahkan dari konsep EDC sebagai salah satu konsep kesiagaan yang lebih “serius’ dimana peralatan tidak hanya sebagai alat bantu dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari tapi juga alat-alat penting bilamana secara mendadak harus dihadapkan pada kondisi yang lebih ekstrim.

Banyak teman-teman saya yang menganggap penerapan konsep BoB dalam aktifitas sehari-hari sebagai konsep yang “Overkill” atau berlebihan. Bukan komentar yang salah sebenarnya, tapi saya selalu berkilah diplomatis dan berkata,”Lebih baik membawa perlengkapan tapi tidak dibutuhkan daripada panik karena tidak membawa pada saat terdesak”.. :)

Berdasarkan “pakem” yang sering menjadi patokan pada konsep EDC- BoB ini, adapun alat-alat maupun unit yang sering disarankan untuk dibawa antara lain:

  • Pisau ataupun Pisau Lipat. namun harap diingat dan memahami peraturan yang ditetapkan pemerintah mengenai regulasi membawa senjata tajam dimuka umum.
  • Multi tool seperti Victorinox, Leatherman, Gerber dan lain sebagainya. Banyak sekali jenis multi tool yang ditawarkan dipasaran, sebaiknya perhatikan kebutuhan teman-teman dalam pemilihan multi tool yang tepat. Multi tool yang amat lengkap belum tentu menjadi multi tool yang tepat untuk dibawa dalam kegiatan sehari-hari karena ukurannya yang besar dan berat.
  • Senter maupun head lamp. berbagai macam senter dan head lamp yang dijual, dari ukuran, jenis sumber tenaganya maupun bahan yang dipergunakan. beberapa orang memilih senter berdasarkan harga, sedang yang lain berdasarkan kekuatan cahaya atau lumens nya, battery yang digunakan, materi bahan senternya, dan lain sebagainya.

IMG_3099

  • Pluit sebagai pemberi isyarat suara bila mana dihadapkan pada situasi genting
  • P3K mini sesuai dengan kebutuhan masing-masing berdasarkan keadaan lingkungan dan sejarah kesehatannya.
  • Tali paracord yang dapat digunakan dalam kondisi mendesak, terlebih ukurannya yang tidak terlalu besar namun memiliki daya tahan yang lumayan besar (250 kg untuk type III dan 500 kg untuk type IV)
  • Bandana, sapu tangan ataupun buffwear
  • Pematik api maupun fire starter.
  • Notes dan pulpen untuk membuat catatan-catatan ringan.

IMG_3085

IMG_3087

Beberapa orang juga menambahkan benda-benda lain seperti kamera poket, Ipod ataupun MP3 Player. Pada akhirnya apapun yang teman-teman akan bawa tergantung kepada kebutuhan masing-masing, tidak ada hukum baku untuk itu.

Sedangkan konsep BoB yang lebih menekankan pada konsep survival ataupun antisipasi pada kondisi-kondisi luar biasa seperti bencana, selain barang-barang yang saya sebutkan diatas juga terdapat penambahan item-item seperti:

  • Makanan dan minuman yang dapat menunjang selama 72 jam, biasanya air mineral maupun energy bar menjadi pilihan rasional dalam kondisi ini. Terkadang juga disertai dengan menyiapkan beberapa tablet penjernih air atau biasa disebut Water Purification Tablet bilama dibutuhkan.
  • Pakaian bersih dan kering.
  • Plastik yang dapat digunakan sebagai shelter darurat ataupun untuk menampung air.
  • Thermal blanket.
  • Jas hujan ataupun raincoat.
  • Copy dari dokumen-dokumen tanda pengenal dan dokumen-dokumen pribadi penting lainnya.
  • Toiletries
  • Kompas
  • Uang kontan.

IMG_3106

01Orange

Included in this picture:

  • Lamy Roller-ball Pen
  • Nautica A23090
  • Exotac Freekey Keyring
  • Spyderco Ladybug Collector’s Club, FRN Orange Handle, VG10 Blade
  • Streamlight Nano, Buckmaster Edition
  • Merkava Tritium Locator, Cerakote Orange SS
  • Leatherman Juice S2

Picture By : Yogi Mahendra